[EXO Fanfiction] BATHROOM -Final Chapter : Heaven (2) END

BATHROOM

←Previous Chapter : Heaven (1)

― Final Chapter : Heaven (2) ―

Author : Ayu Nur’asyifa Shafira (@ayushafiraa_)

Cast : Bae Joohyun as Irene, Byun Baekhyun, Oh Sehun, Aleyna Yilmaz as Byun Yena

Genre : AU, Gore, Kidnapping, Romance, Sad, Sadism.

Rated : R / PG-17

Length : Chaptered/Series

Disclaimer : Casts belongs to God and their real life. Inspired by ‘ROOM’ Movie. Sebenernya belum nonton filmnya sih-_- Cuma ya udah tau garis besar ceritanya aja, jadi terinspirasi 😀 Selebihnya hanya bagian dari imajinasi/khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan dramatis cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

© AYUSHAFIRAA, 2016. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

 

***Selama final chapter, kalian bisa memutar lagu ‘Lee Hi – My Love’ dengan mode repeat / diulang-ulang 🙂

 

Because I love you more than anything you knows…

.

.

.

Aku selalu memperhatikanmu dari kejauhan

Karena dirimu terlihat seperti cintaku

Aku pikir kau merasakan rasa yang sama

Meskipun kau melihat ke arah lain…

***********************

Suara tangisan bayi di malam yang dingin itu mengusik mimpi indah pasangan muda yang baru saja menikah sekitar setengah tahun yang lalu itu. Keduanya yang memiliki keyakinan bahwa suara itu benar-benar suara tangisan seorang bayi pun keluar dari rumah mewah mereka dan menemukan seorang bayi yang masih merah tergeletak begitu saja di depan pintu rumah mereka tanpa tahu siapa sebenarnya orang tua yang tega meninggalkan bayinya di rumah itu.

Rasa memiliki tanggung jawab yang besar terhadap bayi itu mendorong mereka untuk mengadopsi dan menjadikan bayi kecil berjenis kelamin perempuan itu sebagai anak angkat mereka. Mereka memberi nama bayi kecil itu Byun Joohyun.

“Yeobo, di mana kau menyimpan dot Joohyun eoh? aku tak menemukannya! Sepertinya Joohyun lapar!” ucap sang suami pada istrinya yang sedang sibuk berdandan.

“Kalau aku tak salah ingat, aku menyimpannya di… mana ya? Aku lupa!” balas sang istri menertawai kealpaannya sendiri.

“Aish! Sepertinya aku harus menciummu dulu agar kau bisa ingat!” chu!

Kehadiran Joohyun memberikan mereka kebahagiaan yang lebih dari sebelumnya. Mereka tak pernah menganggap Joohyun sebagai anak angkat mereka dan selalu memberikan Joohyun kasih sayang tak berujung. Kebahagiaan mereka akhirnya bertambah lengkap dengan kelahiran putra kandung mereka yang diberinama Byun Baekhyun, sekitar satu setengah tahun setelah mereka mengadopsi Joohyun.

Joohyun dan Baekhyun tumbuh bersama dalam satu keluarga yang penuh cinta. Baekhyun yang memang sedikit nakal selalu saja menunjukkan rasa cintanya pada sang kakak dengan cara yang berbeda, bagi Baekhyun, tak ada hari tanpa mengganggu seorang Byun Joohyun. Justru, pertengkaran kecil yang begitu sederhanalah yang dapat menyatukan kakak beradik ‘tak sedarah’ ini.

“Eomma…” panggil Joohyun pada sang ibu yang duduk di kursi mobil depan bersama sang ayah yang sedang menyetir.

“Kalau aku sudah besar, aku ingin menjadi model terkenal bagaimanapun caranya!”

“Kenapa Nuna tiba-tiba ingin menjadi model? Difoto saja jarang!” ucap Baekhyun lalu mengemut permen lolinya dengan wajah tanpa dosa.

“Yak! Awas saja kalau nanti kau jatuh cinta padaku! Aku tidak akan mau menerima cintamu!”

“Sudah! Sudah! Kalian ini kenapa ribut terus sih? Adik kakak kan seharusnya saling menyayangi!” ujar sang ibu menasehati.

Ayah mereka kemudian tersenyum,

“Uri Joohyun-ie pasti akan sangat cantik jika sudah besar nanti. Apa Uri Baekhyun-ie yakin tidak akan jatuh cinta pada Nuna eoh?”

Baekhyun kecil berpaling menatap kakaknya lekat-lekat, “Kalau nanti Nuna benar-benar menjadi terkenal, aku akan ada di barisan terdepan sebagai penggemarmu!”

“Kau janji?” Joohyun mengacungkan kelingkingnya. Kelingking Baekhyun pun menyambut kelingking sang kakak dan saling menautkan kelingking mereka satu sama lain. “Janji!”

.

.

.

Suasana jalannya sidang kasus penculikan model kenamaan Korea Selatan terlihat berjalan tertib. Byun Baekhyun terlihat duduk di bangku terdakwa dengan wajah yang terus tersenyum ke arah putri kecilnya, Yena, yang duduk di barisan depan bangku peserta sidang bersama Irene, wanita yang 5 tahun lalu berhasil memperjuangkan kelahiran darah dagingnya di kamar mandi tempat ia mengurung wanita itu.

Eomma, kenapa banyak yang mengatakan kalau Appa adalah orang jahat?” tanya Yena pada ibunya. Namun sang ibu tak menjawabnya sama sekali. Irene sibuk memperhatikan jalannya sidang yang hampir mendekati pengambilan keputusan hukuman yang akan dijatuhkan kepada penculiknya yang entah sejak kapan menjadi lelaki yang ia cintai.

“Atas kasus pembunuhan berencana yang menghilangkan 8 nyawa, serta kasus penculikan, penyekapan, kekerasan seksual pada korban saudari Bae Irene yang akhirnya membuat korban terpaksa mengandung dan melahirkan seorang anak. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan juga tuntutan dari jaksa penuntut umum, kami putuskan terdakwa dijatuhi hukuman mati!” Hakim mengetuk palunya tiga kali.

Irene menutup telinga putrinya, sementara Baekhyun di sana terus menunjukkan senyuman bak malaikat yang seolah berkata ‘Aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku.’.

Airmata Irene menetes membasahi pipinya, tak kuasa menerima kenyataan pahit bahwa dirinya tak bisa mewujudkan mimpi indahnya untuk membangun keluarga kecil yang bahagia seperti keluarga-keluarga pada umumnya bersama Byun Baekhyun.

“Yena-ya…” panggil Irene lirih.

Ne, Eomma?”

“Sepertinya kita harus terbiasa hidup berdua. Appa mungkin tidak akan bisa bersama kita lagi.” jelas Irene, entah putrinya yang masih berumur 5 tahun itu mengerti atau tidak.

Waeyo?” tatapan polos itu semakin membuat batin Irene terluka.

“Hanya… tidak bisa.”

.

.

.

Irene menepis kasar tangan Sehun yang menahannya. Wanita itu sudah benar-benar muak pada segala sesuatu yang berhubungan dengan Oh Sehun. Ia ingin, ingin sekali mengeluarkan kata-kata kasar dari mulutnya, menghardik Oh Sehun yang telah mengatur hidupnya menjadi penuh airmata.

“Dengarkan aku dulu, Irene-ah!”

“Apa lagi?! apa lagi yang harus kudengarkan dari mulut lelaki jahat seperti dirimu?!” tatap Irene tajam dengan bulir airmata yang siap jatuh kapan saja dari pelupuk matanya.

“Cukup! Hentikan! Aku ingin mengakhiri semuanya saat ini juga! Aku tidak ingin berhubungan lagi denganmu! Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi!”

“Tunggu!”

Sehun menghela nafasnya, “Aku tahu kau akan seperti ini, membenciku. Tapi…” lelaki itu menggantungkan kata-katanya, mengambil sepucuk surat yang ia selipkan di saku bagian dalam jas hitam yang ia kenakan.

“Kapanpun kau sempat, bacalah suratku. Jangan buang surat ini hanya karena kau membenciku.” Lanjut Sehun lalu memberikan surat itu pada Irene. Irene dengan ragu-ragu menerimanya.

“Aku ingin kau membacanya, dan sebagai balasannya, aku tidak akan pernah memberanikan diriku untuk muncul di kehidupanmu lagi setelah ini. Terimakasih, Bae Irene.”

.

.

.

Seperti angin, seperti debu

Aku tidak bisa menyentuhmu, aku tidak bisa melihatmu…

***********************

Wanita yang baru saja memotong rambutnya menjadi sepundak dan mengecatnya kembali dengan warna hitam itu menuntun putri kecilnya berjalan berdampingan memasuki ruangan yang akan mempertemukannya dengan narapidana hukuman mati yang akan menghadapi hari eksekusi yang tinggal menghitung hari. Putri kecilnya tampak riang, berniat memberitahu ayahnya tentang rumah baru yang mereka tempati. Rumah baru mereka itu tak lain adalah rumah ibu Irene ―istri Detektif Terrance yang mulai tinggal sendirian sejak kematian suaminya.

Appa!”

Baekhyun, terpidana hukuman mati kasus pembunuhan berencana, penculikan, penyekapan, serta pemerkosaan itu tersenyum lebar setelah melihat putri kecilnya melambaikan tangan dengan wajah ceria. Di samping putri kecilnya itu, Irene, wanita yang sangat ia cintai duduk menunduk tak kuasa mengangkat kepala untuk bertatapan dengannya.

“Yena-ya, apa Yena makan dengan baik, hm?”

Kaca yang membatasi antara ayah dan anak itu seolah tak ada lagi. Yena terlihat menikmati waktu kebersamaannya dengan sang ayah tanpa tahu kalau ini adalah saat terakhir ia bisa bertemu ayahnya sebelum eksekusi yang melanggar hak manusia untuk hidup itu dilakukan.

Appa! Eomma dan Yena baru saja pindah ke rumah baru! Ingat! Rumah baru! Jangan sampai nanti Appa salah masuk rumah ya!” Ucap Yena penuh semangat.

“Oh, benarkah? Pasti rumah barunya bagus sekali.” Sahut Baekhyun dengan binar bahagia.

“Yena akan memberikan alamat rumah barunya pada Appa, chakkaman!”

Putri kecil itu menadahkan tangannya pada Irene, Irene yang mengerti lantas mengambil sebuah foto dari tasnya. Foto Yena yang menunjukkan betapa bahagianya ia saat dipotret sendiri oleh ayahnya beberapa hari sebelum hari penangkapan itu terjadi.

“Ini, Appa!”

Baekhyun tersenyum sebelum akhirnya membalik foto yang diterimanya.

‘Rumah baru Yena, Eomma, dan Appa ^_^ -> Jalan xxx No. 506 Daerah xxx Seoul, Korea Selatan. Kode pos xxx.’

Senyuman lelaki itu memudar, perlahan tapi pasti airmatanya tumpah membasahi pipinya. Yena masih berharap ayahnya bisa pulang dan kembali bermain dengannya, tapi ayahnya bisa apa? Apa yang bisa Baekhyun katakan agar putrinya mengerti bahwa mereka tidak bisa lagi mengulang cerita yang sama?

Appa waeyo? Kenapa menangis?” tanya Yena bingung. Baekhyun buru-buru menghapus airmatanya.

Appa senang sekali Yena memberitahu alamatnya, jadi Appa tidak akan takut salah masuk rumah nanti.” Ucap Baekhyun dengan sebuah senyuman paksa di bibirnya.

Alarm merah tanda waktu kunjungan mereka sudah habis pun berbunyi. Petugas yang berjaga pun bergegas masuk untuk mempersilakan Irene dan Yena menyudahi waktu pertemuan mereka dengan sang narapidana.

“Ayo kita pulang, Yena-ya. Waktunya sudah habis.” Ajak Irene.

Raut wajah Yena berubah menjadi sedih, ia masih ingin bersama-sama dengan ayahnya yang sudah lama sekali tak pulang ke rumah mereka.

“Yena… tidak usah sedih ya? Appa pasti akan cepat pulang! Appa janji Appa akan datang menemui Yena dan tinggal bersama Yena lagi! Nanti kita bisa bermain bersama eomma di taman bermain! Yena ingin ke sana kan?” ucap Baekhyun.

Airmata Irene ikut tumpah bersamaan dengan tumpahnya airmata lelaki itu. Kata-kata penuh kebohongan yang diucapkan Baekhyun barusan, bisakah menjadi kenyataan? Sekejap saja, bisakah Tuhan membuatnya menjadi kenyataan?

Yena mengangguk.

Appa, annyeong!” Yena melambaikan tangannya pada Baekhyun, dengan harapan ia benar-benar bisa berjumpa lagi dengan sang ayah setelah hari ini.

.

.

.

Di balik jeruji besi berlantai dingin itu, Baekhyun bersandar di dinding tembok penjara sambil memandang secercah cahaya dari celah-celah kecil fentilasi udara. Pemandangan langit biru yang begitu luas mengingatkannya pada Joohyun dan Yena, dua sosok malaikat tak bersayap yang sempat menemani dan menghiasi hari-harinya.

‘Rumah baru Yena, Eomma, dan Appa ^_^ -> Jalan xxx No. 506 Daerah xxx Seoul, Korea Selatan. Kode pos xxx.’

Sebuah surat yang Joohyun berikan tepat sebelum wanita itu melangkah pergi seketika saja menarik perhatian Baekhyun. Dengan tak sabaran, lelaki itu membaca isi surat yang ditulis langsung oleh tangan Joohyun untuknya.

Yak! Byun Baekhyun! ini aku, Byun Joohyun.

Entah aku harus memulainya dari mana, jujur saja aku tak pandai menulis surat, tapi kali ini aku menulis surat hanya untukmu karena aku tahu aku mungkin tak bisa lagi untuk beradu tatap denganmu, mengungkapkan apa yang ingin kuungkapkan padamu. Jadi hanya melalui surat ini, aku bisa melakukan semua itu.

Baekhyun-ah… Nuna merindukanmu.

Sudah berapa lama ya Tuhan memisahkan kita? lalu mempertemukan kita lagi dan akhirnya memisahkan kita lagi?

Maafkan Nuna, Baekhyun-ah… karena aku melupakanmu untuk waktu yang lama, melupakan semua cerita kita, melupakan siapa sebenarnya aku ini. Maaf, karena telah membuatmu rela melakukan apapun, menghalalkan segala cara untuk dapat bersama denganku lagi. aku sungguh… minta maaf.

Aku tidak pernah tahu, apa sebenarnya maksud Tuhan menuliskan takdir hidup kita seberat ini? Tuhan menjadikanku kakak tirimu, aku yang merupakan seorang anak buangan yang tiba-tiba memiliki segalanya termasuk cinta dari kedua orang tuamu. Lalu, Tuhan memisahkan kita dengan cara menimpakan musibah pada mobil orang tua kita yang juga kutumpangi dan menghilangkan seluruh ingatanku tentang kita. Tuhan membiarkanku meninggalkanmu sendirian tanpa seorangpun di sisimu sementara aku dengan bodohnya hidup bahagia bersama keluarga baruku dan lelaki yang kemudian kucintai. Dan setelah itu, Tuhan kembali mempertemukan kita dengan cara yang tak pernah terpikirkan olehku, kau menculikku, tidak kau hanya membawaku kembali dengan cara berbeda hingga akhirnya kita memiliki Yena. Lalu apa lagi sekarang? Tuhan… apa Tuhan ingin memisahkan kita untuk kesekian kalinya? Haruskah aku membenci takdirku sendiri, Baekhyun-ah?

Apa yang harus kukatakan pada Yena, Baekhyun-ah? Apa yang harus kukatakan pada putri kita tentang dirimu yang mungkin tidak akan pernah hadir lagi dalam hidup kami? Tolong beritahu aku… aku tak bisa menghadapi semua ini tanpamu… tidak bisa.

Baekhyun-ah, aku mencintaimu. Ingatlah, aku akan selalu mencintaimu. Jika tidak di dunia, aku yakin Tuhan akan mempertemukan kita kembali di surga. Jika kita tidak bisa bahagia bersama sekarang, aku yakin kita bisa bahagia selamanya di surga.

Byun Baekhyun, aku dan Yena tak pernah menyesal bisa menjadi bagian dari dirimu. Aku, sangat mencintaimu.

-Byun Joohyun-

Ia berdosa, tentu saja. Dirinya sendirilah yang secara tidak langsung memilih kehidupan kejam seperti ini. Jika saja… ia tak memulai semuanya dengan rasa dendam dan benci, ia takkan berakhir dengan semua penderitaan ini.

Nuna… apa aku yang penuh dosa ini bisa bertemu denganmu di surga? Bisakah kita berkumpul lagi dengan kebahagiaan yang sebenarnya di surga nanti?” lelaki itu tak tahan lagi untuk menahan airmatanya.

“Maafkan aku… maafkan aku… maafkan aku, Nuna…”

Nuna… aku benar-benar takut. Aku takut Tuhan takkan mengizinkan kita untuk bertemu lagi di surga…”

Baekhyun memeluk lututnya, menangis seperti anak kecil.

“Yak, Byun Baekhyun! Jangan menangis! Nanti eomma dan appa akan mengira aku yang salah dan memarahiku, kau tahu!” omel Joohyun kecil pada Baekhyun yang masih menangis.

Nuna…”

Lelaki itu tersenyum, namun senyumannya perlahan harus memudar seiring dengan bayangan Joohyun kecil yang juga perlahan menghilang dari pandangannya.

.

.

.

Ingatlah, aku mencintaimu

Akan selalu mencintaimu

Aku menatap matamu

Dan berkata

Tahan aku saat aku goyah…

***********************

“Aku sudah dikenal tak hanya di Korea. Mereka yang mengagumi Irene perlahan tapi pasti juga mulai mengagumiku, apalagi setelah mereka tahu aku begitu setia pada gadis yang mereka puja-puja itu.”

“Aktingmu bagus sekali, Oh Sehun.”

“Berkat usahamu itu, saham kita melonjak naik. Mereka menaruh simpati kepadamu, artis tampan yang gagal menikah karena kekasihnya diculik namun tetap berusaha keras mencarinya.”

“Teruslah mencari Irene, Sehun-ah. Gadis itu bisa membuat popularitasmu semakin naik, naik, dan kemudian mengalahkan popularitas gadis itu sendiri.”

Suara rekaman yang Baekhyun perdengarkan padanya dulu kembali terngiang. Saat ini, wanita itu tengah menggenggam kuat sepucuk surat dari Oh Sehun, mantan calon pendamping hidupnya dulu.

Teruntuk Bae Irene-ku,

Masih ingatkah kau tentang pertemuan pertama kita dulu di atas atap sebuah gedung penyiaran di mana pada waktu itu kau berniat menjatuhkan dirimu?

Jika aku boleh bersyukur sekarang untuk hal itu, aku akan benar-benar bersyukur. Tuhan tak pernah salah memilihkan seseorang untukku. Tapi mungkin, aku adalah seseorang yang salah untukmu dan aku sama sekali tak Ia ijinkan untuk memilikimu seutuhnya.

Saat atasanku memujiku karena ia berpikir aku tlah berhasil memanfaatkanmu, aku senang. Sebelumnya, aku tak pernah mendapatkan pujian apapun dari orang lain bahkan dari ayahku sendiri. Tapi ketahuilah, Irene-ah, aku mencintaimu tulus dari dalam lubuk hatiku. Tak pernah ada kata terpaksa untuk itu.

Aku marah, aku ingin sekali marah pada para penggemarmu yang dulu tak menyukaiku. Mereka bilang, aku tak pantas bersanding denganmu, aku bukan seseorang yang selevel denganmu, mereka menghardikku seolah aku ini hanya seonggok sampah tak berguna. Aku benar-benar benci mereka yang tak pernah berhenti menghinaku, namun kau datang meredam emosiku, menenangkanku dengan senyuman bidadarimu. Maafkan aku yang begitu sensitif hingga mungkin sering membuat hatimu terluka, maafkan aku.

Aku yang menembakmu, maka aku juga yang harus mempertanggungjawabkan perbuatanku. Darahku kini juga mengalir di darahmu, Irene-ah. Aku akhirnya bisa bersamamu tanpa seorangpun yang bisa memisahkan kita atau membenci kebersamaan kita itu. Aku mengalir bersama darahmu setiap waktu. Aku bersamamu selamanya.

….

Drrtt… drrrttt… sebelum wanita itu berhasil membaca keseluruhan isi surat Sehun, Irene mendapat sebuah panggilan dari nomor yang tak ia simpan di kontaknya.

Yeo..yeoboseyo?” Irene menyeka airmatanya.

“I-Irene-ssi… bisakah kau pergi ke rumah sakit xxx sekarang juga? Se-sehun… Sehun kritis, Irene-ssi. Sebenci apapun kau padanya… aku harap kau berkenan untuk datang.”

Srash~

Selembar kertas yang dipegangnya tersibak angin hingga jatuh ke lantai.

Terimakasih untuk segalanya, Irene-ah.

Semoga Tuhan tak mempertemukan seseorang yang tak pantas seperti diriku ini dengan dirimu.

Aku mencintaimu.

-Yang tak pantas untukmu-

.

.

.

Cintaku… cintaku…

***********************

Di atas ranjang pesakitannya, Sehun terkulai lemah tak berdaya. Setiap alat yang semula menempel di tubuhnya untuk membuatnya tetap hidup satu persatu dilepas oleh para perawat. Langkah Irene terhenti di ambang pintu ruangan, kakinya melemas tak sanggup menopang tubuhnya untuk berdiri lagi hingga ia jatuh terduduk di samping putrinya dengan airmata yang mengalir deras di pipi.

Tangisan pilu memecah keheningan di ruang rawat kelas VIP artis tampan Oh Sehun. Dokter baru saja memvonisnya meninggal dunia beberapa saat yang lalu akibat mengonsumsi makanan yang mengandung racun mematikan pemberian seorang anti-fan yang mengaku sebagai penggemar beratnya.

“Aku ingin kau membacanya, dan sebagai balasannya, aku tidak akan pernah memberanikan diriku untuk muncul di kehidupanmu lagi setelah ini. Terimakasih, Bae Irene.”

Ya, Oh Sehun benar-benar telah tiada sekarang. Sehun tidak akan bisa mengganggu hidup Irene lagi. Tapi justru kenyataan itulah yang membuat dada Irene sesak, wanita itu bahkan belum sempat berucap kata ‘maaf’ ataupun ‘terimakasih’ pada lelaki yang pernah menjadi orang yang sangat berarti dalam hidupnya itu.

“YAK! APA KAU SUDAH GILA?!” lelaki itu menarik tubuh Irene ke dalam dekapannya, mencegahnya untuk tidak berbuat bodoh dengan bunuh diri. Tubuh kecil gadis itu bergemetar hebat, matanya tak sanggup menatap mata lelaki yang saat itu menatapnya begitu tajam.

“APA KAU AKAN MENYERAH BEGITU SAJA HANYA KARENA HAL REMEH MACAM ITU?!”

“COBA KAU PIKIRKAN BERAPA TAHUN YANG KAU HABISKAN UNTUK SAMPAI DI TITIK INI, HUH?! DAN SEKARANG, SETELAH KAU MENDAPATKAN SEMUANYA, KAU AKAN MENYERAH?” dia, Oh Sehun. Lelaki yang menyadarkannya tentang pantang menyerah.

“Apa kau sudah memastikan tidak ada wartawan atau apapun itu yang mengikutimu ke sini?” tanya lelaki putih itu memastikan. Irene mengangguk yakin.

Sehun, lelaki itu memeluk tubuh kecilnya erat. Hanya di tempat seperti kamar hotel inilah mereka bisa bebas melakukan apapun yang mereka inginkan, jauh dari mata publik.

“Aku benar-benar lelah…” isak gadis itu dalam rengkuhan Sehun.

“Kau hanya perlu bersabar, Sayang. Kita sudah bertahan sejauh ini, jangan menyerah.” Ucap Sehun yang seketika dapat menenangkan Irene.

Lelaki tinggi itu lalu menuntun gadisnya untuk beristirahat. Irene menyandarkan kepalanya di dada bidang Sehun, sementara tangan Sehun dengan lembut mengelus rambutnya yang terurai panjang.

“Apa yang akan kau lakukan jika manajemen kita tidak akan pernah merestui hubungan kita untuk terpublikasi?” tanya Irene. Matanya masih terlihat sendu.

“Aku akan keluar dari manajemen itu dan menikahimu.” Jawab Sehun yang langsung membuat Irene menatapnya dengan mata berbinar penuh harapan.

Bayangan-bayangan itu muncul satu persatu, bergantian secara teratur begitu saja.

EommaAhjussi kenapa?” tanya Yena yang ikut sedih melihat keadaan ‘paman berkaki panjang’nya.

“Lelaki jahat! Kau bahkan belum mendengarkan apa yang ingin kusampaikan! Dan kau sekarang pergi begitu saja?! yak! Oh Sehun! bangun! Dasar bodoh!” Irene mengguncang tubuh tak bernyawa Sehun, rasanya sulit untuk mempercayai kenyataan lelaki itu harus pergi secara tiba-tiba seperti ini.

Tangan gemetar wanita itu bergerak menyentuh tangan dingin Sehun, digenggamnya tangan dingin yang dulu pernah menggenggamnya penuh kehangatan.

“Terimakasih, maafkan aku.”

Setelah hari-hari sepeninggal Sehun berlalu, Irene mendapat kabar bahwa ayah Oh Sehun, pria paruh baya yang pernah menjadi calon mertuanya ditemukan meninggal dengan peluru menyasar di kepalanya, bunuh diri. Ayah Oh Sehun, Oh Jonghun, diketahui telah menyalahgunakan kekuasaannya sebagai hakim ketua dalam mengurus kasus-kasus yang melibatkan pejabat tinggi negara dan memilih membunuh dirinya sendiri ketimbang menjalani hukumannya.

.

.

.

Airmata yang jatuh

Membuka jendela hatiku

Mereka menjawabku

Kau adalah seseorang yang tidak bisa kumiliki

Seseorang yang harus kulupakan…

***********************

Hari eksekusi pun tiba. Hari di mana seorang Byun Joohyun atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Bae Irene itu harus berusaha menerima semuanya dengan lapang dada. Wanita itu terus memandangi jarum jam yang terus berputar, tak mau berhenti. Setiap detik bunyi jarum jam yang bergerak memenuhi telinganya, suara yang menakutkan dan tak ingin ia dengar sama sekali.

Hari ini, ia kehilangan satu lagi orang yang disayanginya. Tidak, ia kehilangan satu-satunya lelaki yang ia cintai, Byun Baekhyun.

Aku tidak seperti anak lelaki kebanyakan di luar sana yang tumbuh di sebuah keluarga yang lengkap. Di satu hari yang sama, aku kehilangan kedua orang tuaku dan juga… kakak perempuanku karena kecelakaan. Aku sebatangkara di rumah sebesar ini. mereka hanya meninggalkan harta yang tak pernah bisa mengajakku tertawa bahagia.

Hidupku berantakan. Aku tak lagi melanjutkan sekolahku dan lebih memilih menyendiri tanpa bersosialisasi dengan dunia luar. Hanya melalui televisi dan internetlah, aku melihat perkembangan dunia. Aku hanya keluar sesekali untuk membeli makanan ringan dalam jumlah yang sekaligus banyak. Hingga pada akhirnya, melalui televisi, aku menemukan kakak perempuanku. Dia sudah menjadi model terkenal yang sangat cantik dan mengganti namanya.

Aku menepati janjiku, menjadi penggemarnya. Tapi dia sama sekali tak mengingatku.

Aku mulai mencari tahu segala hal tentangnya sejak hari kecelakaan itu, dan ternyata dia kehilangan ingatannya. Detektif yang saat itu menemukan kakakku dalam keadaan tak bernafas lagi tak lama mendengar lirihannya memanggil ayah dan ibuku yang telah lebih dulu pergi ke surga. Detektif itu merahasiakan segala hal tentang kakakku yang masih hidup dan mulai mengadopsinya untuk menggantikan anaknya, Bae Irene, yang telah lama meninggal dunia karena kecelakaan. Untuk menyempurnakan aksinya, detektif itu lebih memilih untuk mengundurkan diri dan hidup bersama keluarga kecilnya yang mulai kembali sempurna tanpa memikirkan aku yang menjadi sebatangkara karena satu-satunya keluargaku yang hidup setelah peristiwa kecelakaan itu telah ia renggut begitu saja. aku benci siapapun yang menghancurkan kebahagiaanku. Aku, akan melakukan apapun untuk merebutnya kembali.

Byun Joohyun adalah cinta pertamaku.

Irene menutup buku harian milik sang adik, tak sanggup lagi membaca kata demi kata yang Baekhyun tulis dalam buku itu. Setiap lembaran dalam buku itu hanya berisikan tentang sosok dirinya, Baekhyun terus memikirkannya bahkan di saat dirinya melupakan semua tentang Baekhyun.

Wanita itu melangkah tertatih berpegangan ke dinding, wajahnya yang pucat bersimbah penuh airmata. Seorang petugas kepolisian yang mendampinginya pun tak tega melihatnya seperti ini. Kehilangan semua orang yang dicintai memang benar-benar menyakitkan sampai rasanya kau juga ingin ikut mati bersama mereka.

Ruang kremasi. Peti berisi raga tak bernyawa lelaki yang ia cintai sudah siap untuk dijadikan abu. Tak ada orang lain lagi, hanya Irene sendiri yang harus bisa menguatkan dirinya, tanpa seorangpun yang mau memberinya dada untuk menangis.

“Baek-baekhyun… Baekhyun-ah!” langkah gemetar Irene membawa tubuhnya sendiri semakin dekat dengan kaca pembatas,

“BAEKHYUN-AH! JANGAN! JANGAN PERGI! JANGAN TINGGALKAN AKU! BAEKHYUN-AH! JANGAN TINGGALKAN NUNA!”

“HENTIKAN! HENTIKAN KUMOHON! JANGAN LAKUKAN ITU! BAEKHYUN-AH! KAU TIDAK BOLEH MENINGGALKANKU! BAEKHYUN…”

Bruk!

“Bae Irene-ssi! Bae Irene-ssi!”

Irene kehilangan kesadarannya.

.

.

.

Cintaku tlah berlalu lebih jauh

Aku harus membiarkanmu pergi

Karena kau bukanlah milikku…

***********************

Airmata terus berderai membasahi kedua pipi wanita itu. Ditatapnya sebuah foto seorang lelaki tak bertanggung jawab yang telah membuatnya menjatuhkan hati tanpa bisa merasakan kebahagiaan lebih lama bersama lelaki itu.

Di sisinya, putrinya bersama lelaki itu juga menangis. Bukan karena mengerti kalau sang ayah telah pergi untuk selamanya, tapi karena putrinya memang paling tidak bisa melihatnya menangis. Gadis kecil itu hanya menangis tanpa mengerti kesedihan ibunya. Gadis kecil itu tak tahu… ibunya tengah menangisi kepergian seseorang yang teramat berarti bagi mereka berdua.

Suasana rumah duka itu sepi. Tidak ada yang datang untuk menyampaikan duka cita. Tidak ada, seorangpun. Meninggal sebagai terpidana hukuman mati tanpa memiliki teman di luaran sana membuat upacara pemakaman Byun Baekhyun tak dihadiri oleh orang lain lagi. Menyedihkan, bukan?

“Apa yang harus kulakukan sekarang, Baekhyun-ah? Aku tak tahu harus melakukan apa tanpa kau di sisiku. Tak bisakah… kita ulang saja waktu? Biar Tuhan membawamu lagi padaku dan kita bisa hidup bahagia selamanya. Tak bisakah?” gumam Irene dengan suaranya yang hampir habis.

Eommauljima.” Ucap Yena tersedu-sedu sambil memeluk tangan ibunya.

tumblr_mxx7z5zort1sdowwfo1_400

.

.

.

Yena duduk termenung di depan jendela besar rumahnya. Hari demi hari pun berganti. Kedatangan sang ayah yang sangat ditunggu-tunggu ternyata tak pernah terjadi. Ayahnya tak pernah datang, sekalipun Yena menunggu dari pagi hingga malam, sang ayah tak pernah datang untuk mengajaknya bermain bersama lagi.

“Yena sedang apa sih? Melihat keluar terus. Yena lihat apa, hm?” tanya Irene pada sang putri. Irene duduk di samping Yena dan mengelus rambut panjang putrinya penuh kasih sayang.

“Yena sedang menunggu Appa, Eomma.”

DEG!

“Hm?”

Yena menatap ibunya dengan raut sedih, lelah menunggu sang ayah yang tak kunjung datang.

Appa bilang Appa akan pulang cepat, Appa bilang Appa akan tinggal bersama kita lagi, Appa bilang…” hati Irene terluka melihat Yena menitikkan airmatanya. Sungguh, sakit sekali.

A-appa bilang Appa akan mengajak Yena ke taman bermain bersama Eomma. Tapi mana? Kenapa Appa tidak pernah datang, Eomma?!”

Wanita itu tersenyum pahit, tidak ada cara lain lagi selain…

“Yena masih ingat Ahjussi berkaki panjang yang baik hati?”

Yena mengangguk, mengiyakan kalau dirinya masih ingat akan sosok paman berkaki panjang yang pernah menolongnya saat terpisah dari ayahnya dulu.

Appa sudah bersama Ahjussi di surga, Appa tidak akan pulang ke rumah kita karena Appa sudah punya tempat yang indah di sana. Jadi, Yena tidak usah menunggu Appa lagi ya?”

.

.

.

Ingatlah, aku mencintaimu

Akan selalu mencintaimu

Aku percaya ini adalah cinta

Aku menyebutnya takdir…

***********************

Yena terlihat menangis sendirian di sebuah taman bermain penitipan anak sementara ibunya sedang berusaha mencari kerja. Seorang anak lelaki yang sedaritadi memperhatikannya dari kejauhan pun akhirnya mencoba mendekati Yena.

“Kenapa kau menangis sendirian di sini? Tidak ada yang mau bermain bersamamu?”

Yena mengusap airmatanya dan menatap anak lelaki yang mengajaknya bicara, “Kau siapa?”

“Aku Chanyeol! Kau?”

“Nama Yena, Yena. Yena menangis karena Yena rindu Appa, Yena sudah lama tidak bermain bersama Appa, hiks.”

Anak lelaki bernama Chanyeol itu memiringkan kepalanya, “Memangnya Appa Yena ke mana?”

Eomma bilang, Appa Yena sudah di surga jadi Yena tidak bisa bermain bersama Appa lagi.” jelas Yena yang masih terseguk-seguk.

“Ah, di surga ya? Appa-ku juga sudah di surga.” Chanyeol menunduk sebelum akhirnya menarik nafas dalam dan menegakkan kepalanya lagi. “Surga itu indah, Yena. Jadi aku percaya, Appa Yena dan Appa-ku sudah bahagia di sana. Percayalah!”

Yena akhirnya dapat mengukir senyum di bibirnya dan tidak sedih lagi. Chanyeol menjadi teman keduanya setelah paman berkaki panjang yang baik pergi ke surga bersama sang ayah.

.

.

.

Baekhyun kecil bersembunyi di balik sebuah pohon di halaman belakang rumahnya, memandangi bidadari yang sedang mengayun-ayunkan tongkat ajaibnya sambil menari-nari riang.

“Baekhyun-ah! Sedang apa kau disitu?!”

“Melihat keong!” jawab Baekhyun sewot pada pertanyaan sang kakak, Joohyun, yang dianggapnya sangat tidak bermutu.

“Cih! Dasar bodoh! Untuk apa melihat keong? Lebih baik kau lihat aku latihan menari, kemarilah!”

Baekhyun mengulum senyumannya. Sedaritadi hanya mengintip apa yang dilakukan Joohyun juga lama-lama membuatnya pegal, untunglah kakak perempuannya itu pengertian sekali.

Nuna latihan menari untuk apa?”

“Untuk pertunjukan kelasku. Kau juga bisa menontonnya bersama Eomma dan Appa kalau memang kau mau ikut!” jelas Joohyun.

Keduanya kini sedang berbaring menatap langit di atas rumput hijau yang terhampar di halaman belakang rumah mereka yang luas.

“Wah! Sepertinya menarik! Lalu kenapa Nuna memakai baju bidadari dan memegang tongkat ajaib?”

“Aku memang akan menjadi bidadari dari surga! Mereka semua tahu aku cantik dan aku dipercaya mengambil peran itu!”

Baekhyun mengangkat tangannya, hendak menggapai langit.

“Kalau di surga ada Nuna sebagai bidadarinya, aku juga ingin masuk surga.” aku Baekhyun.

Joohyun mengerenyitkan dahinya,

“Kenapa begitu?”

Karena…

Byun Joohyun adalah cinta pertamaku.

 

BATHROOM –END.

 

Akhirnyaaa, fanfiksi ini selesai jugaa, alhamdulillah :’v

Terimakasih banyak untuk kalian para pembaca setia ‘Bathroom’ yang selalu memberikan support kalian untuk fanfiksi ini, duh terharu :’D

Jujur aja di awal aku ngerasa pesimis buat share, tapi setelah ngeliat respon kalian yang begitu baik jadinya semangat deh^^ maaf yaa kalau fanfiksi ini banyak kekurangan, akunya masih butuh banyak buat belajar 🙂

Segala bentuk saran dan kritik yang membangun akan selalu saya terima kapanpun kalian memberinya^^ jadi jangan pernah sungkan untuk memberi kritik dan saran yaa^^

Special thanks to :

Baekhyun Fanfiction Indonesia

EXO Fanfiction Indonesia

-Byun Baekhyun, Bae Joohyun, Oh Sehun, dan Aleyna Yilmaz.

-LYn x Leo – Blossom Tears

-Lee Hi – My Love

Iklan

78 pemikiran pada “[EXO Fanfiction] BATHROOM -Final Chapter : Heaven (2) END

  1. Ping balik: BATHROOM -Final Chapter : Heaven (2) END- by AYUSHAFIRAA | Baekhyun FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: BATHROOM -Final Chapter : Heaven (2) END- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

  3. aduh nyesek kak! ikutan nangis aku,huhu T.T jadinya irene sendirian yaa,sehun baekhyun mati? hikss 😥 akhirnya sad end ya. okelah ditunggu karya selanjutnya ya kaak? ^^

    Suka

  4. Ayuu tanggung jawab nih mataku bengkak gegara baca endingnya full nangis dr awal sampe akhir :”
    jdi adil kn gtu, Baek yg dlu sbtang kara n skrg Joohyun hrus ngurus Yena sndri, sma eoma nya mgkin,,
    yaampun terkutuk bgt yg uda ngeracunin Sehun ku 😥 sini qm aq ksih sianida cuy, nangis bneran ini mah..
    ending dr ending nya sukses Ayu,, dtmbah khadiran Chanyeol kecil dsni, boleh dilanjutin nih ampe Yena gede trus cinta”an ama Ceye, biar kya sinetron jman skrg g ad akhirnya :’v
    figting Ayu!! dtnggu cerita lainnya ;*

    Suka

    • Hehehe maafkan, makasih udah nangis x’D iyaaa semuanya udah dapet keadilan masing2 :’v aku juga jadi merasa bersalah tiap lihat baekhyun sama sehun wkwk :’v racun sianida nanti dipenjara lho sidangnya lama :’D
      Wah? Makasih loh yaa :’v wkwk kek sinetron gak ada ujungnya :’D makasih lagiii, iyaa ditunggu aja yaa^^

      Suka

  5. Nyesek gak nyangka bkalan sad ending gw bacanya smbil dngerin lagunya lee hi my love tak terasa air mata udah bercucuran di byangan gw pas ngebaca ini ff adegan baekhyun di bunuh secara keji di scarlet heart ryeo 😭😭😭 sakit authornim hati gw tersayat sayat ini mah 😭😭 entah cerita ff ini benar2 menyayat hati atau sya yg baperan ditunggu ff slnjutnya author dngan cast baekhyun 😘😘

    Suka

    • Iyaa emang paling mantap sambil dengerin lagunya Lee Hi yang my love :” baekhyun scarlet omg, jangab ingatkan aku :” aku juga sama sakitnya wkwk nyelekit2 menyesal gitu matiin si baekhyun sama si sehun :” hehe siiip ditunggu aja yaa^^ 😍😍😍

      Suka

  6. Eh mianhae ching baru liat ternyata udh keluar next chapnya.. duh kok kaya real bgt ya sampe bikin nangis.. gomawo ching udh bkin ff sekeren ini. Ditunggu ff hunrene lainnya yg anti mainstream kaya gini. 👍👍👌😊😊

    Suka

  7. Cogannya ke surga semua ~~ 🔫
    Ada sekuel kan kak?😆😆 Kepo sama Chanyeol nih >.<
    Ceritanya keren banget!

    Semangat terus kak!! 💙💙

    Btw aku baca chapter ini sambil muter lagu don't say good bye-nya Davichi, suerr kak aku hampir huee 😭😭

    Suka

  8. hiks.. hils.. hikss.. seriusan aku nangis huaaa T_T uri baekhyun beneran mati semuanya mati huhuu sad ending aku kira irene yg mati karena baek ngmongnya bakal ketemu di surga eh ternyata… ah sudah lah aku ga bisa ngmong apa2 aslinya sih penginya ga sad ending tp ya udah deh ..
    kalo aku ya ayu aku ga pengin sekuel chanyeol yena aku penginny cerita yg baru tp cast nya baekrene lagi kalo ga yaaa chanyeol irene jg boleh tuh kan kemarin2 heboh tuh moment mereka di MMA bisa dong.. hihi (bisikbisik)

    Suka

    • Hiks hiks iyaa baekhyun (ceritanya) mati ㅠㅠ wkwk mengecoh aja sih di part sebelumnya maafkan :’v aku sukanya sad ending *plak x’D
      Wkwk baekrene lagi? Irene chanyeol? Apalah diriku yg disini terbakar api cemburu x’D yaaa pokoknya ditunggu ajalah yaa castnya siapa2nya kekekek

      Suka

  9. Sedih bnget kakak, dari mulai baekhyun di vonis hukuman mati, sampai akhir air mata ku tak berhenti. :”
    Ngenak banget kak ceritanya, sedihnya dapat bnget dan makin dsedih dengan iringan lagu My Love..

    Dan endingnya semua ninggalin Joohyun, dia bakalan ngurusin Yena sendirian, atau dia bakalan bertemu dengan lelaki lain?

    Ini bakalan ada squelnya buat cerita yena dan chanyeol dari awal jumpa sampai gede Dan bakalan jatuh cinta,dan selanjutnya biar ini FF mengalahkan episodnya Tukang Bubur naik haji 😂😂

    Semangat kak, dan ditunggu next FFnya 😊😊

    Suka

    • Heheh maafkan yaa :” iyaaa makanya aku rekomendasiin lagu itu heheh x’D ketemu lelaki lain? Duh xD janda(?) Ketemu brondong lucu kali ye x’D
      Yena Chanyeol? XD akuh tak rewla :” yupss episodenya berpuluh-puluh ribu terus dapet rekor muri deh 😂😂😂 wah makasih yaa^^ iyaaa ditunggu aja^^

      Disukai oleh 1 orang

  10. Woahhh..Huft
    Sedihhh 😢😢
    Nangiss udah berapa kali 😭😭😭
    Huhuhuu 😭😭😭 beneran nyesek bangettt iihh..
    Daebak deh pokoknya..
    Menguras air mata 😭 ditinggal satu persatu sama org terdekat apa lagi yg kita sayang 😢😢😢

    Ditunggu cerita lainnya^^

    Suka

  11. Ini nihhh yang bikin gua nyesel kalo gak bca ending nya dulu
    Tuh kan nangis sesenggukan lagi

    Authornim hebat bgt bisa bikin gua nangis
    Tanggung jawab thorrr 😩😩😩😩😩

    Suka

  12. Aaaaaaa tidakk… Aku gak tau kalo udh dilanjut dan udh end huaaaaa thor kau hrs tnggung jawab…bkin diriku menangis di mlm harii, yg td ny ngantuk mlh jd banjir bantal ku nih huaaaaa msh gak rela baekhyun ny prgii.. Aku mlh jd baper ke scarlet lg wkt baek ny mati jd nymbung deh huhuuhuu 😥 ;'(:'( but keseluruhan ff ini daebaaakkk bgt aku mantengin dri awal, dan msk dlm list ff yg mengena dan akan sllu trkenang critanya. Aaaa susah move on dri ff ini 😥 thanks thor dah bkin baper.. Di tunggu ff daebak mu selanjutnyaa terus smngat berkarya unchhhh:* ❤ dri fans muuu

    Suka

    • iya udah end :’v wkwk maafkan diriku, akupun merasa bersalah matiin(?) Baekhyun sama Sehun disini, apalah dayaku :” scarlet yawlaaa akupun banjir airmata pas baekhyun metong 😥 kusyudah lelah :’D hehe makasih yaaaw :* iya sama-samaaa :’v wah wah amiin, makasih supportnya unchhhh laflaflaf :*

      Suka

  13. Ah sedih banget baekhyun nya mati… rasanya pengn nangis tapi gue baru inget klo lg di busway, klo baca Fb nya baek sam kk”nya lucu. Dan maaf daku baru baca sekarang huhu :’

    Suka

  14. kak ah… kan tisunya jadi habis 😥 nangis terus kak , sedih aku tuh , ampe nulis komen aja masih netes dewe :v apalagi pake lagunya lee hi , aku tuh gak bisa diginiin 😥 udah keputer 6x lagunya hikss T.T
    berasa nonton miracle in cell no. 7 kak 😥 tapi ini lebih bikin sedih 😥 kata katanya bikin merinding kak 😥 ahhh…. pokoknya bagusss banget 😥 mataku jadi makin sipit kak.. hikss.. 😥 udah ah… pokoknya buaggusss buangeetttt !!! ^^ gk nyesel daku baca ini ^^ bikin suquel dong kak :v *plisss , melanjutkan kisah Byun Yena dan Park Chanyeol getohhh ?:v^^ kalo ada suqeulnya daku tunggu kak 🙂

    Suka

    • Beli lagi tisunya :” iyaps emang paling cocok sambil dengerin lagunya lee hi :” hihi makasih :” maafkan yaa jadi makin kek orang korsel dong yaa sipit :’D what? Sequel? Ah Yena-Chanyeol gak janji yaa wkwk maunya Ayu-Chanyeol aja xD siip^^

      Suka

  15. Hiks,nangis kejeerrr 😢😢
    Kak tanggung jawab ini hikshiks,emosi menggebu
    Kenapa cerita bagus kebanyakan berakhir sad ending 😢
    Tapi makasih byk kak buat ceritanya,semoga bisa selalu menghasilkan karya yg lbh bagus 😁 fighting

    Suka

  16. Part surat Sehun bikin banjir air mata. Kere, ceritanya gak bisa ketebak. Setiap chapter pasti selalu ada kejutannya. Authir Jjang!!👍👍👍👍👍

    Suka

  17. Huaaa akhirnya setelah kebut sekali baca final jg dgn realita yg gk sesuai ekspetasi kereeeennn keren gila ini ceritanya susah ditebak bgt banal dbawa kemana endingnya bnr” keren daebak lah pokoknya mian klo part 5nya keloncat nnti bakal disempetin minta pwnya hehhehe keren pokoknya 👍👍👍👍

    Suka

  18. udah end ya? sedih, si bebeb mati, seharusnya kagak usah di hukum mati, hukum seumur hidup aja kkeke… sehun jg mati, ah, ini kagak adil, dia jg seharusnya dihukum.btw, nice ff, kirain sampe puluhan chapter 🙂 it’s nice ff, keep writing authornim, fighting!!!

    Suka

    • Iyaa udah end :” kalau dihukum seumur hidup, endingnya gak bakalan sad dong bhakss :’v dia sudah dapat hukuman dengan mati wkwk makasih^^ haha, gak bisa soalnya ff ini kan mentoknya di kamar mandi kalo alurnya udah gak di kamar mandi lagi tapi tetep dilanjut kan gak nyambung macem tukang haji naik bubur :” makasih semangatnya :*

      Suka

  19. Huhuhu.. Baca ff ini bikin banjir eonnie 😢😢 sad fell nya berasa bnget kak.. Ngak tahan.. Pengen nangis mulu nih bacanya T.T
    Apa ngk bisa di buatkan sequelnya gitu kak jdi happy ending.. Yah.. Mngkin dapat reinkarnasi baekhyun mngkin T.T
    Oh iya.. Beneran ad iltuh ff yena ama chan ?? Kalau bneran mau dibuat . Beritahu akuu ya eonnie ffnya… Makasiih eoniiee hhwaitiinggg😉😉

    Disukai oleh 1 orang

  20. Dan pada akhirnya baekhyun dan sehun menemukan tempat mereka tinggal, di surga….
    semoga kehidupan irene dan yena tetap cerah walau tanpa baekhyun

    Suka

  21. Yu!! Ko sad ending sih aku ga rela setelah sekian lama baekhyun dan irene dipertemukan dan kematian memisahkan mereka. Tp di chap ini banyak bgt kejutan ternyata irene cuma anak angkat orangtuanya baekhyun dan kyknya baekhyun baru tau kalo irene cuma anak angkat dar surat irene itu ya kan? Soalnya waktu mendonorkan darah baekhyun kaget kalo darahnya ga sama.. dan sehunpun mati dgn tragis 😭
    Ffmu bagus bgt ceritanya emang lumayan berat tp penulisanmu mudah dicerna (?) Ditunggu karya2 exovelvetmu.. baru kali ini aku baca ff 9chap kurang dr sehari.. kamu pinter bgt sih bikin ff ceritanya jg ga maksa peralihan masa depan sama maksa lalu jg ga kasar, oiya semangat ya utk ujiannya!! Ayu pasti bisa 😄😉

    Suka

    • Maapkeun maapkeun :” iyaa betul sekali, irene cuma anak pulung(?) /plak yoyoy sehun mati 😭 ekekek makasih yaa udah dibilang bagus^^ siip^^ gak gitu juga kok soalnya aku masih harus banyak belajar 😆 hehe terimakasih banyak yaa udah nyemangatin!^^

      Suka

  22. Heh irene masih hidup, baekhyun yg mati. Berarti baekhyun yg hidup lagi trus lupa ingatan dan diadopsi/apaansi//abaikan/ perasaanku apa emang pas ending kata2nya nyentuh ya?😭 rasanya tuh kaya hati disayat2/buik/ THE BEST SAD FANFIC I EVER READ!!! ditunggu karya selanjutnya,hwaiting!^^)/

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s