[EXO Fanfiction] Special Ramadhan – Different Ours Chapter 2

DIFFERENT OURS Chapter 2

Untitled-1b

Author : Ayu Nur’asyifa Shafira (ayushafiraa_)

Casts : Jang Chommi as Park Ahjung, Park Chanyeol, Kang Sura as Kim Kira, Byun Baekhyun

Genre : AU, Drama, Religi, Romance, Sad.

Rated : PG-15

Length : Chaptered/Series

Disclaimer : Casts belongs to God and Their real life. This is just my imagination. FF ini dibuat hanya untuk menyambut bulan Ramadhan 🙂 segala kelebihan datangnya dari Tuhan Yang Maha Esa, dan segala kekurangan datangnya dari saya sendiri. Marhaban ya Ramadhan! 🙂

© AYUSHAFIRAA, 2016. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

 

♥♥♥

 

Gadis cantik dengan pakaian sopan dan hijab yang menutup auratnya itu kemudian memperkenalkan dirinya,

“Kim Kira imnida. Assalamu’alaikum.

Waalaikumsalam warrahmatullah.” Jawab Chanyeol yang kemudian menunduk mengusap wajahnya, beristighfar, berharap puasanya belum batal karena memandang gadis itu terlalu lama.

“Ah, Chanyeol-ah! Dia seorang muslim!” seru Baekhyun.

“Muslimah, Baekhyun-ah.”

“Itu maksudku!” Baekhyun nyengir. “Duduklah, Ahjung-ah, Kira-ya!”

Chanyeol berpindah tempat duduk ke sebelah Baekhyun untuk mempersilakan Kira dan Ahjung duduk bersama mereka.

“Kalian mau pesan apa? Biar aku yang traktir.”

Jinjjayo?!” tanya Ahjung antusias yang dijawab anggukan oleh Baekhyun. Perut karet Ahjung yang tak tahu malu pun akhirnya memesan banyak makanan berat dan makanan penutup untuk dirinya sendiri, sementara itu, Baekhyun hanya tertawa paksa menyadari dompetnya yang ia rasa akan semakin menipis.

“Kira-ya, kau tak ikut memesan?” tanya Baekhyun yang langsung mendapat sikutan Chanyeol.

“Terimakasih, tapi hari ini adalah hari pertamaku berpuasa.” Jawab Kira.

“Ah, benar juga. Mianhae, Kira-ya. Aku lupa kalau kau sama seperti Chanyeol.”

‘Sama seperti Chanyeol’, ucapan itu membuat Ahjung berdehem. Jika Kira saja yang merupakan ‘orang lain’ bisa ‘sama seperti Chanyeol’, kenapa dirinya yang justru adik dari seorang Park Chanyeol tidak bisa ‘sama seperti Chanyeol’?

Aigoo, aku sampai lupa memperkenalkan diri. Byun Baekhyun imnida.” Baekhyun mengulurkan tangannya, namun Kira tak membalasnya. Gadis itu jelas tak mau bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya.

Waeyo? Apa tanganku kotor? Aku sudah cuci tangan kok!” lelaki itu salah mengerti.

Chanyeol dan Kira saling bertatap sekejap sebelum akhirnya memberi penjelasan pada Baekhyun, “Kau bukan muhrimnya, Baekhyun-ah. Dia hanya boleh disentuh oleh lelaki yang sudah dengan sah mempersuntingnya.”

“Park Chanyeol imnida, aku kakak Ahjung.”

Kira tersenyum simpul, membuat jantung Chanyeol berdegup lebih cepat dari sebelumnya. gadis itu memang cantik luar biasa.

 

♥♥♥

 

Kelas sastra sudah berakhir, Kira terlihat bersiap-siap untuk pulang, tapi tidak dengan Ahjung. Gadis yang duduk di kursi paling belakang itu terlihat sedang menulis sesuatu di sebuah buku kecil.

“Ahjung-ah, kau tidak akan pulang sekarang?” tanya Kira.

Ahjung menggeleng, “Aku akan menunggu kakakku.”

“Ah, arasseo. Kalau begitu aku pulang duluan, Ahjung-ah. Assalamu’alaikum.

“Wa…wassalamuwassalakum(?)…” Kira tersenyum mendengar jawaban Ahjung, meskipun salah sepertinya Ahjung sudah berusaha keras untuk menjawab salamnya.

“Lain kali, kau bisa menjawabnya dengan ‘Waalaikumsalam’.” Ucap Kira tanpa nada menggurui sedikitpun sebelum akhirnya melangkah keluar kelas.

Langkah Kira terhenti di depan mading, saat sebuah tulisan karya Park Chanyeol yang merupakan cerita bersambung menarik perhatiannya. Sebuah cerbung berjudul ‘Bidadari Surgaku’ itu menceritakan kisah hidup sederhana seorang lelaki yang berikhtiar untuk memantaskan dirinya agar pantas bagi jodohnya kelak dan lelaki itu pun percaya jodohnya itu pun akan memantaskan diri untuknya.

“Dia tak menyebutkan agama lelaki itu, mungkin agar membuat ceritanya lebih universal.”

Kira mengeluarkan ponselnya dan memotret kertas cerbung yang tertempel di mading itu. “Aku penasaran dengan kelanjutannya.”

“Eoh? Kira-ya?”

Gadis berhijab itu berpaling ke arah suara gadis yang menyebut namanya dan mendapati Ahjung yang menggandeng mesra Chanyeol berjalan ke arahnya.

Assalamu’alaikum, Kira-ya.” Salam Chanyeol.

Waalaikumsalam.” Jawab Kira membalas salam lelaki itu.

“Kau belum pulang?” Ahjung melirik mading dan tersenyum dengan mata penuh selidik, “Kau menyempatkan untuk membaca dulu cerita bersambung kakakku eoh?”

“Ye? Ah ne, ceritanya sangat menarik.”

Senyum Chanyeol mengembang, “Terimakasih.”

“Kau bilang kau pulang naik taksi, kan? Lebih baik pulang bersama kami saja, Chanyeol Oppa-ku akan mengantarmu ke manaaaaa saja!”

“Ah, tidak per-“

“Ahjung benar, Kira-ya. Kau tidak perlu merasa canggung, aku tidak akan mengenakan tarif apapun, sungguh!” ucap Chanyeol meyakinkan Kira. Gadis itu terlihat berpikir sejenak hingga akhirnya menganggukan kepalanya menerima tawaran Ahjung dan Chanyeol.

Yak! Chanyeol-ah, kau di mana?!” suara keras Baekhyun via telepon itu hampir saja memecah gendang telinga Chanyeol yang memakai headset.

“Aku sedang dalam perjalanan mengantar Kira ke rumahnya.”

Mwo?! Jadi kau melupakan janji kita hanya demi mengantar pulang incaranmu?!

“Apa yang kau bicarakan sekarang?” tunggu, janji katanya? “Astaghfirullahaladzim, mianhae, Baekhyun-ah. Aku benar-benar lupa. Aku janji, setelah mengantar Kira dan Ahjung, aku akan langsung menemuimu di restoran.”

Waeyo, Oppa?” tanya Ahjung.

Chanyeol melepas headsetnya, “Baekhyun berjanji akan mentraktirku berbuka puasa, tapi aku malah melupakannya. Dia cerewet sekali.”

Ahjung menahan tawanya, “Baekhyun Oppa memang cerewet, tapi dia orang yang sangat lucu dan juga baik.”

Aigoo! Bagaimana ya? Tapi menurutku Baekhyun sama sekali tidak kekar. Apa menurutmu tangan lembeknya benar-benar membuatnya terlihat perkasa di matamu?” goda Chanyeol.

“Apa maksudmu?!”

Di jok belakang, Kira tersenyum. Kakak beradik itu tampaknya memang sangat dekat, persis, seperti sepasang kekasih.

“Berhenti di sini!” seru Kira yang langsung membuat Chanyeol memberhentikan laju mobilnya.

“Waeyo? Sudah sampaikah?” tanya lelaki itu.

Kira mengangguk, “Aku hanya perlu berjalan sedikit lagi. Terimakasih sudah repot-repot mengantarku, Chanyeol Sunbaenim, Ahjung-ah. Assalamu’alaikum.”

Waalaikumsalam warrahmatullah. Hati-hati, Kira-ya!” ucap Chanyeol yang hanya dibalas senyuman oleh gadis berhijab itu.

“Wa-wa… wa apa tadi?” Ahjung tampak kebingungan. Wajah bingung gadis itu membuat Chanyeol tertawa geli. Lelaki itu lantas mengacak-acak rambut adiknya.

Waalaikumsalam.” Jawab Chanyeol lebih memperjelas artikulasinya.

 

♥♥♥

 

Good job, Chanyeol-ah. Setelah membuatku menunggu lebih dari 1 jam, kau akan pergi lagi tanpa menghabiskan semua makanan ini? you are really a good boy!” kesal Baekhyun yang melihat Chanyeol sudah bersiap-siap pergi saja. alasannya, lelaki itu harus shalat isya dan mengikuti terawih di Masjid Sentral Seoul yang tak jauh dari restoran tempat mereka makan sekarang.

“Aku hanya menghabiskan makanan yang kupesan, Baekhyun-ah. Aku juga tak menyuruhmu memesan makanan sebanyak ini, bukan?”

Ya, Chanyeol benar. Memang salah Baekhyun sendiri sih yang sok-sokan memesan banyak makanan untuk lelaki itu, padahal lelaki itu hanya memesan 3 menu makanan dengan porsi yang sedikit, itupun hanya makanan manis.

“Apa salahnya kau memakan makanan yang sudah kubeli?”

Yaa banii aadama khudzuu ziinatakum ‘inda kulli masjidin wakuluu waasyrabuu walaa tusrifuu innahu laa yuhibbul musrifiin.” Ucap Chanyeol yang melafalkan ayat ke 31 dari surah Al- A’raf.

Baekhyun mulai memasang wajah frustasi, “Apa lagi artinya itu?”

“Intinya, makan dan minum itu jangan berlebihan. Karena Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Arasseo! Pergilah-pergilah! Jangan sampai Tuhanmu memarahiku karena menghalangimu beribadah!” Baekhyun menidurkan kepalanya di atas meja dengan tangan yang terus memberi isyarat pada Chanyeol untuk lekas pergi.

“Tenang saja, Baekhyun-ah. Menurut hadis riwayat Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah ‘Barangsiapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.’”

Baekhyun menengadahkan kepalanya menatap Chanyeol gembira, “Apa itu artinya aku juga akan mendapat pahala?”

Chanyeol mengangguk, Baekhyun tak jadi kesal.

“Kalau begitu tolong sampaikan pada Tuhanmu terimakasih untuk pahalanya! Ingat! Dari Byun Baekhyun!” seru Baekhyun pada Chanyeol yang mulai melangkah keluar restoran. Lelaki tinggi itu hanya membalas kata-kata Baekhyun dengan acungan jempol.

 

♥♥♥

 

Menyadari kau tak pernah mempermasalahkan perbedaan kita, aku bahagia…

Kita tak perlu beradu argumen tentang keyakinan siapa yang paling benar…

Kita tetap hidup berdampingan tanpa masalah yang berarti…

Tapi, melihatmu menyimpan perhatian pada orang lain selain diriku, itu membuatku takut…

Takut jika perhatian itu bukan hanya sekedar perhatian…

Takut jika kau meninggalkanku karena lebih memilihnya…

Haruskah kukenakan kain penutup kepala agar kau memilihku lagi?

Haruskah aku membawa kitab yang sama seperti yang selama ini kau bawa agar kau tak berpaling pada orang lain?

Haruskah?

Ahjung menutup buku kecil berwarna merahnya dan menjadikannya alas untuk menidurkan kepalanya. Pandangannya sayu. Memori di otaknya kembali memutar ingatan saat jam makan siang. Saat itu, cara Chanyeol menatap Kira terasa berbeda. Chanyeol yang mengerti kenapa Kira tak mau bersentuhan dengan Baekhyun pun membuat Kira tersenyum. Baekhyun yang mengatakan Kira sama seperti Chanyeol seolah menekankan kalau dirinya dan Chanyeol berbeda. Ahjung benci itu.

‘2 Korintus 6:14-15, Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?’

Ayat itu seolah menampar keras pipi Ahjung. Bahkan bila ia jatuh cinta pun, Tuhannya takkan mengijinkannya bersatu dengan orang yang ia cintai.

“Cinta adalah anugerah, lalu apa mungkin Tuhan memberikan anugerah yang salah?”

 

♥♥♥

 

“Kim Kira?”

Gadis berhijab itu berbalik, benar saja tebakan Chanyeol, gadis yang dilihatnya itu benarlah Kira.

“Eoh? SunbaenimAssalamu’alaikum.” Sapa Kira pada Chanyeol. Gadis itu lalu menyuruh kedua orang tuanya untuk pulang duluan dan meninggalkannya bersama Chanyeol.

Waalaikumsalam. Kau shalat di sini juga?”

Kira mengangguk.

Sunbaenim terlihat berbeda jika memakai kopiah seperti itu.” entah itu pujian atau apa, tapi yang jelas, kata-kata Kira membuat senyuman di bibir Chanyeol mengembang.

“Aku terlihat semakin tampan bukan?”

Pipi Kira merona. Tanpa perlu dijawab pun, lelaki itu pasti sudah tahu jawabannya.  Lelaki itu tertawa tanpa merasa berdosa telah membuat pipi Kira panas.

“Aku hanya bercanda, Kira-ya.”

“Ah? Ne.”

Chanyeol dan Kira berjalan berdampingan. Sepanjang jalan, Chanyeol tak berhenti mengoceh.  Kira diam-diam tersenyum, menyadari Chanyeol ternyata lelaki yang suka melucu juga. Berkali-kali lelaki itu membuatnya tertawa sampai akhirnya rasa penasaran mendorong Kira untuk bertanya.

Sunbaenim, apa kau seorang muallaf?”

Lelaki itu terdiam sejenak.

Aniyo, aku muslim sejak lahir.”

“Lalu kenapa agamamu dan Ahjung bisa berbeda?” lanjut Kira yang memang benar-benar bingung.

“Karena ayahku dan ayah Ahjung berbeda. Kami saudara tiri yang lahir dari rahim ibu yang sama.” Jelas Chanyeol yang membuat gadis yang semula bingung itu kini mulai mengerti. Kira menangkap tatapan sendu Chanyeol dan merasa bersalah karena telah membuat lelaki itu harus menceritakan kisah yang mungkin tak mau ia ungkit-ungkit.

Jhweoseonghaeyo, Sunbaenim…”

Ani, gwenchanayo.” Lelaki itu melihat jarum yang terus berputar di arlojinya. “Sudah malam, aku antar pulang saja ya?”

“Apa tidak merepotkan? Aku bisa naik taksi.” Kira memeluk tas mukenanya, angin malam itu berhembus lumayan kencang dan terasa menusuk kulitnya.

Chanyeol kembali menunjukkan senyumannya,

“Aku tidak pernah merasa direpotkan. Lagipula, membiarkan seorang gadis pulang sendirian di malam hari sepertinya akan lebih membebaniku.”

 

♥♥♥

 

Lelaki itu melangkah memasuki rumahnya yang sudah sepi, cahaya remang-remang lampu di setiap ruangan menandakan para penghuni rumah sudah terlelap dalam tidur masing-masing. Ia menghela nafas berat sebelum akhirnya menekan knop pintu kamarnya.

Oppa, kau sudah pulang?”

Ahjung terlihat duduk di tepi kasurnya, wajah gadis itu terlihat pucat dengan tangan bergemetar hebat. Langkah ringkih gadis itu yang perlahan menghampirinya menambah keyakinan Chanyeol kalau gadis itu benar-benar sakit.

Tangan Chanyeol dengan sigap memegangi tubuh Ahjung yang hampir jatuh, suhu tubuhnya panas sekali.

“Kau demam lagi. seharusnya kau istirahat.” Chanyeol membopong tubuh Ahjung ke kamarnya, membaringkan tubuh lemah adiknya di kasur dan menyelimutinya dengan selimut tebal.

Genggaman tangan Ahjung menahan Chanyeol untuk tidak pergi barang sebentar saja, padahal lelaki itu hanya ingin mengambil kompresan dan obat karena tak tega melihatnya.

“Ahjung ingin tidur bersama Oppa malam ini.”

Mendengar permintaan adiknya, Chanyeol kembali teringat akan masa kecilnya bersama adik satu-satunya itu. Dulu juga Ahjung yang masih berumur 5 tahun pernah demam tinggi seperti sekarang ini dan merengek tak mau Chanyeol meninggalkannya. Permintaan Ahjung kecil saat itu pun sama, ia ingin tidur bersama kakaknya. Namun, keadaannya kali ini berbeda. Ahjung dan Chanyeol yang sama-sama sudah dewasa tentu tak bisa lagi tidur satu ranjang bersama seperti saat masih kecil dulu.

“Tidurlah, Oppa tidak akan pergi ke mana-mana.”

Chanyeol duduk di tepi kasur Ahjung dan menyandarkan dirinya di kepala kasur. Gadis itu hanya menggenggam erat tangan kakaknya tanpa meminta apapun lagi. berada di samping sang kakak sudah cukup untuk membuatnya merasa nyaman dan akhirnya terlelap dalam tidur.

Oppa tidak akan pernah meninggalkan Ahjung, jangan khawatirkan itu.”

 

♥♥♥

 

To be continued…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s