[EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 1 : First Kiss (2/2)

STRAWBERRY KISS

A fanfiction by AYUSHAFIRAA

`Starring Oh Sehun, Kim Yoojung as Seol HanaPark Chanyeol.`

`Supported by Ryu Sujeong as Shin HeeraByun Baekhyun, Kang Mina as Choi Hyunhae, Kim Dahyun as Lee Haejoo.`

|| Hurt/Comfort, Romance, School-life ||

// Teen // Chaptered //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Judul terinspirasi dari salah satu merek permen :v Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

© AYUSHAFIRAA, 2016. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

|| Playlist : First Kiss (1/2) ||

Now Playing

Episode 1 : First Kiss (2/2)―

♥♥♥

“Dasar lelaki! Kenapa tidak langsung saja meminta maaf?! Atau…. memang dia tidak berniat meminta maaf padaku?! Aish, jinjja!” kesal Hana memukul-mukul bantal di atas ranjang UKS yang kosong. Ranjang di sebelahnya memperlihatkan Sehun yang masih berbaring sambil menertawai kekesalannya yang sudah berlangsung lebih dari 1 jam itu.

“Jadi lelaki itu benar-benar pacarmu?” tanya Sehun di saat Hana berhenti bicara.

Hana menyandarkan kepalanya di dinding, bibirnya manyun. “Sebenarnya belum benar-benar menjadi pacarku, tapi akan…”

“Oh, kalau begitu apa dia sudah menyatakan cintanya padamu?”

Hana menggeleng lemah.

“Lalu kenapa kau harus marah-marah seperti itu dan menuntut lelaki itu untuk meminta maaf padamu? Dia bukan pacarmu, dia juga belum menyatakan cintanya padamu, kenapa kau harus marah saat melihat orang yang bukan pacarmu memberi perhatian pada gadis lain? Kau kan bukan siapa-siapa.” Ucap Sehun yang langsung membuat Hana tersadar bahwa kata-kata Sehun benar, dia bukanlah siapa-siapa Chanyeol dan tidak berhak mengharapkan Chanyeol merasa bersalah padanya.

“Tapi tetap saja…” gadis itu membaringkan tubuhnya di atas ranjang UKS dan menutupi wajahnya dengan bantal. Suaranya bergetar.

Sehun mengubah posisinya untuk menghadap ke arah ranjang Hana, gadis itu terlihat meremas bantal yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya.

“Yak, kau menangis?”

Lelaki itu hanya mendapat sebuah gelengan lemah sebagai jawaban.

“Jangan menangis hanya untuk hal-hal bodoh seperti itu. Mungkin saja kata-kataku yang salah dan perasaanmu yang benar. Mungkin lelaki itu hanya belum menyatakan perasaannya dan kau mungkin memang pantas untuk marah.” Hibur Sehun.

“Yak! Seol Hana!”

Wae?” tanya gadis itu dengan suara serak seperti habis menangis.

“Kau mau mendengarkan lagu? Setidaknya aku berpikir lagu dapat membuat hatiku tenang untuk sesaat. Mungkin itu juga berlaku bagimu.” Sehun mengeluarkan earphone dan ponsel dari saku celana olahraganya. Ia lalu memilih daftar putar mana yang cocok untuk didengarkan Hana saat ini sebelum akhirnya memberikan sebelah earphonenya pada gadis itu.

“Sebelah-sebelah saja ya? Aku juga ingin mendengarkan lagu.” Lanjut lelaki itu yang diakhiri tawanya yang khas.

Sehun lagi-lagi benar, pikir Hana. Sebuah lagu ternyata dapat menenangkan hatinya yang sedang sedih sekarang ini. Mereka berdua terus mendengarkan musik lewat earphone yang terhubung ke ponsel milik Sehun hingga lagu yang mereka dengarkan itu berhasil membawa mereka ke alam mimpi mereka masing-masing.

 

♥♥♥

 

Omo! Omo! Omo!” itulah reaksi Haejoo saat melihat nama pengirim pesan yang baru saja masuk ke ponsel Hana. Saat ini, Haejoo dan Hyunhae sedang menginap di rumah Hana untuk menemaninya karena orang tua Hana sedang pergi berlibur ke luar negeri tanpa mengajak anaknya-_-.

Mwoya?” tanya Hana malas. Gadis itu baru saja mulai merelaksasikan dirinya dengan memakai masker wajah dan berbaring di kasur empuknya dengan mata yang tertutupi timun segar. Ia jelas tak boleh terlihat pucat dengan mata sembab, apa yang akan dikatakan seluruh murid di sekolah nanti?

“Sejak kapan kau memiliki nomor kontak Chanyeol Sunbae?!” tanya Haejoo.

Pabbo!” Hyunhae menoyor kepala Haejoo. “Hana ‘kan sudah mengenal Chanyeol Sunbae sejak kecil!”

“Memangnya ada apa?”

“Dia mengirim pesan padamu, Hana-ya!”

Mwo?!” Hana spontan bangkit dari posisinya, menjatuhkan timun-timun yang semula diletakkan di atas matanya ke lantai. Ia melesat ke arah Haejoo dan merebut ponselnya untuk membaca isi pesan yang dikirimkan seniornya itu.

Hana tersenyum lebar.

“Apa? Dia bilang apa?” tanya Hyunhae dan Haejoo penasaran.

“Aku tidak akan memberitahukannya pada kalian~~~” gadis itu menjulurkan lidahnya, berniat membuat dua sahabatnya itu penasaran setengah mati.

“Yak! Seol Hana! Cepat beritahu kami!”

“Tidak akan pernah!” Hana dan dua  sahabatnya itu akhirnya bermain kejar-kejaran di dalam rumah mewah itu. Tubuh Hana yang lebih kecil dari dua sahabatnya itu membuat ia sedikit lebih lincah dan kebetulan pula, Hana adalah pelari yang handal.

Bel rumah Hana berbunyi, membuat 3 gadis belia itu seketika menghentikan aktifitas mereka. Dengan langkah berat dan nafas yang masih memburu, Hyunhae melangkah mendekati pintu dan melirik layar LED kecil di bilah kiri pintu yang  biasa digunakan untuk melihat tamu yang datang.

Daebak!”

“Siapa yang datang, Hyunhae-ya?” tanya Hana. Gadis itu kini sedang membaringkan tubuhnya di sofa ruang tamu.

“Pangeranku!” sahut Hyunhae yang seketika membuat dahi Hana dan Haejoo mengkerut.

Hyunhae membukakan pintu rumah Hana untuk tamu yang datang, dan langsung menghambur memeluk tubuh tinggi tamu itu setelah ia melihat kalau tamu yang datang benarlah Oh Sehun.

“Yak! Choi Hyunhae! Jangan sentuh pangeranku!” Haejoo berlari ke arah Sehun, namun karena aura keseksian lelaki itu yang begitu kuat membuat tubuhnya benar-benar merasa lemas. “Oh Sehun! tolong aku! aku butuh oksigen!”

Sehun tertawa melihat tingkah lucu dua sahabat sahabat kecilnya itu. Ia lalu tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal setelah matanya berpapasan dengan tatapan malas Hana.

“Yak! Kalian! Berhentilah bersikap seperti itu! Biarkan Sehun masuk dulu!”

Hyunhae dan Haejoo lantas menarik-narik tangan Sehun untuk masuk ke dalam rumah Hana. Hyunhae menarik tangan kanan Sehun dan Haejoo menarik tangan kiri Sehun. Tarikan dua gadis yang begitu bersemangat itu sempat membuat Sehun merasa kalau tangannya akan putus sebentar lagi.

“Aku datang karena aku tahu orang tuamu sedang pergi berlibur ke luar negeri.” Ucap Sehun tanpa menunggu ditanya lebih dulu.

“Siapa yang memberitahumu?” tanya Hana sambil melirik ke arah dua sahabatnya. Dua sahabatnya itu langsung menggeleng cepat pertanda bukan merekalah yang memberitahu Sehun.

“Tentu saja orang tuamu. Orang tuamu menelepon ibuku dan memintaku untuk menjaga dan mengawasimu selama mereka pergi.”

“Ya Tuhan!” Hana menepuk dahinya. “Harus berapa kali kukatakan pada mereka kalau aku bukanlah anak kecil lagi?”

Haejoo tersenyum lebar dan mengedip-ngedipkan matanya genit pada Sehun yang duduk tepat disampingnya, “Kalau Hana tidak mau, aku mau kok dijaga dan diawasi olehmu.”

Sehun tertawa garing. Dalam pikirannya, tentu saja itu tidak mungkin.

“Jangan menjaga Haejoo, Sehun-ah! Dia gadis nakal! Jaga aku saja, aku pasti menuruti semua kata-katamu.” Ucap Hyunhae dengan pipi yang mulai memerah.

Ya Tuhan, kenapa gadis itu tidak mengurusi pipinya dulu saja? batin Sehun bertanya-tanya.

“Sepertinya aku mulai bosan melihat kalian yang terus bertingkah seperti itu pada Sehun.” ucap Hana. Sehun menahan senyumannya.

“Karena Oh Sehun sudah di sini, bagaimana kalau kita berkaraoke?” saran Haejoo.

“Ide yang bagus! Hana-ya, kau punya semua album EXO ‘kan? Kita bernyanyi lagu EXO saja!” ucap Hyunhae bersemangat.

Mwoya? Aku tidak suka EXO, Girls’ Generation saja bagaimana? Gee Gee Gee Gee Baby Baby Baby~

Krik… krik.. krik. Sehun langsung meminta maaf setelah mendapat tatapan aneh dari 3 telur itu. Ia mengalah, jelas, 3 lawan 1.

Shawty, imma party till the sun down

Jigeum i sinbiroun neukkimeun mwolkka

Wajwo naegero eoseo before the sun rise

Nega eopsneun nan eodil gado nobody!

Sehun menikmati waktu kebersamaannya bersama Haejoo, Hyunhae dan Hana dengan berkaraoke semalam suntuk hingga mereka berempat tertidur di ruang keluarga Hana.

Paginya, mereka terbangun oleh teriakan Hana yang bangun lebih dulu dan terkejut saat melihat jam dinding di ruangan itu. Mereka pasti akan terlambat sampai di sekolah, ditambah Sehun yang tak membawa seragamnya karena awalnya tidak berniat menginap di rumah Hana.

“Aku tidak mau tahu, pokoknya kalian semua harus menungguku berganti seragam!”

“Apa maksudmu, Oh Sehun?! kau mau membuat kami semakin terlambat eoh?!” kesal Hana pada Sehun yang terus menghalanginya mengeluarkan mobil merah keluaran terbaru yang baru dibelikan ayahnya sesaat sebelum meninggalkannya sendirian di rumah itu dari garasinya.

Haejoo memeluk lengan kiri Sehun, “Jangankan menunggumu berganti pakaian, jika kau memaksaku memakaikan pakaian itu ke tubuhmu juga, aku akan dengan senang hati menyanggupinya.”

“Ayo kita ke rumah Sehun! Jika aku sudah tahu rumahnya, aku pasti akan sering-sering datang berkunjung!” ucap Hyunhae.

“Yak! Choi Hyunhae! Lee Haejoo! Kalian ini apa-apaan?! Kita sudah terlambat!” Hana menatap dua sahabatnya itu dengan tatapan yang tak habis pikir.

Sehun tersenyum menang kali ini, lelaki itu menunjukkan sisi playboynya dengan merangkul dua sahabat Hana itu di depan Hana yang tak memperlihatkan rasa cemburu sedikitpun.

“Jadi bagaimana, Seol Hana agassi? Apa kau akan tetap bersikeras ingin berangkat sekolah duluan?”

Gadis itu mendengus. Baiklah, ia kalah.

Arasseoyo, Oh Sehun! Puas kau?!”

“Tentu saja!”

 

♥♥♥

 

“Chanyeol-ah! Bukankah itu adik kelas yang menjadi incaranmu?” tanya Baekhyun, sahabat dekat Chanyeol yang langsung menepuk pundak Chanyeol setelah melihat ke luar jendela kelas mereka, tepatnya ke arah lapangan sekolah mereka di mana gadis yang ia ketahui dekat dengan Chanyeol sedang menerima hukuman dari Guru Kim bersama beberapa temannya.

Chanyeol menahan tawanya saat matanya menangkap sosok gadis periang yang selalu mengisi hari-harinya itu sedang mendapat hukuman yang entah karena apa.

Aigoo! Aigoo! Lihatlah sekarang! Kau tersenyum, Park Chanyeol!” ledek Baekhyun yang melihat jelas perubahan mimik sahabatnya itu.

“Apa itu artinya kau akan segera menjadikannya kekasihmu?” lanjutnya menyipitkan mata untuk mencari celah kelemahan Chanyeol.

“Apa yang kau bicarakan?!” lelaki tinggi itu menyiku lengan Baekhyun dengan senyuman serta tawa kecil yang terus menghiasi wajahnya.

Seol Hana… tunggu aku. ucap Chanyeol dalam hatinya.

 

♥♥♥

 

Sehun melirik malas pemandangan jauh di depannya. Hana dan seorang siswa senior yang gadis itu kagumi sedang terlihat berbincang-bincang sambil sesekali terlihat tertawa seru. Hyunhae dan Haejoo bilang, namanya Park Chanyeol, siswa idaman yang tak hanya tampan dan kaya tapi juga pintar. Lelaki putih itu lalu merebut cermin Hello Kitty yang sedang digunakan Hyunhae, melihat bayangan wajah serta gaya rambutnya yang sudah sangat keren itu. Kurang apa lagi seorang Oh Sehun?

“Aneh sekali. Padahal aku jelas lebih keren dari senior itu, apa yang membuatnya benar-benar spesial bagi Hana?” gumam Sehun. Hyunhae dan Haejoo yang duduk di sampingnya jelas mendengarnya.

“Aku tahu kau memang lebih keren dari Chanyeol Sunbae, maka dari itulah aku jatuh cinta padamu sejak pandangan pertama.” Haejoo bergelayut manja di lengan Sehun.

“Memangnya kau tidak tahu, Sehun-ah? Hana sudah menyukai Chanyeol Sunbae sejak kecil.” Ucap Hyunhae yang langsung membuat Sehun menganggukkan kepalanya, mengerti.

Lelaki itu mengerutkan kening, dilihatnya seorang siswi imut datang dan mengganggu kebersamaan Hana dan Chanyeol. Hana tampak tak senang dengan kehadiran siswi itu, bahkan menatap siswi itu dengan tatapan tak suka. Sementara itu, Chanyeol tampak menerima kehadiran siswi itu dengan baik tanpa mempertanyakan pendapat Hana.

“Oh tidak! Perang dunia ke-3! Danger! Danger! Danger!” seru Hyunhae dan Haejoo.

“Memangnya siapa siswi itu?”

“Heera… Heera… Heera apalah itu namanya!”

“Dia benar-benar gadis pengganggu!”

Hana belum mengucapkan satu patah katapun semenjak kehadiran Heera di tengah kebersamaannya bersama Chanyeol. Gadis itu terus memperhatikan Heera yang entah kenapa seperti selalu ingin mengganggu kedekatannya dengan Chanyeol.

“Hana Sunbae kenapa diam saja?” tanya Heera, membuat Chanyeol yang sedaritadi melupakan kehadiran Hana pun mulai memperhatikan gadis itu.

“Kau kenapa, Hana-ya?”

Hana memaksakan senyumannya, “Gwenchana, jangan pedulikan aku. Lanjutkan saja pembicaraan kalian.”

Heera menunduk, “Jhweoseonghaeyo, Hana Sunbae. Sepertinya Sunbae merasa tidak nyaman akan kehadiranku di sini.”

Tentu saja! Siapa yang akan suka jika waktu pendekatannya diganggu oleh seorang pengganggu? Batin Hana menahan kesal.

“Kau tidak perlu merasa seperti itu, Heera-ya.” Ucap Chanyeol. Hana langsung menatap lelaki itu, tak habis pikir.

“Seol Hana!”

Panggilan itu membuat Hana berpaling, melihat sosok Sehun yang melambaikan tangan ke arahnya. Tanpa berpikir lama-lama lagi, gadis itu memilih untuk menghampiri Sehun dan meninggalkan Chanyeol begitu saja.

“Seol Hana! Kau mau ke mana?” tanya Chanyeol sedikit mengeraskan suaranya. Bola matanya melebar seketika saat melihat tangan Hana menggandeng mesra siswa yang ia tebak bernama Sehun itu.

“Ada yang harus kulakukan bersama lelaki ini, Oppa. Lanjutkan saja pembicaraanmu bersama Heera.”

“Tapi aku belum selesai bicara denganmu.”

“Aku pikir pembicaraan kita sudah selesai sejak kau melupakan kehadiranku. Kalau begitu selesaikan saja pembicaraanmu yang belum selesai itu pada Heera, aku yakin Heera akan sependapat denganku.” Balas Hana ketus. Ia lalu pergi bersama Sehun tanpa memperdulikan Chanyeol di belakangnya yang terus memanggilnya.

Sehun tak dapat menyembunyikan rasa senangnya, karena sampai detik ini, gadis itu tak juga melepas gandengannya di tangan Sehun. Hana yang menggandeng lengan Sehun seketika menjadi pemandangan yang dilihat seluruh murid sekolah itu. Pesona Sehun yang tak kalah dengan pesona Park Chanyeol pun menjadi hangat diperbincangkan. Terlebih lagi, seorang Seol Hana yang selalu ada di antara dua siswa itu menimbulkan rasa iri tersendiri bagi siswi-siswi lain.

“Berhenti tersenyum!” gadis itu menepuk bibir Sehun setelah melepas gandengan tangannya.

Saat ini, mereka berdua sedang berjalan di salah satu koridor sekolah mereka yang sedang sepi. Hana masih terlihat sedikit kesal, mungkin karena siswi pengganggu bernama Heera yang diceritakan Hyunhae dan Haejoo tadi.

“Yak! Seol Hana!” panggil Sehun.

Hana memalingkan wajahnya dan langsung terkejut saat Sehun menangkup kedua pipinya dan mengecup bibirnya secara tiba-tiba. Bibir lembut rasa stroberi dengan wangi yang sama persis itu akhirnya dapat Sehun rasakan. Lelaki itu kemudian kabur setelah berhasil membuat pipi Hana merona dan kehabisan kata-kata.

“Yak! Oh Sehun pabbo! kembalikan first kiss-ku!” teriak Hana yang tak terima ciuman pertamanya diambil begitu saja oleh seorang Oh Sehun. Gadis itu lantas mengejar lelaki yang belum berhenti berlari menghindari amukannya.

Chanyeol mematung di tempat persembunyiannya. Baru saja, pemandangan di depan matanya membuat hatinya begitu sakit. Ciuman pertama Hana yang seharusnya menjadi miliknya telah direbut oleh lelaki lain. Kini, rasa takut kehilangan seorang Seol Hana pun muncul menyelimuti hati dan pikirannya.

 

♥♥♥

nextweek2

Iklan

21 thoughts on “[EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 1 : First Kiss (2/2)

  1. Sumpah pngen nabok si sehun, seenaknya aja nyium anak orang -=- dan apatuh??? Dy ber ‘gee gee’ ria XD
    chanyeol jga klo emg ska hana lgsung blang dnk, nnggu hana diambil sehun dlu bru beraksi gtu? Nyesel loo ntar -_-

    Suka

    1. Dikira bibir mainan apa yaa main kiss kissan seenaknya 😂 yg diambil first kiss lagi kan 💔
      Biasalah, fanboy dia tuh wkwkwk 😂
      Tau tuh si Chanyeol-_- udah kek keong aja, lambat-_-

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s