[EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 2 : Second Chance (2/2)

STRAWBERRY KISS

A fanfiction by AYUSHAFIRAA

`Starring Oh Sehun, Kim Yoojung as Seol Hana, Park Chanyeol.`

`Supported by Ryu Sujeong as Shin Heera, Byun Baekhyun, Kang Mina as Choi Hyunhae, Kim Dahyun as Lee Haejoo.`

|| Hurt/Comfort, Romance, School-life ||

// Teen // Chaptered //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Judul terinspirasi dari salah satu merek permen :v Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

© AYUSHAFIRAA, 2016. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

|| Playlist : First Kiss (1/2), First Kiss (2/2)Second Chance (1/2) ||

Now Playing

Episode 2 : Second Chance (2/2)―

♥♥♥

“Lalu sekarang kau ada di mana?”

Aku sedang berada di warung takoyaki bersama Heera, aku akan segera ke sana, Hana-ya!

Senyuman Hana memudar. Ia jelas tak salah dengar. Chanyeol, lelaki itu melupakan kencan pertama mereka dan malah pergi kencan bersama gadis pengganggu itu. Lucu sekali.

Aniyo, kau tidak perlu ke sini, Oppa. Percuma, saat kau datang aku pun mungkin sudah pergi. kututup ya?” Hana memutus sambungan teleponnya sebelum Chanyeol menyelesaikan pembicaraannya.

Sudahlah, lupakan saja. Dadanya sudah terlanjur sesak, tapi airmatanya tak mampu untuk keluar.

“Heera… Shin Heera… kau sangat beruntung.” Gumam gadis itu seraya melangkahkan kakinya keluar dari kafe yang akan tutup itu.

Membayangkan perjuangannya selama ini untuk mendekati Chanyeol, dan membayangkan Heera yang tiba-tiba saja datang ke dalam hubungan mereka yang masih belum jelas ini, Heera benar-benar beruntung. Baru saja mimpi Hana untuk berkencan dengan Chanyeol akan terwujud, namun Shin Heera datang dan menghancurkan segalanya.

Waeyo? Lelaki itu membatalkan kencan kalian eoh?”

“Sehun-ah!” gadis itu langsung menggaet lengan Sehun sesaat setelah tubuh mungilnya masuk ke dalam mobil, Sehun mungkin harus pura-pura tak melihat pancaran kesedihan di mata gadis itu yang berusaha gadis itu tutupi dengan senyuman palsu. “Malam ini, kita kencan berdua saja!”

“Aiii, wae geurae? Apa ada yang salah deng-” tangan kecil Hana menutup mulut Sehun, tak membiarkan lelaki itu semakin banyak bertanya.

“Karena aku sudah kenyang, bagaimana kalau kita pergi ke karaoke? Hmm, kurasa itu ide yang bagus untuk kencan kita malam ini! let’s go, Oh Sehun!”

Gadis itu sudah berusaha untuk tetap terlihat ceria di depan Sehun, jadi, tega tak tega, Sehun harus menghargainya. Lelaki itu melajukan mobilnya menuju tempat karaoke yang dimaksud Hana. Setelah sampai di sana, Sehun hanya sanggup tercengang. Jam yang sudah hampir menunjukkan pukul 12 malam, tempat karaoke yang didatangi oleh pria-pria hidung belang yang kaya raya, banyak wanita seksinya pula.

“Kita pasti salah tempat, aku akan memutar balik.”

Aniyo!” tolak Hana cepat. “Kita tidak salah tempat, Sehun-ah.”

Lelaki itu masih memandang Hana tak percaya, “Kau yakin?”

“Tentu saja! terkadang aku, Haejoo, dan Hyunhae menghabiskan waktu di tempat ini. menurutku, tempat ini tak terlalu buruk.” Hana menertawai ekspresi Sehun. “Sudahlah, ayo kita masuk!”

Hana dan Sehun berjalan bergandengan tangan memasuki tempat karaoke bercahaya remang-remang tersebut. Sehun sedikit risih saat mendapati pengunjung tempat karaoke yang rata-ratanya orang dewasa itu melirik ke arah mereka, sedangkan Hana terlihat santai-santai saja, malah semakin mengeratkan gandengan tangan mereka agar terlihat mesra.

“Eoh? Hana-ya! Sekarang kau datang bersama kekasihmu eoh? wah, tipemu bagus juga!” ucap pria kekar yang bertugas sebagai resepsionis tempat karaoke itu. Pria itu seperti sudah akrab sekali dengan Hana, Sehun sampai mengerutkan keningnya tak habis pikir.

“Kau pilih ruangan yang mana? Selagi kalian datang berdua, aku sarankan untuk memilih yang ini!” pria itu menunjuk salah satu ruangan di denah tempat karaoke. “Sekalipun kalian mendesah sekeras apapun, orang lain tidak akan mendengarnya! Percaya padaku!”

Mata Sehun membulat. Apa katanya barusan? M-men-mendesah?

Mwoya, Ahjussi!” Hana mendorong pelan tubuh kekar resepsionis itu seraya menahan senyumannya. “Kami bisa menyewa hotel jika kami ingin melakukannya. Kami hanya ingin berkaraoke biasa, ruangan favoritku, apa sedang kosong?”

Pria itu mengecek layar monitornya, lalu mempersilakan Hana untuk masuk ke ruangan yang Hana pesan karena kebetulan ruangan karaoke favorit Hana itu sedang kosong. Hana menarik Sehun yang terlihat masih ragu-ragu dan merasa aneh dengan atmosfer di sekelilingnya itu ke ruangan yang telah dipesannya.

Someone call the doctor nal butjapgo malhaejwo

Sarangeun gyeolguk jungdok overdose

Sigani jinalsurok tongjedo himdeureojyeo

Jeomjeom gipsugi ppajyeoganda

Oh, too much.. neoya your love.. igeon overdose

Too much.. neoya your love .. igeon overdose

Neoui geu geu sumgillo ono…

Hana menyanyikan lagu kesukaannya dengan suaranya yang pas-pasan dan penuh ekspresi. Meskipun Sehun tidak terlalu suka dengan boyband EXO, lelaki itu tetap ikut menyanyi dan hafal lirik-lirik dari lagu boyband yang disukai Hana itu.

Oh, mani haengbokae boyeo haengbokae boyeo

Seulpeudorong areumdaun neol bomyeon

Geuga silchineun ana silchineun ana

Neoreul cheonsacheoreom utge hanikka…

Suara Hana mulai bergetar, namun gadis itu tetap melanjutkan nyanyiannya. Hingga tiba saatnya airmata Hana benar-benar tak bisa tertahan lagi. Lantunan irama ballad lagu EXO yang berjudul What If itu membuat airmatanya seketika membuncah. Acara karaoke yang seharusnya membuat Hana terhibur, justru malah membuat Hana menangis sejadi-jadinya.

Sehun yang melihat Hana menangis tiba-tiba di hadapannya tak bisa hanya berdiam diri. Lelaki itu menarik Hana ke dalam pelukannya, membiarkan dadanya basah oleh airmata Hana yang terus mengalir.

“Park Chanyeol jahat… kenapa? Kenapa Park Chanyeol harus melupakan janjinya dan pergi bersama gadis lain? Pabboya Park Chanyeol…” isakan Hana terdengar semakin keras.

Mendengar fakta itu langsung dari mulut Hana, api amarah Sehun seolah berkobar. Bisa-bisanya senior itu mempermainkan Hana sampai Hana menitikkan airmata seperti ini. Sungguh, Sehun tak akan tinggal diam.

Hana terlelap dalam tidurnya, lelah setelah mengeluarkan banyak airmata untuk menangisi seorang Park Chanyeol yang tega memutuskan harapannya. Sebuah senyuman tipis melengkung di bibir Sehun. Mata bengkak Hana yang terpejam telah menunjukkan bahwa jika rasa lelah tak kunjung menghampiri Hana, mungkin Hana akan terus menangis entah sampai kapan. Sehun bersyukur, Tuhan masih menyayangi gadis itu.

Sehun menggendong Hana yang tertidur lelap di punggungnya, menaiki beberapa anak tangga untuk sampai ke pintu rumah gadis itu tanpa mengeluh sedikitpun. Orang tua Hana yang memang sebelumnya telah ditelepon terlebih dulu oleh lelaki itu pun menyambut kepulangan putri mereka dengan raut wajah yang khawatir.

“Ya Tuhan… bagaimana bisa bayiku pulang dari kencannya dalam keadaan seperti ini?” Ibu Hana tak mampu menyembunyikan rasa prihatinnya.

Ayah Hana mengambil alih tubuh putrinya dari gendongan Sehun, “Terimakasih sudah berada di sisinya bahkan di saat-saat seperti ini, Oh Sehun. aku benar-benar berterimakasih.”

“Sehun-ah… Chan-hhh…” Sehun dapat mendengar gadis itu mengigau dalam gendongan ayahnya sesaat sebelum pintu rumah Hana benar-benar tertutup.

Bahkan dalam mimpi pun, Hana masih terluka oleh Park Chanyeol.

 

♥♥♥

 

BUGH!

Sebuah tinjuan keras berhasil mendarat di pipi mulus siswa idaman sekolah itu. Keadaan di sekitar koridor kelas 3 yang semula ribut tiba-tiba saja menjadi hening dan tegang. Seorang murid baru meninju seniornya sendiri, tentu langsung membuat heboh satu sekolahan dan berita tentang hal itu langsung menyeruak dan sampai ke setiap pasang telinga yang ada di sekolah itu.

“Oh tidak! Oh Sehun pangeranku berkelahi dengan pangerannya Hana! Ah eottokhae?!” seru Haejoo setelah berhasil menerobos kerumunan siswa-siswi untuk melihat langsung perkelahian antara dua siswa yang saat ini paling populer di sekolah itu.

“Kalau saja Hana masuk sekolah, Hana pasti tidak akan suka melihat hal ini!” ucap Hyunhae menggigiti kukunya karena ketakutan sendiri melihat puncak kemarahan Oh Sehun.

“Bagaimana rasanya melukai hati seorang gadis yang mencintaimu?! Apa kau sudah merasa hebat karena telah melakukan itu?! DI MANA SEBENARNYA KAU SIMPAN OTAKMU?!!” Sehun terlihat berapi-api, emosinya sudah tak bisa ia kontrol lagi.

Chanyeol menyentuh sudut bibirnya, ada sedikit darah di sana. Mendengar kata-kata penuh emosi siswa baru itu, Chanyeol sudah mengerti, ini masalah Hana.

“OH SEHUN! PARK CHANYEOL! CEPAT IKUT AKU KE RUANGANKU!” suara Guru Kim memecah keributan di koridor kelas 3 itu. Sehun sudah tak peduli lagi dengan hukuman apa yang akan diterimanya setelah ini, yang jelas, meninju wajah seorang Park Chanyeol saja belum cukup untuk membalas kesakitan Hana.

“Ini hanya masalah wanita, Saem.” Jelas Chanyeol. Saat ini, ia dan Oh Sehun sedang duduk berhadapan dengan Guru Kim yang menatap mereka tak habis pikir.

“Apa kalian mengencani siswi yang sama?”

Keduanya terdiam, baik Chanyeol maupun Sehun, tidak ada yang mau menjawab pertanyaan Guru Kim yang itu.

“Seol Hana? Karena dia?”

“Jangan sangkut pautkan Hana dalam masalah ini, Saem. Hana tidak tahu apa-apa tentang ini. Aku hanya sedang tersulut emosi.” Ucap Sehun.

Guru Kim terlihat memijat keningnya, menjadi guru kesiswaan ternyata tak semudah yang ia bayangkan. Siswa-siswi di jaman seperti sekarang ini seolah tidak pernah bosan membuat berbagai masalah entah itu di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

“Selesaikan masalah kalian baik-baik, jangan sampai aku mendengar kalian berkelahi lagi. Arasseo?”

Chanyeol dan Sehun mengangguk bersamaan.

“Berlarilah keliling lapangan sepak bola 50 kali! Itu hukuman paling ringan untuk kalian yang berkelahi di sekolah.” Ucap Guru Kim sebelum akhirnya menyuruh dua siswa itu untuk beranjak dari hadapannya.

Sesaat sebelum Sehun menutup pintu ruang guru, telinganya jelas mendengar…

“Hana-ya, apa kau sakit?” Guru Kim terlihat berbalik badan seraya menempelkan ponsel pintarnya ke telinga dan berbicara dengan lembut, penuh perhatian.

Sehun semakin tak mengerti, ada hubungan apa sebenarnya antara Seol Hana dengan Guru Kim?

“Sehun-ah… kau menyukai Hana eoh?” tanya Chanyeol setelah membaringkan tubuhnya di atas rumput lapangan sepak bola. Mereka berdua baru saja melaksanakan hukuman dengan berlari keliling lapangan sepak bola sebanyak 50 kali.

Sehun mengelap keringatnya yang bercucuran dan duduk meluruskan kakinya agar tak mengalami kejang otot. “Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Hana menyukaiku sejak kami berdua masih kecil. Aku sempat berpikir, pernyataan cintanya saat itu tidak lebih dari sekedar kata-kata anak kecil yang bisa berubah kapan saja. tapi melihat usaha kerasnya yang selalu ingin bersekolah di sekolah yang sama denganku hingga saat ini, aku baru menyadari, cintanya tidak pernah berubah.” Ucap lelaki itu sambil memandang ke arah langit yang maha luas, dadanya masih terlihat turun naik.

“Lalu kenapa kau memberikan harapan palsu padanya? Kau berjanji mengajaknya berkencan, tapi kau malah pergi berkencan dengan gadis lain.”

Chanyeol mengusap wajahnya dan bangkit dari posisi tidurnya, duduk meluruskan kaki seperti Sehun. “Hana menceritakan semuanya padamu?”

“Tadi malam, aku sama sekali tak ingat telah membuat janji kencan dengan Hana. Sepulang sekolah, aku melihat Heera menangis dengan tubuh penuh luka memar. Karena dia tidak memiliki teman, dia menceritakan semua masalahnya padaku. Aku kasihan padanya jadi aku hanya berpikir bagaimana caranya aku bisa menghiburnya agar tak merasa sedih lagi.” jelas Chanyeol yang seketika membuat Sehun tersenyum pahit.

“Kau bisa menghibur gadis lain, tapi di saat yang bersamaan pula kau telah menyakiti gadis yang jelas-jelas lebih mencintaimu.”

“Aku mencintai Hana. Seharusnya tadi malam aku menyatakan cintaku padanya, tapi aku justru membuatnya kecewa.” Chanyeol menunduk, menyesali kebodohannya.

Sehun menatap seniornya,

“Sebagai seorang sahabat, aku hanya berharap Seol Hana bisa menemukan kebahagiaannya bersama orang yang tepat. Jika kau benar-benar mencintainya, jangan pernah lagi membuatnya bersedih. Seol Hana, tidak terlahir untuk merasakan semua kesedihan itu.”

 

♥♥♥

 

Sehun memandangi pintu kamar Seol Hana yang tertutup rapat, orang tua gadis itu mengatakan, sudah 3 hari ini Seol Hana tidak mau keluar kamar dan tidak mau diganggu oleh siapapun. Bahkan, gadis itu juga menolak untuk makan.

“Seol Hana? Hana-ya? Kau di dalam?” lelaki itu mengetuk pintu kamar Hana berkali-kali, entah sudah berapa lama ia menghabiskan waktu di depan pintu kamar Hana yang tak kunjung terbuka untuknya.

“Kau begini karena Chanyeol? Dasar gadis bodoh! Lelaki di dunia ini bukan hanya Chanyeol! Jangan membuat orang-orang semakin mengkhawatirkan keadaanmu, Seol Hana!”

Tak ada sahutan dari dalam sana. Ayah Hana di ujung sana memberi isyarat pada Sehun untuk pulang, percuma juga, gadis itu tetap tak mau diganggu oleh siapapun. Sehun menuruti perintah ayah Hana, ia melangkah keluar dari rumah mewah itu dengan hati yang kesal. Bukan karena Hana tidak mau menemuinya, tapi karena Hana terlalu berlebihan mencintai seorang Park Chanyeol hingga akhirnya ia harus mengurung diri di kamarnya berhari-hari hanya karena terluka oleh lelaki yang dicintainya.

“Eoh? bukankah itu Hyunhae dan Haejoo? Kenapa mereka mengendap-ngendap seperti itu?” kening Sehun mengkerut, bingung melihat tingkah aneh dua sahabat Hana yang terlihat mengendap-ngendap ke sisi kiri rumah mewah itu.

Karena penasaran, lelaki itu memutuskan untuk ikut mengendap-ngendap tanpa sepengetahuan Hyunhae dan Haejoo.

“Hana-ya! Seol Hana!” Hyunhae melempar kerikil kecil ke jendela kamar Hana yang tertutup sebagai kode. Gadis berwajah pucat itu membuka jendela kamarnya dan memberikan tali bagi kedua temannya untuk naik ke kemarnya yang ada di lantai 2.

Di tengah usaha keras Haejoo dan Hyunhae memanjat tali, Sehun keluar dari persembunyiannya dengan raut wajah yang tak habis pikir.

“Apa yang kalian lakukan?”

“AAAHHH!” BRUK! Keterkejutan Haejoo dan Hyunhae berhasil membuat mereka jatuh menindih tubuh Sehun hingga si empunya tubuh meringis kesakitan.

“O-ow! Ups!” Hana menutup mulutnya, “Kalian baik-baik saja?”

“Ya Tuhan! Oh Sehun telah menjadi pangeran yang menyelamatkan nyawaku!” Hyunhae memeluk tubuh Sehun yang masih terbaring kesakitan di atas rumput.

Sementara itu, Haejoo terpesona dengan pemandangan langka yang ada di depan matanya. Sebuah pemandangan yang hanya boleh dilihat oleh orang berumur 18 tahun ke atas sebenarnya, dan Haejoo belum cukup umur untuk melihat itu. wajah gadis berpikiran kotor itu memerah seketika, tangannya yang gemetar mencoba menunjuk ke arah milik Sehun yang sedikit menonjol dari dalam celananya.

“Se-seh-ss-sehun-ah… seksi sekali…”

PLETAK!

Hyunhae menjitak kepala Haejoo dan langsung menarik Haejoo untuk bangkit dari posisi sensitifnya itu.

“Yak, Oh Sehun! cepat bangun! Jangan sampai pikiran Haejoo mulai meliar ke mana-mana melihatmu terlentang seperti itu!” seru Hana dari atas sana.

Setelah berhasil masuk ke kamar Hana lewat jendela, Sehun terus berkacak pinggang. Tak habis pikir dengan otak ke-3 gadis di depannya. Hana yang terlihat kelaparan melahap semua makanan yang dibawa Hyunhae dan Haejoo sampai habis tak tersisa, Hyunhae terus memoles bedak di wajahnya agar terlihat cantik di depan Sehun, sedangkan Haejoo terus menatap Sehun dengan wajah memerahnya yang tak kunjung hilang.

“Apa salahnya membuka pintu kamarmu, Seol Hana? Kau sudah cukup membuat orang tuamu khawatir!”

Hana menutup telinganya, bersikap seolah suara Sehun tak terdengar sama sekali olehnya. Demi apapun, Sehun terlalu banyak bicara.

“Sudahlah, Sehun-ah! Maksud Hana berpura-pura mengurung diri di kamar tak lain adalah untuk menarik simpati Chanyeol Sunbae! Bahkan Hana sengaja tak mengangkat satupun telepon dari Chanyeol Sunbae agar Chanyeol Sunbae mau mendatanginya langsung!” jelas Hyunhae yang langsung mendapat anggukan dari Hana yang tak henti-hentinya mengunyah stroberi sebagai pencuci mulutnya.

“Lalu? Apa lelaki itu datang?”

Tok! Tok! Tok!

Hana memberi isyarat pada Sehun, Hyunhae dan Haejoo untuk menutup mulut mereka.

“Hana-ya! Seniormu datang ingin menjengukmu!” ucap ibu Hana dari luar kamar yang seketika membuat Hana harus menahan rasa bahagianya. Gadis itu lantas menyuruh ke-3 makhluk yang ada di kamarnya itu untuk bersembunyi. Haejoo bersembunyi di dalam lemari Hana, Hyunhae bersembunyi di kamar mandi Hana, sedang Sehun bersembunyi di kolong tempat tidur gadis itu.

“Hana-ya… ini aku, Chanyeol. Kau tak akan membuka pintunya untukku eoh?”

Gadis itu bercermin sebentar untuk memasang wajah yang sekiranya akan membuat Chanyeol mengkhawatirkannya, langkahnya perlahan membawanya untuk membukakan pintu untuk lelaki itu.

“Eoh, Hana-ya.” Chanyeol memandangi wajah pucat Hana, bibir Hana yang biasanya terlihat lembab kini terlihat pucat dan kering.

“Bolehkah aku masuk?”

Ne, masuklah.” Ucap Hana dengan suara seraknya.

Lelaki itu melangkah masuk ke kamar Hana dengan menenteng tas yang sepertinya berisi banyak makanan, pikir Hana. Lelaki itu duduk di tepi kasur Hana disusul Hana yang mulai berakting layaknya orang sakit yang belum makan 3 hari.

“Maaf, Hana-ya.”

“Untuk?” gadis itu menatap Chanyeol yang tertunduk,

“Untuk melupakan kencan pertama kita malam itu.” mata dua insan itu akhirnya saling bertatap satu sama lain. Hana jelas dapat melihat ketulusan Chanyeol dalam meminta maaf dan Chanyeol jelas dapat melihat seberapa sakit Hana menahan luka karena dirinya.

Tangan besar Chanyeol menggenggam erat tangan Hana, hal itu cukup untuk membuat Hana seketika berkeringat dingin, gugup. “Jika kau mau memberiku kesempatan sekali lagi, aku takkan pernah menyianyiakan kesempatan itu.”

“Kesempatan apa? Sebagai pengagummu, aku tak memiliki itu. tapi sebagai pengagummu, aku memiliki pintu hati yang akan selalu terbuka untukmu kapan saja dan hanya kau yang memiliki kuncinya.” Ucap Hana tersenyum lemah.

Bola mata Sehun membesar saat melihat gerakan kepala Chanyeol dari pantulan cermin yang perlahan-lahan bergerak mendekati wajah Hana. Perlahan tapi pasti, Chanyeol mendekatkan wajahnya, mempersempit jarak antara wajahnya dengan wajah Hana.

TIDAAAAAAKKKK!!!

 

♥♥♥

 nextweek4

Iklan

9 pemikiran pada “[EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 2 : Second Chance (2/2)

  1. tidaaakkkkkk… kenapa mesti bersambung thor, ga enak nih gantung, heheee… aseli bikin penasaran, kuweren ceritanya selalu ditunggu kelanjutan, aja fighting author, kamsahamnida

    Suka

  2. Ping balik: [EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 3 : The Third Person (1/2) | AYUSHAFIRAA's Channel

  3. Ping balik: [EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 3 : The Third Person (2/2) | AYUSHAFIRAA's Channel

  4. Ping balik: [EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 4 : The Fourth Reason (1/2) | AYUSHAFIRAA's Channel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s