[EXO Fanfiction] Special Ramadhan – Different Ours Chapter 5 (Final)

DIFFERENT OURS Chapter 5 (Final)

Untitled-1b

Author : Ayu Nur’asyifa Shafira (ayushafiraa_)

Casts : Jang Chommi as Park Ahjung, Park Chanyeol, Kang Sura as Kim Kira, Byun Baekhyun

Genre : AU, Drama, Religi, Romance, Sad.

Rated : PG-15

Length : Chaptered/Series

Disclaimer : Casts belongs to God and Their real life. This is just my imagination. FF ini dibuat hanya untuk menyambut bulan Ramadhan 🙂 segala kelebihan datangnya dari Tuhan Yang Maha Esa, dan segala kekurangan datangnya dari saya sendiri. Marhaban ya Ramadhan! 🙂

© AYUSHAFIRAA, 2016. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

 

♥♥♥

 

Appa… aku sudah menemukan jodohku, wanita yang akan aku lamar dan aku nikahi.”

Tangan Ahjung yang hendak menekan knop pintu seketika bergemetar. Ia tidak salah dengar bukan?

Oppa…” gadis itu berbalik menatap Chanyeol.

“Kau benar-benar akan menikah?”

Lelaki itu menangkap sorot mata adiknya yang mulai mendung. Ia sungguh tak mengerti, ia membawa kabar bahagia tentang dirinya yang akan segera melamar seorang gadis, lalu kenapa adiknya malah terlihat sedih? Lalu, ia harus menjawab apa?

“Siapa gadis yang beruntung itu, Chanyeol-ah?” tanya sang ayah penasaran.

Chanyeol tak mengalihkan pandangannya dari Ahjung, sepasang mata mereka masih saling bertatapan.

“Namanya Kim Kira, Appa.”

Kim… Kira?

“Ahjung-ah! Park Ahjung!” Chanyeol mengejar Ahjung yang berlari cepat keluar ruang rawat sambil menangis. Lelaki itu terus memanggil meneriakan nama Park Ahjung namun yang dipanggil itu tak mau menghentikan langkah kakinya sampai akhirnya lelaki itu bisa berlari dan menahan lengan Ahjung kuat-kuat untuk meminta penjelasan.

Airmata Ahjung masih berlinang. Saat Chanyeol menatapnya begitu dalam, dada Ahjung terasa semakin sesak. Gadis itu sudah tak peduli lagi dengan apapun yang akan terjadi ke depannya, sungguh, ia benar-benar tidak peduli.

“Aku mencintaimu, Oppa.” Lirih Ahjung di sela tangisannya.

“Cinta?”

“Aku mencintaimu layaknya wanita yang mencintai seorang pria. Aku benar-benar jatuh cinta padamu!”

Chanyeol menatap adiknya tak percaya. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa adiknya itu terlihat begitu terluka karena mencintainya?

“Kita tidak bisa saling mencintai, Ahjung-ah…”

Wae? apa karena kita berbeda? Apa karena kau dan Kira sama, kalian bisa saling mencintai, begitu?” airmata Ahjung terus menetes, sementara Chanyeol terdiam membisu di hadapannya.

“Aku benci… KENAPA TUHAN HARUS MENCIPTAKAN AGAMA KALAU HANYA UNTUK MEMBEDA-BEDAKAN MANUSIA?!”

Ahjung menghapus airmatanya, kemudian menatap kakaknya yang tertunduk.

“Bukankah Tuhan itu Esa?… Lalu kenapa kau dan aku berbeda?”

BREG!

Chanyeol memeluk erat tubuh Ahjung, erat, sangat erat. Wajah lelaki itu dipenuhi rasa bersalah. Kalau saja Tuhan tak mentakdirkan mereka bersaudara dengan agama yang berbeda, mungkin akan lebih mudah rasanya bagi Chanyeol dan Ahjung untuk melalui cobaan ini.

“Jangan salahkan Tuhan, Ahjung-ah. Tuhan memiliki rencana yang lebih indah dari yang pernah kita pikirkan. Kau harus percaya itu.”

“Kau sudah berjanji takkan pernah meninggalkanku… kau sudah berjanji, Oppa.” Ucap Ahjung terisak.

Chanyeol mengelus rambut Ahjung, menenangkannya masih dalam pelukan yang begitu erat.

“Tentu saja… Oppa tidak akan pernah meninggalkan Ahjung…”

“Tapi Appa ingin melihatku menikah dan hidup bahagia, Appa menjadikan pernikahanku sebagai permintaan terakhirnya…” lanjut Chanyeol.

“Kalau begitu menikahlah denganku! Appa hanya ingin melihatmu menikah dan hidup bahagia bukan? Aku… aku berjanji akan menjadi istri yang baik jika Oppa menikahiku!”

Chanyeol menatap mata Ahjung yang terus basah oleh airmata. Cinta benar-benar telah membuatnya buta dan tak mempedulikan segalanya. Melihat airmata Ahjung yang terus menetes, membuat hati Chanyeol terasa seperti teriris perlahan-lahan. Menyakitkan.

“Kenapa Oppa diam saja?” tanya Ahjung yang merasa tak mendapat jawaban dari lelaki itu.

Lelaki itu menunduk, kini gilirannya yang meneteskan airmata.

MianhaeOppa tidak bisa mengabulkan keinginan Ahjung yang itu…” ucap Chanyeol, lirih.

 

♥♥♥

 

Sore itu Baekhyun terlihat masih menemani Chanyeol di kelas. Sudah beberapa hari ini, Baekhyun menemukan sahabatnya itu tak seperti biasanya. Sudah beberapa hari ini pula, Ahjung tak pernah terlihat masuk kuliah. Setelah mendapat paksaan untuk bercerita, barulah lelaki tinggi itu menceritakan semuanya pada Baekhyun, tanpa terkecuali.

Entah kenapa, ini juga masalah yang berat bagi Baekhyun. Baekhyun mencintai Ahjung, tapi kemudian ia tahu kalau Ahjung mencintai Chanyeol namun lelaki yang dicintai Ahjung itu malah akan menikahi gadis lain. Oh ayolah! Baekhyun tak suka hal-hal yang rumit.

“Tinggalkanlah islam, Park Chanyeol.”

“Apa maksudmu?” tanya Chanyeol tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut sahabatnya. Meninggalkan islam? Yang benar saja!

“Kalau kau masuk ke agamaku, kau bisa menikahi Ahjung! Apa kau mau melihat Ahjung terus-terusan mengurung diri di kamar seperti apa yang kau ceritakan padaku barusan, huh?!”

Kini suasana di antara dua sahabat itu berubah menjadi tegang, terutama saat Baekhyun meninggikan volume suaranya.

“Jujur, aku mencintai Ahjung… tapi Ahjung? Dia mencintaimu, Chanyeol-ah! Kumohon… jangan buat dia semakin terluka.”

“Tapi aku tak bisa meninggalkan keyakinanku begitu saja, Baekhyun-ah. Kau yang paling mengerti itu.” ucap Chanyeol yang mulai tak mengerti akan jalan pikiran Baekhyun.

Baekhyun menggendong tasnya, lelah jika harus berdebat dengan sahabatnya sendiri yang sudah pasti tidak akan mau menerima sarannya untuk meninggalkan agama islamnya itu.

“Berdoalah pada Tuhanmu, jangan sampai aku benar-benar membencimu, Chanyeol-ah.”

Chanyeol menatap punggung Baekhyun yang berlalu semakin menjauh. Sahabat setianya itu lebih memilih pergi meninggalkannya sendirian. Lelaki itu beristighfar, meminta ampun kepada Allah atas segala kekhilafan yang pernah ia lakukan. Ternyata bukan hanya cintanya yang sedang diuji, tapi persahabatannya pun tak luput dari ujian-Nya.

 

♥♥♥

 

“Baekhyun-ah?” panggil Chanyeol pada lelaki yang baru saja akan melangkahkan kaki ke pekarangan rumahnya. Benar, saat lelaki itu berpaling, lelaki itu benarlah Byun Baekhyun.

“Jangan salah paham, aku hanya ingin mencoba menemui Ahjung. Tidak ada niat lain selain itu.”

Chanyeol tersenyum,

“Ayo kita masuk bersama-sama.”

Lelaki itu mengajak sahabatnya masuk. Rumah yang lumayan besar itu terlihat sepi dan gelap. Sang ayah yang masih dirawat di rumah sakit, ibunya yang selalu menjaga sang ayah, dan Ahjung yang masih mengurung diri di kamar tanpa mau mengajaknya bicara membuat lelaki itu benar-benar kesepian.

Trek!

Chanyeol menekan saklar untuk menyalakan lampu ruang tengahnya, namun seketika itu pula matanya membulat sempurna.

“Ahjung-ah!”

Baekhyun mendekat ke arah Chanyeol dan mendapati gadis yang dicintainya tergeletak tak berdaya di lantai dengan wajah yang benar-benar pucat. Chanyeol dengan sigap mengangkat tubuh lemah adiknya untuk membawanya ke rumah sakit. Langkah Baekhyun yang hendak mengikuti Chanyeol terhenti saat kakinya menginjak sebuah buku kecil berwarna merah lengkap dengan bolpoin tanpa tutup.

 

♥♥♥

 

Baekhyun melangkah masuk ke ruang rawat Ahjung. Chanyeol terlihat duduk di samping ranjang Ahjung sambil menggenggam erat tangan gadis yang masih terkulai lemah dengan selang infus yang menusuk tangan dan selang oksigen di hidungnya.

“Chanyeol-ah… aku menemukan ini.”

“Nanti saja, Baekhyun-ah.” Ucap Chanyeol tanpa melirik sahabatnya itu sedikitpun. Ia terus memandangi wajah pucat Ahjung dan merasa bersalah karenanya.

“Bacalah… Aku tak sengaja membukanya. Semua tulisan di diary ini berisi tentangmu.” Baekhyun menyimpan buku kecil berwarna merah yang dibawanya di dekat Chanyeol dan melangkah keluar meninggalkan Chanyeol yang terlihat sedang tak mau diganggu.

Buku itu… diary yang Chanyeol berikan sebagai kado ulang tahun untuk Ahjung bulan lalu. Mendengar Baekhyun berkata diary itu berisikan semua tentangnya membuat ia tersenyum tipis.

“Yak, Park Ahjung… cepatlah bangun. Oppa tidak bisa melihat Ahjung seperti ini.”

Di luar ruangan, Kira hanya bisa menatap sedih Chanyeol dari kaca jendela. Bukan hanya Chanyeol yang merasa bersalah akan kondisi Ahjung saat ini, Kira juga. Kira sudah mendengar semuanya dari Chanyeol kalau Ahjung juga mencintai lelaki yang ia cintai.

“Kira-ya…” panggil Baekhyun yang sedaritadi berada di sampingnya.

Kira menoleh,

“Tinggalkan Chanyeol. Relakan Chanyeol untuk Ahjung. Kumohon…”

 

♥♥♥

 

Di taman rumah sakit, Chanyeol menatap Kira yang tertunduk. Baru saja, gadis itu berkata ingin membatalkan rencana pernikahan mereka. Gadis itu masih terdiam dan tak mampu membalas tatapan Chanyeol yang menatapnya begitu dalam. Ada rasa kecewa di mata Chanyeol yang membuat dada Kira terasa sesak hingga tak kuasa menahan airmatanya.

“Aku tidak bisa menikah dengan semua rasa bersalah ini. Bayangan Ahjung yang begitu baik menerimaku menjadi temannya saat pertama kali menjadi siswi baru di kampus itu, membuatku seperti mengkhianati kebaikannya. Aku tidak bisa melanjutkannya, Oppa.”

“Aku bingung. Apa yang harus kukatakan pada ayahku? Ayahku sangat mendambakan pernikahan ini. Tapi apa dayaku kalau kau tetap tidak bisa menjadi pengantinku?” lelaki itu tersenyum pahit. “Aku tidak apa-apa.”

Mianhae…”

Drrrtt… drrt… drrrtt… drrt… ponsel dalam saku celana Chanyeol bergetar mendapat sebuah panggilan.

‘Byun Baekhyun’

Yeoboseyo?”

“…”

MWO?!”

Lelaki itu bangkit dari duduknya dan berlari secepat yang ia bisa meninggalkan Kira yang kebingungan. Baekhyun baru saja memberitahunya tentang kondisi Ahjung yang memburuk. Merasa ada yang tidak beres, gadis berhijab itu pun memutuskan untuk berlari mengikuti Chanyeol.

Ruangan putih itu memperlihatkan dokter dan para perawat yang sibuk berkutat dengan alat-alat medis yang sekiranya dapat membuat kondisi pasien berumur 20 tahun itu kembali normal.

Airmata Chanyeol menetes membasahi pipinya saat melihat Ahjung harus berjuang dengan segala kesakitan yang dirasakan gadis itu. Chanyeol menggenggam erat tangan Ahjung, berusaha memberi kekuatan pada adiknya untuk bertahan. Sementara di luar ruangan, Baekhyun dan Kira tak sanggup lagi menahan airmata mereka melihat kondisi Ahjung yang terus memburuk.

Oppa…” lirih Ahjung ditengah perjuangannya menahan sakit.

Oppa di sini, Ahjung tidak usah khawatir. Oppa tidak akan pernah meninggalkan Ahjung.“ Chanyeol membelai rambut adiknya dan menunjukkan senyuman tulus di sela airmatanya yang terus berlinang.

“Ahjung mencintai OppaOppa jangan menangis…”

Chanyeol membantu tangan Ahjung untuk menyentuh wajahnya. Gadis itu tersenyum seraya mengusap airmata Chanyeol. Suara gadis itu kini terdengar sayup-sayup, butuh jarak dekat bagi Chanyeol untuk mendengarnya.

“Sya…hadat.” pinta Ahjung.

Lelaki itu lantas mendekatkan mulutnya ke telinga Ahjung sembari berusaha mengontrol airmata yang seolah tak mau berhenti menetes.

Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah.” Ucap Chanyeol diikuti lirihan Ahjung mengucap dua kalimat syahadat.

Ahjung tersenyum, matanya perlahan menutup seiring dengan bunyi alat pendeteksi detak jantung yang menunjukkan garis lurus. Lelaki itu menciumi wajah sang adik dari kening hingga dua kelopak matanya. Ramadhan kali ini untuk pertama kalinya sejak 20 tahun, Chanyeol kembali kehilangan separuh jiwanya.

Oppa juga mencintai Ahjung…”

 

♥♥♥

 

Mata sembab Chanyeol terus menatapi buku kecil berwarna merah dalam genggaman tangannya. Lelaki itu duduk bersandar di tempat tidur Ahjung. Semua kenangannya bersama sang adik terus terputar bagai kaset kusut dalam memori otaknya. Kini, tak ada lagi yang merengek minta ditemani belajar. Tak ada lagi yang akan menunggu kepulangannya di dalam kelas seorang diri. Tak akan ada lagi yang bergelayut manja di lengannya dengan senyuman manis setiap harinya. Tidak akan ada lagi.

1439639406196

Untuk pertama kalinya, Chanyeol membuka diary sang adik. Halaman pertama diary itu dibuka dengan sebuah gambar yang Ahjung gambar dengan tangannya sendiri, menekankan bahwa buku itu adalah diary milik Park Ahjung yang merupakan hadiah dari kakak tersayangnya Mei 2016 lalu.

boy_girl_sad_sunset_sea-2013_Anime_HD_Wallpaper_medium

June 4th, 2016

Ketika pagi menyongsong, fajar itu menyapaku…

Ketika siang menjelang, mentari itu setia menghangatkanku…

Ketika senja mulai terbenam di ufuk timur, bulan itu yang siap menerangi gelap malamku…

Kau adalah fajar itu, kau adalah mentari itu, kau adalah bulan itu…

Semua itu, adalah dirimu…

sad-animes-anime-pictures-3616565-500-375

June 6th, 2016

Kita berasal dari Tuhan yang sama, Tuhan yang maha pencipta. Lalu kenapa saat cara kita menyembah Tuhan berbeda, semuanya menjadi terasa mustahil untuk kita lakukan?

Aku mencintaimu karena Tuhanku yang memberi rasa cinta ini, lalu, salahkah aku ketika aku menyadari perbedaan kita tapi aku tetap melanjutkan semuanya?

Menyadari kau tak pernah mempermasalahkan perbedaan kita, aku bahagia…

Kita tak perlu beradu argumen tentang keyakinan siapa yang paling benar…

Kita tetap hidup berdampingan tanpa masalah yang berarti…

Tapi, melihatmu menyimpan perhatian pada orang lain selain diriku, itu membuatku takut…

Takut jika perhatian itu bukan hanya sekedar perhatian…

Takut jika kau meninggalkanku karena lebih memilihnya…

Haruskah kukenakan kain penutup kepala agar kau memilihku lagi?

Haruskah aku membawa kitab yang sama seperti yang selama ini kau bawa agar kau tak berpaling pada orang lain?

Haruskah?

 dont-let-me-go-sad-anime-love-37740244-500-529

June 10th, 2016

Aku sedih, saat semua orang berkata, kita berbeda. Karena kita berbeda, kita tak pantas untuk bersatu. Karena kita berbeda, kita tak seharusnya saling mencintai. Lalu apalagi selanjutnya? Saking banyaknya perkataan mereka, aku sampai lelah mendengarnya.

Lelaki di dunia ini memang banyak, tapi kau… kau satu-satunya yang dapat menyentuh hatiku. Aku harus bagaimana? Apa yang harus kulakukan ketika aku tahu bukan aku satu-satunya yang ada di hatimu. Ada orang lain, yang lebih menarik perhatianmu ketimbang diriku. Tuhan menciptakan semuanya berpasang-pasangan, aku dan kau, tapi kau dengan dia… apa maksudnya itu? sungguh, aku tak mengerti.

 df70275bf85bbd0ffbc778328aed9d10

June 20th, 2016

Jika Tuhan menciptakanmu untukku, lalu kenapa harus ada dia? kenapa dia harus ada di antara kita?

Tidak, bukan dia yang salah dan aku tak pernah bermaksud menyalahkannya. Tapi dia yang datang saat aku sedang bahagia bersamamu, aku benci itu! aku membencinya tapi bukan berarti aku menyalahkannya. Aku membencinya dan menyalahkan diriku sendiri yang telah mengantarkannya padamu! Aku yang bodoh! Maafkan aku…

 2cerz3t

June 21st, 2016

Bersamamu kulewati lebih dari seribu malam,

Bersamamu, yang kumau, namun kenyataannya tak sejalan…

Tuhan, bila masih kudiberi kesempatan, izinkan aku untuk mencintanya…

Tuhan, bila waktu dapat kuputar kembali sekali lagi untuk mencintanya…

Namun bila waktuku telah habis dengannya,  biarkan cinta ini hidup untuk sekali ini saja…

Airmata Chanyeol seketika saja kembali tumpah. Ahjung mencintainya dan ia malah mencintai gadis lain. Ia merasa benar-benar bodoh karena tak mampu membalas ketulusan hati adiknya yang mencintanya lebih dari sekedar cinta adik pada kakaknya.

“Ya Allah… tolong kembalikan Ahjung-ku. Sekali lagi saja… aku ingin mencintainya seumur hidupku.”

park ahjung to park chanyeol

 

-END-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s