[EXO Fanfiction] Kissing Scene

KISSING SCENE

7b24b586fd3632c4143c0ffd09fa07da

Author : Ayu Nur’asyifa Shafira (ayushafiraa_)

Casts : Byun Baekhyun, Kim Yoojung as Kim Yoora, ft. Choi Soojin

Genre : Hurt/Comfort, Romance

Rated : PG-15

Disclaimer : Story is mine, Casts belongs to God and Their real life. Inspired by Chanyeol’s kissing scene ‘accident’ in So I Married an Anti-Fan Movie and EXO-L’s responses abt dat fact.

Story before – 선물 (Gifts)

 

Kissing? You are a professional at that.

Fake smiling? I’m a professional at that.

 

•••

 

―July, 2014.

 

Gadis berambut panjang yang mengikat rambutnya dengan sangat rapi sore ini terlihat datang ke sebuah teater. Antrean di teater itu tampak penuh sesak, semua orang rupanya tak ingin melewatkan sebuah teater musikal berjudul ‘Singin’ in The Rain’ di mana kekasih gadis itu ikut andil bermain peran di dalamnya.

Gadis itu, Kim Yoora, jelas tak perlu berdesak-desakan hanya untuk mendapat sebuah tiket. Byun Baekhyun, member EXO yang bermain dalam musikal ini yang tak lain adalah kekasihnya, sudah pasti memberinya akses gratis untuk menonton. Meski, belum ada orang lain yang tahu tentang hubungan spesial mereka selain member EXO lainnya, ia senang.

Yoora duduk manis di bangku paling depan. Sengaja, agar Baekhyun melihat kalau ia benar-benar memenuhi janjinya untuk datang.

Akhirnya, setelah lumayan lama menunggu, teater musikal itupun dimulai. Sepanjang jalan cerita, penonton dibuat tertawa geli dengan kekonyolan Baekhyun, si pemeran utama dalam musikal ini. pengaturan cahaya, efek suara, serta efek air yang dibuat seolah-olah seperti hujan itu membuat para penonton berdecak kagum. Sementara itu, Yoora tak peduli dengan yang lain-lainnya, fokusnya hanya tertuju pada Byun Baekhyun seorang.

Yoora memberikan senyuman lebarnya pada lelaki itu ketika tatapan mereka baru dipertemukan setelah hampir setengah durasi musikal berjalan. Lelaki itu memperlihatkan reaksi yang sama. Namun, senyuman lebar Yoora seketika harus memudar.

hqdefault

Baekhyun mencium gadis itu… bahkan tepat setelah tersenyum padanya. Entah kenapa, Yoora ingin sekali langsung melangkah keluar. Tapi ia hanya duduk tertahan di bangkunya dengan tangan yang terus meremas ujung roknya. Ia tidak menangis, juga tidak menatap sebal ke arah pasangan settingan di panggung itu. ia hanya menatap kosong ke depan, tanpa ekspresi.

 

•••

 

Chagiya~ Neo eodiga? Bogoshipeo~ 😦 (Sayang~ kau di mana? Aku merindukanmu~ :()

Baekhyun mengirimkan pesan bernada manja itu pada kekasihnya via aplikasi khusus chat yang sedang booming di Korea. Kekasihnya itu membaca pesannya, namun tak membalas apapun sama sekali. Tidak biasanya Yoora seperti ini.

Aku akan ke rumahmu~

Tidak perlu, aku sedang tidak ada di rumah.’ Balas Yoora cepat. Baekhyun menghembuskan nafasnya kasar, kekasihnya pasti sedang cemburu karena adegan ciumannya bersama Choi Soojin di musikal tadi.

Tanpa mengirim pesan lagi, lelaki itu langsung menyambar kunci mobilnya dan berpamitan pada semua kru yang telah membantunya hari ini untuk pulang lebih dulu. Choi Soojin, gadis yang dicium Baekhyun di panggung tadi itu menahan lengannya, menghambat langkah kaki Baekhyun untuk keluar gedung teater.

“Kau mau ke mana, Baekhyun-ah? Kelihatannya buru-buru sekali.” Tanya kakak dari Sooyoung Girls’ Generation itu pada Baekhyun.

“Aku ada keperluan mendesak, Nuna. Tidak apa-apakan kalau aku pulang lebih dulu?”

Gadis itu terlihat berpikir, Baekhyun menggeram dalam hati ‘Lama sekali… Istri Byun Baekhyun pasti tidak akan mengijinkan suaminya masuk rumah malam ini.

“Sebenarnya aku tidak mengijinkanmu, tapi sepertinya kau benar-benar buru-buru. Hati-hati di jalan, Baekhyun-ah.”

Lelaki itu hanya tersenyum paksa untuk membalas kata-kata Soojin. Tanpa ba-bi-bu, ia langsung tancap gas menuju rumah ‘istri’ tersayangnya yang sedang marah itu.

Yoora menutup kepalanya dengan bantal. Kesal sekali rasanya. Tidak di TV, tidak di media sosial, semuanya ramai membicarakan adegan ciuman Baekhyun. kalau saja mereka tahu bahwa yang ia pernah lakukan bersama Baekhyun  lebih dari itu, mungkin hallyu world seketika akan ditelan gempa bumi-_-

“Baru mencium kening saja sudah heboh!” umpat Yoora dibawah bantal.

Baekhyun terkekeh di ambang pintu kamar gadisnya. Tawa horornya itu sukses membuat bulu kuduk Yoora berdiri semua. Gadis itu bangkit dan memperlihatkan senyuman palsunya di depan Baekhyun.

Meski baru setahun menjalin kasih asmara bersama, sudah tidak ada lagi yang namanya privasi diantara mereka. Itulah kenapa Baekhyun bisa dengan mudahnya masuk ke rumah Yoora yang memang tinggal sendirian. Password? Sudah diluar kepala.

“Rupanya kekasihku ini sudah pandai berbohong~”  Baekhyun mencubit gemas hidung Yoora hingga memerah. Yoora masih tersenyum saja.

“Ahh~ aku lelah sekali hari ini.”

Baekhyun membanting tubuhnya ke ranjang Yoora sambil sesekali mengintip reaksi kekasihnya yang nyatanya tetap tak berubah.

“Kemarilah, Chagiya!” lelaki itu menepuk-nepuk pahanya. Ini adalah salah satu dari beribu cara Baekhyun memanjakan gadisnya. Yoora yang mengerti kemudian naik ke ranjangnya dan menidurkan kepalanya di atas paha Baekhyun.

Baekhyun meraih ponsel Yoora di atas laci dan mengotak-atiknya dengan baik tanpa sepengetahuan gadis itu. Ia tertegun. Riwayat selancar internet Yoora berisi semua tentang adegan ciumannya bersama Choi Soojin.

“Beruntung sekali rasanya menjadi Kathy Seldon. Gadis yang diimpi-impikan Don Lockwood. Don, tidak mungkin juga melirik ke arah bangku penonton bukan? Semua perhatian Don hanya tertuju pada Kathy. Aku iri sekali padanya.” Gumam Yoora.

“Kerja bagus, Oppa.” Yoora tersenyum menatap Baekhyun, “Kau sangat profesional.”

Lelaki itu dapat melihat jelas bibir kekasihnya yang sedikit bergetar saat tersenyum. Gadisnya itu sepertinya memang hebat sekali menyembunyikan kesedihannya.

“Berhenti tersenyum seperti itu, Chagi.”

Wae?” tanya Yoora, tenggorokannya tercekat.

“Aku memang menyukai senyumanmu, tapi bukan senyuman palsu seperti itu.” jawab Baekhyun yang langsung membuat Yoora bangkit dari posisi tidurnya. Gadis itu menatap Baekhyun yang juga bangkit dari posisinya semula dengan mata berair.

“Lalu? Apa aku harus selalu melakukan hal yang kau sukai? Kau pikir aku menyukai adegan ciumanmu bersama gadis lain huh? Tidak! Aku sama sekali tidak menyukainya!” airmata Yoora menetes.

“Mungkin kau sangat profesional dalam hal berciuman, dan aku… sangat profesional dalam mengukir senyuman palsu.”

Tangan Baekhyun menahan tangan Yoora yang hendak pergi meninggalkannya, namun tanpa disangka ternyata gadis itu lebih memilih menepis tangan Baekhyun yang menahannya.

Chagiya…” panggil lelaki itu yang kini hanya mampu menatap punggung kekasihnya yang bergetar.

Baekhyun merengkuh tubuh mungil kekasihnya dari belakang dan tersenyum mengerti. Tidak mungkin juga Kim Yoora akan semarah ini padanya kalau alasannya marah bukan karena cinta. Baekhyun sangat yakin, Yooralah satu-satunya yang telah Tuhan takdirkan untuknya.

“Mungkin Kathy Seldon memang gadis impian Don Lockwood, tapi Kathy Seldon bukanlah gadis impian Byun Baekhyun.” ucap lelaki itu dengan nada yang sangat lembut, sementara Yoora masih terisak pelan dalam pelukan hangatnya.

“Karena bagi Byun Baekhyun, satu-satunya gadis yang pantas Byun Baekhyun impi-impikan hanyalah…” Baekhyun menggantung kata-katanya. Ia lalu memutar tubuh kecil kekasihnya agar menghadap ke arahnya. “Gadis yang ada di hadapannya sekarang.”

Mendengar itu, Yoora diam-diam tersenyum, pipinya merona. Apalah Kim Yoora jika harus dihadapkan pada lelaki tampan yang terkadang bisa menjadi sangat menyebalkan ini. Ia akan selalu kalah.

“Yang kulakukan di atas panggung teater tadi, tidak lebih dari adegan yang dicantumkan di naskah. Bahkan kalau kau mau tahu, di naskah itu seharusnya Don mencium Kathy di bibir, bukan di keningnya. Kyuhyun Hyung pun mencium bibir Sunny Nuna sungguhan.”

Yoora kembali manyun dan mendelik,

“Lalu Oppa menyesal karena tidak mencium Choi Soojin di bibir eoh? cih, seharusnya kau langsung saja beradegan ranjang dengannya.”

Baekhyun menggeleng, “Ani, aku sama sekali tidak menyesal.”

Jemari lelaki itu menyentuh dagu Yoora, tersenyum sembari memberikan sentuhan lembut ibu jarinya pada bibir lembab Yoora. “Jika saja bibir ini yang ada dihadapanku saat itu, mungkin aku tidak akan pernah berpikir dua kali untuk menciumnya.”

Bibir mereka bertemu, saling melumat lembut tanpa ada paksaan sama sekali. Di sela-sela ciuman itu, mereka sempat-sempatnya saling bertatap sekejap dan mengukir senyum sebelum akhirnya kembali larut dalam tautan lidah mereka yang semakin lama semakin dalam saja.

 

•••

 

Yoora dan Baekhyun duduk bersama di sebuah ayunan yang ada di balkon kamar gadis itu. Baekhyun menggunakan lengannya yang lumayan panjang untuk menjadi bantalan Yoora bersandar. Menikmati waktu bersama Baekhyun dengan menatap luasnya langit malam yang diterangi sinar bulan malam itu, Yoora sudah merasa cukup.

“Eoh? Oppa! Lihat itu! Ada bintang jatuh! Ayo kita buat permohonan!”

Lelaki itu tertawa kecil saat melihat kekasihnya terlihat sangat bersemangat membuat permohonan pada bintang jatuh. Mereka berdua merapatkan kedua tangan mereka dan mulai memohon dalam hati dengan mata terpejam.

“Apa permohonanmu kali ini, Chagi?”

“Aku ingin uang jajanku bertambah, jadi aku bisa membeli segala macam yang kubutuhkan. Aku sangat ingin membeli mantel bulu untuk musim dingin nanti.” Jawab Yoora dengan wajah berseri-seri.

“Kalau Oppa sendiri? Oppa membuat permohonan apa?” kini gilirannya yang penasaran akan permohonan Baekhyun.

Baekhyun menyunggingkan senyumannya,

“Apa ya? Hmmm… aku lupa dengan permohonanku sendiri hahaha.”

Mwoya!”  Yoora memukul pelan dada Baekhyun sampai terdengar bunyi ‘Buk’ dan rintihan pura-pura lelaki itu.

Yoora mengambil cermin ukuran sedangnya dan mulai mengamati wajahnya lewat pantulan cermin. Baekhyun tersenyum, gadisnya itu rela kembali berdandan agar tetap terlihat cantik di depannya. Padahal, Kim Yoora yang tanpa make up pun, Baekhyun akan tetap cinta.

Chagi…”

Waeyo?” tanya Yoora pada Baekhyun.

“Boleh kupinjam cerminmu?”

Gadis itu mengerenyitkan dahinya, “Untuk apa?”

Baekhyun merebut cermin dari tangan Yoora dan menyembunyikan cermin itu dibelakang tubuhnya. Lelaki itu menatap sang gadis seraya menahan senyum.

“Kau tahu cermin ajaib yang ada di dongeng Putri Salju?”

Yoora mengangguk, “Tentu saja, lalu?”

“Akan kubuktikan padamu kalau cermin ajaib itu benar-benar ada dalam dunia nyata.”

“Cermin, cermin ajaib~ katakanlah siapa gadis tercantik di negeri ini~” ucap Baekhyun sambil menunjukkan cermin yang tadi disembunyikannya dan menggerak-gerakannya dengan arah memutar. Jelas, cermin itu memantulkan wajah kekasihnya.

“Kim Yoora~ Dialah gadis tercantik di negeri ini, Baekhyun-ah~” lelaki itu mengubah suaranya menjadi lebih berat, hal itu sukses membuat Yoora tertawa menahan geli akan tingkah konyol kekasihnya yang sepertinya tidak sadar umur.

“Cermin, cermin ajaib~ katakanlah siapa gadis yang Byun Baekhyun cintai dan yang akan menjadi istri Byun Baekhyun di masa depan~” lanjut Baekhyun.

Chagiya, bisakah kau lihat siapa gadis yang diperlihatkan cermin ini?”

Sebuah senyuman merekah di bibir Yoora. Sungguh, ia sangat menyukai setiap tingkah bodoh Baekhyun yang selalu bisa membuat pipinya merah merona seperti sekarang ini.

“Cermin itu tetap memperlihatkan wajah gadis tercantik di negeri ini. lalu bagaimana? Apa cermin ajaibnya rusak?”

“Tentu saja tidak! Itu berarti, gadis yang kucintai dan yang akan menjadi istriku di masa depan adalah gadis tercantik di negeri ini.” Jelas Baekhyun, pipi Yoora semakin merona. “Dan gadis itu adalah dirimu, akan selalu dirimu, Chagi.”

Lelaki itu menyimpan cermin gadisnya di tempat semula. Dengan gerakan tangan yang pasti, ia menarik tengkuk gadisnya hingga menyisakan sedikit jarak di antara wajah mereka berdua.

“Sepertinya sekarang aku sudah bisa mengingat permohonanku pada bintang jatuh tadi. Apa kau masih ingin tahu apa yang kuharapkan?”

Gadisnya mengangguk. Senyuman manis Baekhyun pun mengembang.

“Bagaimanapun… aku menginginkanmu yang menjadi pendamping hidupku di masa depan. Aku tidak menginginkan gadis lain lagi. aku ingin menghabiskan masa tuaku bersamamu, bersama anak dan cucu-cucu kita nanti. Jadi, kumohon tetaplah bersamaku. Kumohon, tetaplah cintai aku seperti saat pertama kali kau merasakan jatuh cinta. Aku mencintaimu, Chagiya.”

Yoora membalas senyuman Baekhyun, “Aku juga mencintaimu, Oppa.”

Chu! Baekhyun mengecup lembut bibir gadisnya.

“Aku sangat mencintaimu…” ucap Baekhyun.

Lelaki itu kembali meraup bibir Yoora, melumatnya dengan lembut sambil sesekali memainkan lidahnya dalam ciuman mesra itu. Yoora menyukainya, Yoora menyukai setiap perlakuan Baekhyun padanya, Yoora menyukai ini.

“Aku mencintaimu lebih dari kata ‘sangat’.”

 

•••

 

wRj4h28QO7--

“YAK, BYUN BAEKHYUN! APA YANG KAU LAKUKAN PADA WALLPAPERKU?!” teriak Yoora dari atas tempat tidurnya yang seolah bernafsu memecah gendang telinga Baekhyun yang sedang bernyanyi-nyanyi tak jelas di kamar mandi.

Wallpaper ponselnya menunjukkan penampakan makhluk edisi terbatas dengan baju handuk yang menutupi tubuhnya sedang berpose ‘sok seksi’ disertai caption yang membuat matanya sakit.

Waeyo, Chagiya?”

Lelaki itu keluar dari kamar mandi masih dengan baju handuknya tapi kini dengan rambut yang basah-basah seksi-_-

Oppa tidak seksi sama sekali eoh!”

Aigoo~ aigoo~ aigoo~ bukannya tadi malam kau sudah melihatnya sendiri? Kau bahkan memujiku berulang kali! Kau lupa?”

BLUSH! Gadis itu mengedip-ngedipkan matanya cepat, pipinya sudah seperti kepiting rebus sekarang. Otaknya masih berpikir keras, mencoba mencerna satu persatu perkataan sang kekasih. Tadi-malam-kau-melihatnya-sendiri.

Mwomwomwoya?! Kapan aku pernah me-melihat h-ha-hal yang porno seperti it-itu?” Yoora sampai tergagap-gagap.

Baekhyun tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Kim Yoora, sementara yang ditertawainya itu hanya menatapnya bingung.

“Hal porno? Aku hanya bercanda, Chagi. Tapi melihat reaksimu yang seperti itu, sepertinya kau benar-benar ingin melihatnya. Mau kuperlihatkan sekarang?” tangan lelaki itu bersiap membuka ikatan tali baju handuknya dan…

.

.

.

BLUSH!

“YAK, BYUN BAEKHYUN! CEPAT PAKAI BAJUMU ATAU KITA PUTUS!”

 

-FIN-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s