[EXO Fanfiction] Special Ramadhan – Different Ours Chapter 4

DIFFERENT OURS Chapter 4

Untitled-1b

Author : Ayu Nur’asyifa Shafira (ayushafiraa_)

Casts : Jang Chommi as Park Ahjung, Park Chanyeol, Kang Sura as Kim Kira, Byun Baekhyun

Genre : AU, Drama, Religi, Romance, Sad.

Rated : PG-15

Length : Chaptered/Series

Disclaimer : Casts belongs to God and Their real life. This is just my imagination. FF ini dibuat hanya untuk menyambut bulan Ramadhan 🙂 segala kelebihan datangnya dari Tuhan Yang Maha Esa, dan segala kekurangan datangnya dari saya sendiri. Marhaban ya Ramadhan! 🙂

© AYUSHAFIRAA, 2016. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

 

♥♥♥

 

Eomma… kau dari mana saja?” tanya Ahjung pada sang ibu yang baru terlihat lagi setelah beberapa jam menghilang. Wajah sang ibu terlihat masih pucat saja.

Oppamu mana?”

Oppa masih di dalam, menemani Appa.”

Wanita paruh baya itu berjalan mendekati pintu ruang rawat suaminya, melihat dari kaca Chanyeol yang sedang membacakan ayat-ayat AlQur’an untuk suaminya yang terkulai lemah di ranjang.

“Dia anak yang baik.”

“Sejujurnya, Ahjung-ah…”

Ahjung berpaling menatap sang ibu.

Eomma ingin sekali mempercayakanmu pada Oppamu.” Ucap ibunya dengan senyuman tipis.

“Maksud Eomma?”

Ibunya kemudian menggeleng, menyisakan rasa penasaran Ahjung dengan apa yang sebenarnya ingin ibunya katakan.

Ibunya memilih untuk melangkah masuk ke ruang rawat ayahnya, membuat bacaan AlQur’an Chanyeol terhenti.

“Eoh? Eomma kau di sini…”

“Keluarlah, Chanyeol-ah. Giliran Eomma yang menjaga Appa, kau pulanglah bersama Ahjung.” Perintah sang ibu yang langsung dijawab oleh anggukan Chanyeol.

Chanyeol beranjak dari kursinya. Tepat sebelum Chanyeol melangkah, ayah Ahjung menahan tangannya dan menatapnya seolah mengatakan ‘penuhi permintaan terakhirku.’.

Arasseoyo, Appa.”

 

♥♥♥

 

Chanyeol berjalan keluar dari kelasnya bersama Baekhyun. di saat yang sama, Kira berpapasan dengan mereka.

“Oow! Aku pergi duluan…” ucap Baekhyun. Chanyeol tersenyum kikuk pada Kira sambil menahan kerah baju Baekhyun agar tak pergi ke mana-mana dan meninggalkannya berdua bersama Kira.

Assalamu’alaikum, Chanyeol Sunbae, Baekhyun Sunbae…”

Waalaikumsalam warrahmatullah.” Balas Chanyeol.

Baekhyun memutar bola matanya malas, “Kira-ya… jangan panggil aku ‘Sunbae’.”

“Lalu?” tanya Kira, bingung.

“Panggil aku…” Baekhyun merapikan baju serta rambutnya, lagi-lagi, bertingkah sok keren.

Oppa.”

Chanyeol tertawa lepas, sedang Baekhyun menahan tawa gelinya dan memukul-mukul Chanyeol agar berhenti menertawainya. Wajah lelaki mungil itu memerah karena malu.

Ne, Baekhyun Oppa.”

“Ah, ngomong-ngomong, kau mau ke mana? Mana Ahjung?” tanya Chanyeol.

“Aku mau ke perpustakaan, mencari buku referensi untuk sastraku. Dan Ahjung, aku melihatnya masih di kelas tadi.”

“Ah! Kebetulan sekali!” ucap Baekhyun nyaring. “Chanyeol mau mengajakku ke perpustakaan, tapi kau tahulah, Kira-ya. Orang sepertiku jika masuk ke ruangan seperti itu pasti tidak akan ada gunanya sama sekali. Bisa-bisa aku tertidur karena bosan.”

“Jadi…” lelaki itu menggantungkan kata-katanya, melirik Kira dan Chanyeol secara bergantian sambil menahan senyum. “Aku akan pergi!!!” lelaki itu kabur.

“Yak! Byun Baekhyun! Awas kau ya!” teriak Chanyeol.

Kira menahan tawanya melihat kelakuan dua sahabat itu yang begitu lucu.

“Lalu, apa Sunbae mau pergi ke perpustakaan bersamaku?”

 

♥♥♥

 

Baekhyun tersenyum melihat Ahjung yang sedang berdiri menghadap mading. Raut wajah gadis itu sudah tidak seperti kemarin-kemarin lagi. kini, Ahjung terlihat lebih ceria.

“Apa yang sedang kau baca?” tanya Baekhyun pada Ahjung meski pada akhirnya lelaki itu tahu sendiri apa yang sedang dibaca Ahjung. Kelanjutan dari cerbung kakaknyalah yang sepertinya membuat Ahjung tersenyum..

“Aku senang mengetahui lelaki dalam cerita ini sudah menemukan bidadari surganya. Jodoh memang tidak akan kemana.” Ucap gadis itu tanpa mengalihkan pandangannya dari mading ke arah Baekhyun sedikitpun.

“Bidadari surgaku… judul yang bagus.” Baekhyun mengangguk-anggukkan kepalanya mulai membaca setiap kata yang dituangkan Chanyeol menjadi sebuah cerita.

“Eoh? Oppa baru membacanya? Inikan sudah bagian dua.”

“Ah, benarkah? Aku baru tahu.” Lelaki itu nyengir kuda-_-

Ahjung tertawa, “Oppa ini… ketinggalan jaman sekali. Bagian pertamanya sudah ditempel minggu lalu.”

“Lihat ini…” lanjut Ahjung menunjukkan tulisan kecil di sudut kiri kertas berukuran legal itu yang bertuliskan ‘Bagian 2’.

“Hihi… kau kan tahu aku tidak suka membaca.” Baekhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum malu-malu.

“Tidak suka membaca tapi masuk jurusan sastra, aneh sekali. Pantas saja Oppa selalu meminta bantuan Chanyeol Oppa dalam urusan belajar.”

“Hmm…” lelaki itu menopang dagunya dan mendalami kata demi kata yang ditulis Chanyeol dalam cerbungnya. “Tapi sepertinya aku tahu siapa bidadari surga yang dimaksud Chanyeol dalam cerita ini.”

“Ye? Siapa memangnya?” tanya Ahjung penasaran.

Baekhyun melirik Ahjung sambil menahan senyum, “Kau penasaran sekali ya?”

Ahjung mengangguk cepat.

“Kalau begitu, tidak akan kuberitahu~~~”

“YAK! OPPA! NEO JINJJA!” seru Ahjung berlari mengejar Baekhyun yang kabur dengan cara yang sangat menyebalkan. Bisa-bisanya lelaki itu. Memanfaatkan momen penasaran Ahjung untuk bermain kejar-kejaran ala film india-__-

tumpaseuae~~ yumushkurae~~ aaaa~~

 

♥♥♥

 

BRUK!

Tumpukan buku yang ada di rak buku paling atas tiba-tiba saja jatuh menimpa Kira. Gadis berhijab itu terjatuh ke lantai dan meringis kesakitan memegangi kakinya yang terkilir. Chanyeol yang saat itu masih mencari-cari buku yang ia butuhkan pun kemudian berlari menghampiri Kira.

“Kira-ya, gwenchana?”

Gadis itu terus merintih menahan sakit, Chanyeol sampai tak tega melihatnya. Ia ingin sekali menolong Kira, namun Kira pasti tak mau seorang lelaki yang bukan muhrimnya menyentuhnya begitu saja. ia bingung sekarang.

“Eoh? Ahjung-ah! Kemarilah! Ppali!” seru Chanyeol saat melihat Ahjung berdiri mematung di ambang pintu perpustakaan. Melihat Chanyeol yang begitu mengkhawatirkan Kira, Ahjung merasa iri.

“Yak! Park Ahjung! Apa yang kau tunggu?! Ppaliwa!”

Tubuh Ahjung gemetar saat lelaki itu meninggikan suaranya, ini kali pertama Chanyeol membentaknya.

Aarasseoyo, Oppa.”

Ahjung lantas membantu Kira berdiri dan membawa temannya itu ke rumah sakit bersama Chanyeol.

Di rumah sakit, Chanyeol menghubungi Baekhyun. Alasannya, karena harus ada orang yang dapat dipercaya untuk mengantar adiknya pulang. Chanyeol berencana akan mengantar Kira pulang setelah perawatannya selesai dan hal itu pasti akan memakan waktu yang cukup lama. Ahjung tidak boleh pulang terlambat, apalagi adiknya itu harus bergantian menjaga sang ayah yang dirawat di rumah sakit lain.

“Bagaimana keadaan Kira, Chanyeol-ah?” tanya Baekhyun yang tiba dengan cepat di rumah sakit. lelaki itu memang selalu tepat waktu.

“Dokter masih memeriksanya. Kau antarkan Ahjung pulang ya? Dia harus pulang cepat.”

Baekhyun menggenggam tangan Ahjung, tapi gadis itu menepisnya. Ahjung menatap Chanyeol, tak percaya dengan perubahan drastis lelaki itu sejak mengenal Kira. Jika tahu akan seperti ini, Ahjung menyesal pernah memperkenalkan Kira pada kakaknya.

“Aku pulang dulu, Oppa.”

 

♥♥♥

 

“Jadi ini rumahmu, Kira-ya?”

Sebuah rumah bercat putih dan berpagar tinggi dengan sedikit halaman di depannya itulah tempat Chanyeol memberhentikan mobilnya. Kira mengangguk, mengiyakan kalau rumah itu adalah rumahnya.

“Pasti tidak ada apa-apanya ya jika dibandingkan dengan rumah Sunbae?” tanya Kira merendah.

Chanyeol menggeleng, “Tidak juga, rumahku biasa saja.”

Tak lama menunggu di dalam mobil, beberapa asisten rumah tangga yang ada di rumah Kira pun keluar untuk menjemput majikannya yang sedang sakit bersama seorang pria paruh baya.

Sunbaenim…” panggil Kira yang membuat Chanyeol tidak jadi menyalakan mobilnya.

“Ada apa?”

“Mampirlah sebentar, Nak Chanyeol.”

“Ah,” lelaki itu mengangguk saat pria paruh baya yang tadi keluar bersama asisten rumah tangga Kira menyuruhnya untuk bertamu sebentar.

 

♥♥♥

 

Di atap gedung rumah sakit, Ahjung menikmati hembusan angin malam bersama Baekhyun setelah memastikan kondisi ayahnya baik-baik saja. Ahjung memang merasa nyaman dengan Baekhyun yang berada di sampingnya, namun hatinya tetap tak berhenti memikirkan sosok Chanyeol.

Oppa…”

“Hm?”

“’Bidadari Surga’ yang dimaksud Chanyeol Oppa dalam cerbungnya, apa benar-benar ada dalam dunia nyata?” tanya Ahjung dengan tatapan sendu.

“Aku tidak yakin,” Baekhyun memeluk tubuhnya sendiri, mulai merasa kedinginan. “Tapi aku rasa, ‘Bidadari Surga’ Chanyeol itu adalah Kira.”

DEG!

“Kira, ya?”

Hati Ahjung seperti dihantam benda tumpul, sakitnya cukup menyesakkan. Sakit sekali rasanya menyadari bidadari surga yang dimaksud Chanyeol bukanlah dirinya. Kim Kira… gadis itulah bidadari surga Chanyeol.

Airmata Ahjung menetes.

“Ahjung-ah, kenapa kau menangis?” tanya Baekhyun yang terkejut melihat airmata Ahjung mulai berlinangan.

Oppa…” gadis itu menepuk-nepuk dadanya, “Kenapa sakit sekali rasanya?”

Baekhyun memandangi Ahjung yang terus menangis. Ia sungguh tidak mengerti kenapa gadis itu tiba-tiba menitikkan airmatanya seperti ini.

“Ada apa? Ceritakanlah semuanya padaku jika kau pikir itu akan mengurangi beban hatimu.”

“Aku mencintai Park Chanyeol…”

Mata Baekhyun membulat sempurna, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Ahjung… mencintai kakaknya sendiri?

“Aku mencintainya lebih dari apapun yang ada di dunia ini… aku…. aku mencintainya lebih dari mencintai diriku sendiri. Aku sungguh… mencintainya.” Tangis Ahjung pecah saat itu juga.

Kini, lelaki itu mengerti kenapa waktu itu Ahjung bercerita tentang dirinya yang jatuh cinta pada lelaki yang tak seiman. Chanyeol rupanya sosok lelaki tak seiman yang dicintai Ahjung.

“Berhenti mencintainya, Ahjung-ah.” Baekhyun benar-benar tak tahu harus berkata apa lagi. Hatinya mungkin sama sakitnya dengan yang dirasakan Ahjung sekarang. Ia mencintai Ahjung, tapi Ahjung mencintai Chanyeol. Ahjung mencintai Chanyeol, tapi Chanyeol mencintai Kira. Apa-apaan semua itu?!

“Kau tidak bisa bersamanya lebih dari sekedar kakak beradik. Chanyeol sudah jelas jatuh cinta pada Kira. SADARILAH ITU, PARK AHJUNG!”

Ahjung tersentak, tangan gemetarnya berusaha menutup kedua telinganya, tak mau mendengar kata-kata Baekhyun yang begitu menyakitkan.

“Aku cukup sadar, aku tak pantas merasakan rasa seperti ini padanya. Tapi… aku lebih sadar, aku takkan pernah bisa merelakan perasaanku begitu saja.”

 

♥♥♥

 

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” Pria paruh baya berkacamata itu mengarahkan pandangannya ke arah Chanyeol tepat setelah membacakan arti dari salah satu ayat dalam AlQur’an.

“Kau tahu arti dari ayat keberapa dan surah apa itu?”

“Kalau saya tidak salah, itu arti dari surah Ali Imran ayat 14.” Jawab Chanyeol sedikit gugup. Pria paruh baya itu tak lain adalah ayah Kira. Ayah Kira menyuruhnya untuk ikut masuk setelah mengantar pulang putri satu-satunya keluarga Kim itu.

Ayah Kira tersenyum, “Kau benar.”

“Berdasarkan ayat ini, Allah menjelaskan bahwa dengan cinta segalanya bisa menjadi indah. Wanita, anak, dan harta adalah cobaan.” Lanjut pria berumur 50 tahunan itu yang langsung mendapat anggukan mengerti dari Chanyeol.

“Jawab jujur pertanyaanku, apa kau melihat putriku sebagai sesuatu yang indah? (apa kau mencintai putriku?)”

Di balik pintu kamarnya, Kira menguping obrolan Chanyeol dengan ayahnya. Berharap-harap cemas, menunggu jawaban Chanyeol yang mengatakan ‘Ya’ atas pertanyaan ayahnya tadi. Tak dapat dipungkiri lagi, Kira mengagumi Chanyeol sejak mengetahui lelaki itu adalah seorang muslim dan berharap Chanyeol merasakan hal yang sama pula padanya.

“Atas nama Allah yang Maha pemberi cinta, saya melihat keindahan dalam diri Kira, Ahjussi. (Saya mencintai Kira, Paman).” Jawab Chanyeol dengan yakin.

“Kalau begitu, jangan pernah datang lagi kemari jika kau hanya sendirian.”

Lelaki itu mengerutkan keningnya, tak mengerti dengan maksud ayah Kira.

“Datanglah bersama kedua orang tuamu dan lamarlah putriku untuk menghindari fitnah.”

Kira berbinar, hampir menitikkan airmata bahagianya. Demi apapun, ia terlalu bahagia. Dilihatnya dari balik pintu, Chanyeol juga memperlihatkan binar bahagia yang sama dengannya. Perasaannya selama ini pada Park Chanyeol ternyata tak bertepuk sebelah tangan.

Insyaallah, saya akan datang bersama kedua orang tua saya, Ahjussi.”

 

♥♥♥

 

“Ahjung-ah…” panggil sang ayah dengan suara lemah.

Gadis itu kemudian berusaha menyembunyikan mata sembabnya dengan kacamata hitam pemberian Baekhyun sebelum lelaki itu pulang tadi.

Waeyo, Appa?”

Ayah Ahjung tersenyum, “Kalau suatu saat nanti, Oppamu menikah, jangan bermanja-manja lagi padanya ya? Kau harus belajar lebih dewasa lagi mulai sekarang.”

Chanyeol? Menikah? Ahjung bahkan tak pernah berpikiran sampai ke arah sana selama ini. ia selalu berpikir, kakaknya itu akan selalu bersamanya sampai kapanpun. Jadi apa yang harus ia persiapkan? Toh, Chanyeol tak pernah bermasalah dengan sifat manjanya.

“Kalau Oppa menikah denganku bagaimana? Apa aku masih tidak boleh bermanja-manja padanya, Appa?”

Sang ayah hanya tertawa, menganggap kalau putri satu-satunya itu sedang bercanda.

Assalamu’alaikum…”

Ahjung berpaling, mendapati Chanyeol yang masuk ke ruang rawat dengan terengah-engah seperti habis berlari dan dengan senyum lebar bahagia.

“Ahjung-ah, bisa kau keluar sebentar? Ada yang ingin kubicarakan pada Appa.” Ucap Chanyeol masih berusaha mengatur nafasnya.

Gadis itu kemudian memandang ayahnya dan mengerti arti senyuman yang terukir di bibir sang ayah. Ia beranjak, meninggalkan Chanyeol berdua bersama ayahnya dalam ruang rawat itu.

Appa… aku sudah menemukan jodohku, wanita yang akan aku lamar dan aku nikahi.”

Tangan Ahjung yang hendak menekan knop pintu seketika bergemetar. Ia tidak salah dengar bukan?

Oppa…” gadis itu berbalik menatap Chanyeol.

“Kau benar-benar akan menikah?”

 

♥♥♥

 

To be continued…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s