[EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 3 : The Third Person (1/2)

STRAWBERRY KISS

A fanfiction by AYUSHAFIRAA

`Starring Oh Sehun, Kim Yoojung as Seol Hana, Park Chanyeol.`

`Supported by Ryu Sujeong as Shin Heera, Byun Baekhyun, Kang Mina as Choi Hyunhae, Kim Dahyun as Lee Haejoo.`

|| Hurt/Comfort, Romance, School-life ||

// Teen // Chaptered //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Judul terinspirasi dari salah satu merek permen :v Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

© AYUSHAFIRAA, 2016. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

|| Playlist : First Kiss (1/2), First Kiss (2/2)Second Chance (1/2)Second Chance (2/2) ||

Now Playing

Episode 3 : The Third Person (1/2)―

♥♥♥

Tangan besar Chanyeol menggenggam erat tangan Hana, hal itu cukup untuk membuat Hana seketika berkeringat dingin, gugup. “Jika kau mau memberiku kesempatan sekali lagi, aku takkan pernah menyianyiakan kesempatan itu.”

“Kesempatan apa? Sebagai pengagummu, aku tak memiliki itu. tapi sebagai pengagummu, aku memiliki pintu hati yang akan selalu terbuka untukmu kapan saja dan hanya kau yang memiliki kuncinya.” Ucap Hana tersenyum lemah.

Bola mata Sehun membesar saat melihat gerakan kepala Chanyeol dari pantulan cermin yang perlahan-lahan bergerak mendekati wajah Hana. Perlahan tapi pasti, lelaki itu mendekatkan wajahnya, mempersempit jarak antara wajahnya dengan wajah Hana.

TIDAAAAAAKKKK!!!

Hachim! Suara bersin dari dalam lemari itu mampu menggagalkan adegan ciuman Hana dan Chanyeol yang hampir saja terjadi di dunia nyata. Suasana yang tercipta antara Hana dan Chanyeol seketika berubah menjadi canggung.

“Apa ada orang lain di kamar ini?” tanya lelaki bertelinga lebar itu. tatapannya terus tertuju ke asal suara bersin tadi.

Tanpa menunggu jawaban Hana, Chanyeol beranjak mendekati lemari gadis itu. Hana menepuk jidatnya sendiri. Mati ia kali ini! Yak, Lee Haejooooooo!

“Eoh? Kau Lee Haejoo, bukan?”

Haejoo yang gagal bersembunyi di dalam lemari pun hanya bisa menunjukkan cengiran khasnya.

Annyeong, Park Chanyeol Sunbaenim.” Sapa Haejoo sebelum akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya. “Aku senang sekali, ternyata Sunbaenim tahu namaku! Tapi, maafkan aku, Sunbaenim. Aku masih menyukaimu, tapi, aku lebih menyukai Sehun seksiku sekarang. Bagaimana ini? kau pasti kecewa sekali…..”

Haejoo masih berceloteh namun Chanyeol sudah tak mau ambil pusing dengan celotehan sahabat Hana yang satu itu.

“Apa masih ada lagi?” kini Chanyeol menatap Hana. Gadis itu kemudian menjawab pertanyaan Chanyeol dengan senyuman kikuknya.

“Ada satu di kamar mandi, dan satu di kolong tempat tidur ini.”

Sehun merangkak keluar dari kolong tempat tidur Hana, bertatapan dengan lelaki menyebalkan yang hampir berciuman dengan Seol Hana-nya cukup membuat mood Sehun memburuk.

“Kau lagi?” Chanyeol memandang Sehun dengan tatapan yang tak habis pikir. Kenapa lelaki berkulit putih pucat itu selalu ada di dekat gadis kecilnya?!

“Eoh? apa maksudnya ‘kau lagi?’” tanya Hana heran. Chanyeol dan Sehun seperti memiliki dendam tersendiri satu sama lain.

Chanyeol menggeleng, “Ani, lupakan saja.”

Haejoo mengedarkan pandangannya, mencari-cari sosok Hyunhae yang tak ia temukan.

“Hana-ya, Hyunhae di mana?”

Hana melangkah ke arah kamar mandi,

“Ssstt!” gadis itu tersenyum tertahan, tak terkecuali Sehun, Chanyeol, dan Haejoo yang akhirnya menemukan Hyunhae tertidur pulas seperti bayi di bath tubenya yang kering.

 

♥♥♥

 

Pagi ini, Hana memutuskan untuk masuk sekolah. Bagaimanapun, ia tidak bisa membiarkan sekolah kehilangan primadonanya. Dengan ikat rambut stroberinya, ia menguncir rambutnya dengan rapi. Memoles sedikit bedak di wajahnya serta tidak lupa mewarnai tipis-tipis bibirnya dengan lipstik yang juga beraroma buah kesukaannya.

Neoui sesangeuro~ yeorin barameul tago… Ne gyeoteuro~ eodi eseo wannyago…

Ne, Hyunhae-ya? Waeyo?”

“Hana-ya…” Suara Hyunhae di seberang sana terdengar gelisah. Kebiasaan sahabat-sahabatnya, jika sudah menelepon dengan suara seperti itu, pasti ada yang tidak beres.

Gwenchana, apa yang ingin kau katakan?”

“Aish… mianhae, Hana-ya. Aku akan mengirim sesuatu padamu, kuharap kau baik-baik saja setelah melihatnya.” Tuuuut! Sambungan telepon Hyunhae terputus. Perasaan Hana mulai tak enak.

Drrrt…drrt…

1 pesan baru dari Hyunhae Babo.

Kedua bola mata Hana melebar seketika. Hyunhae baru saja mengirimkan sebuah foto mading sekolah mereka di mana pada mading itu tertempel jelas foto Hana yang dicium Sehun. Tak hanya itu, sebuah tulisan yang tertulis tepat di bawah foto Hana dan Sehun seolah semakin memperjelas siapa yang ada di foto tersebut dan apa yang sedang mereka lakukan.

Seol Hana dan siswa baru, Oh Sehun. Mereka adalah kakak kelasku, tapi mereka berciuman begitu mesra di lorong sekolah. Bukankah seharusnya mereka memberi contoh yang baik untuk adik-adik kelas mereka?

“Bayiku! Aigoo! Lihat pijakanmu!” ucap sang ibu khawatir saat melihat Hana terburu-buru menuruni tangga. “Kau tidak akan sarapan? Eomma sudah membuatkan sarapan kesukaanmu, Sayang! Yak! Hana! Seol Hana!”

Gadis itu berangkat ke sekolahnya tanpa menghiraukan panggilan sang ibu. Ia juga memilih untuk mengendarai mobilnya sendiri dengan mengambil kunci mobil yang sudah dipegang sang sopir.

Agassi! Hati-hati! Pelan-pelan!” seru sang sopir, entah Hana mendengarnya atau tidak.

Mata serta hidung Hana memerah menahan tangis, tangannya yang sedang memegang kendali kemudi terlihat sedikit gemetar. Pikirannya kalut. Namanya pasti akan masuk ke dalam buku hitam kesiswaan lagi. Tamat sudah riwayat kisah cintanya bersama Park Chanyeol.

“Hana-ya! Hana-ya! Ini benar-benar gawat!” Haejoo dan Hyunhae yang sudah menunggu Hana di parkiran sekolah kemudian menghampiri Hana yang baru saja keluar dari mobil merahnya.

Wae? apa aku dikeluarkan dari sekolah?” tanya Hana yang terlihat masih menahan amarahnya.

“Itu… Chanyeol Sunbae sudah melihat fotomu saat kami baru hendak melihatnya, tapi sekarang foto itu sudah kami sobek-sobek, kau tenang saja.” ucap Haejoo.

“Tenang? BAGAIMANA AKU BISA TENANG?!” airmata Hana menetes. Haejoo dan Hyunhae tak tahu harus berbuat apa lagi.

“Shin Heera…” gumam Hyunhae saat matanya menangkap sosok gadis menyebalkan yang selalu mengganggu hubungan Hana dan Chanyeol.

“Pasti dia yang melakukan semua ini!” Haejoo terbawa emosi.

“YAK! SHIN HEERA!” panggil Hyunhae dan Haejoo sedikit berteriak. Heera yang mendengar panggilan itu kemudian menghentikan langkahnya, gadis manis itu menunduk takut melihat tatapan Hyunhae dan Haejoo yang seperti hendak memakannya hidup-hidup.

“Kau kan yang melakukan ini?” tanya Hyunhae menahan emosi seraya menunjukkan foto di ponselnya yang sempat ia kirimkan ke nomor Hana pada Heera.

“Apa itu? aku tidak tahu, Sunbae.”

Darah Haejoo sepertinya sudah naik ke ubun-ubun setelah mendengar jawaban sok polos adik kelasnya itu. “Mwoya? Kau tidak tahu? Kau yakin?!”

“Aku baru tahu kalau Hana Sunbaenim berani berciuman seperti itu di sekolah. Aku benar-benar tak menyangka.” Lanjut Heera.

“Apa kau bilang?!”

“Yak, Choi Hyunhae! Lee Haejoo! Hentikan!” teriak Hana saat melihat Hyunhae dan Haejoo hendak mengasari Shin Heera. Meski Hana sangat membenci Heera karena selalu menjadi orang ketiga di antara dirinya dan Park Chanyeol, ia tidak bisa membiarkan teman-temannya berbuat kasar seperti itu.

“Heera-ya, pergilah… Maafkan teman-temanku, mereka biasanya tidak-“

“Memang aku…” ucap Heera dengan senyuman kecil di bibirnya.

Mwo?” apa Hana salah dengar?

“Foto itu… memang aku yang mengambil gambarnya, mencetaknya, dan menempelnya di mading. Memang aku yang melakukan semua itu. Puas kau?”

Mata Hana kembali berair, dadanya terasa sangat sesak. Tangannya berusaha keras menahan kedua sahabatnya.

“Kenapa… kau melakukan itu?”

“Aku tidak menyukaimu, Seol Hana. Aku membencimu. Segala hal yang berkaitan denganmu, aku membencinya. Aku benci segala hal tentangmu!”

PLAK!

Hana termasuk dua sahabatnya menatap Heera tak percaya. Heera menampar keras-keras pipinya sendiri hingga memperlihatkan bekas merah yang tak main-main.

“Apa yang kau lakukan, Shin Heera?!” tanya Hana.

“YAK! SEOL HANA!”

Park Chanyeol, lelaki tinggi itu menghampiri Hana. Tidak ada senyuman di bibir lelaki itu, yang ada hanyalah kilatan amarah dari sorot matanya yang menusuk.

Ah, Hana baru mengerti. Jadi ini alasan Heera menyakiti dirinya sendiri, membuat Chanyeol salah paham padanya.

“Kau benar-benar sudah keterlaluan, Hana-ya!”

“Heera, kau tidak apa-apa?”

Heera menangis di depan Chanyeol, membuat Chanyeol semakin iba padanya dan akhirnya menenangkannya dengan sebuah pelukan di depan kedua mata Hana.

Oppa… ini tidak seperti yang kau pikirkan! Heera menyakiti dirinya sendiri!” jelas Hana yang didukung anggukan Haejoo dan Hyunhae.

Mwo?! Kau pikir aku bodoh? Aku jelas-jelas melihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri, Seol Hana! Kau menampar Heera! Bagaimanapun perbuatanmu itu sudah keterlaluan!”

Apa katanya? Chanyeol melihat semuanya?

Foto ciumannya yang terpajang jelas di mading sekolah dan Park Chanyeol yang sudah tak mempercayainya lagi, Hana terlihat semakin menyedihkan saja sekarang.

“Kau bohong, Park Chanyeol. Kau tidak benar-benar melihat semuanya. Kalau kau benar-benar melihat semuanya, kau tidak akan pernah berkata seperti itu padaku.”

Chanyeol yang menatap mata basah Seol Hana seketika merasa bersalah. Ada kesungguhan di mata gadis itu. Tapi apa mungkin gadis yang ia beri pelukan saat ini rela menyakiti dirinya sendiri? Untuk apa? pikir Chanyeol.

Tangan lelaki itu menahan Hana yang hendak pergi, namun Hana menepisnya.

“Aku menyerah. Aku lelah. Aku ingin berhenti saja. Aku tidak mau berharap pada seseorang yang bahkan tak mau mempercayaiku.” Ucap Hana dengan airmatanya yang terus berlinangan, gadis itu meninggalkan Chanyeol bersama Heera. Ya, meninggalkannya.

Dari balik sebuah mobil, Sehun benar-benar melihat semuanya. Sehun melihat semua kebohongan Heera yang dengan sangat ampuh menghancurkan kepercayaan Chanyeol pada Seol Hana, dan bahkan, menghancurkan hubungan yang belum sempat terjalin antara Chanyeol dan Seol Hana.

“Hana-yauljima.”

 

♥♥♥

 

“Hana-ya…” panggil Guru Kim yang sudah lelah melihat Hana terus berbuat ulah.

Hana hanya terdiam dengan mata sembabnya.

Di sebelah Hana, Heera duduk menunduk. Heera baru saja mengaku pada Guru Kim kalau foto yang menghebohkan satu sekolahan itu dirinyalah yang melakukannya. Bukannya mendapat teguran, Heera justru mendapat pujian dari guru muda itu karena telah berani mengungkapkan kebenaran meski dengan cara yang sedikit kasar seperti itu.

“Apa kau selalu seperti ini? apa kau selalu merasa kau yang paling berkuasa sehingga bebas melakukan apapun termasuk membuli adik kelasmu sendiri?”

“Aku tidak pernah melakukan itu.”

“Kau melakukannya, Seol Hana. Aku bisa lihat bekas tamparan di pipi Shin Heera.” Lanjut Guru Kim.

Hana menghela nafasnya, “Tapi bukan aku yang melakukannya.”

“Lalu siapa? Apa kau pikir, Heera melakukannya sendiri?”

Tatapan Hana kosong, senyum getirnya sudah cukup untuk menunjukkan bahwa dirinya begitu menyedihkan.

“Meski aku berkata jujur dan menjelaskan semuanya, Saem tidak akan pernah percaya padaku. Lagipula siapa yang akan percaya pada perkataan siswi nakal yang ketahuan berciuman di lorong sekolah?”

Jhweoseonghamnida, Kim Seonsaengnim. Hukum saja aku, aku yang bersalah di sini.” Ucap Heera dengan wajah penuh rasa bersalah yang dibuat-buatnya.

Aniya, Heera-ya. Ini bukan salahmu. Kau boleh pergi ke kelasmu sekarang.”

Heera keluar dari ruang guru dengan wajah yang terus menunduk, raut wajahnya baru berubah dengan senyuman jahat sesaat setelah dirinya menutup pintu ruang guru.

Guru muda itu menggenggam tangan Hana dan menatap Hana yang tak mau menatapnya. Baru saja beberapa saat, gadis itu melepas genggaman tangannya.

“Maaf, Hana-ya. Untuk saat ini, aku tidak bisa mempercayaimu.” Ucapnya dengan nada menyesal. “Sebagai hukumanmu, kau tidak diizinkan mengikuti pelajaran selama 2 minggu. Kalau kau takut untuk mengatakannya pada orang tuamu, maka jangan katakan. Aku juga tidak akan mengatakannya kalau kau melarangku.”

“Lalu Sehun?”

“Dia hanya tidak boleh mengikuti pelajaran selama seminggu. Hukumanmu lebih lama karena laporan yang kuterima tentangmu lebih parah dibandingkan Oh Sehun yang hanya menciummu. Sekali lagi aku minta maaf.” Jelas Guru Kim.

Hana menyunggingkan senyumannya,

Gwenchanayo, Saem. Jika bukan kau, aku pasti sudah ditendang jauh-jauh dari sekolah ini. Ghamsahamnida.”

 

♥♥♥

 

Hyunhae dan Haejoo tak kuasa menahan rasa sedih mereka saat mendengar Hana harus mendapat hukuman atas apa yang tidak dilakukannya pada Heera. Hana menjitak kepala Hyunhae dan Haejoo secara bergantian sambil menahan airmatanya, sementara yang dijitak tak masalah dengan jitakan itu.

“Hana-ya, kau tidak seharusnya mendapat hukuman berat seperti itu!” ucap Haejoo masih tidak terima.

“Semua ini gara-gara Shin Heera! Kenapa harus ada makhluk licik seperti dirinya sih di bumi ini?!” kesal Hyunhae sembari menggigiti kukunya.

Gadis itu tersenyum, bersyukur karena Tuhan telah memberinya sahabat sejati seperti Choi Hyunhae dan Lee Haejoo.

“Sudahlah, aku tak mau melihat kalian bersikap seperti ini lagi. lagipula, aku akan kembali setelah dua minggu! Aku tidak akan pergi selamanya, Hyunhae-ya, Haejoo-ya! Kalian juga masih bisa mengunjungi rumahku!“

“Benar juga sih, tapi tetap saja! sekolah ini akan terasa sepi tanpa kehadiranmu, Hana-ya!” rengek kedua sahabatnya seperti anak kecil yang tak diberi jajan oleh orang tuanya.

Sehun terkekeh pelan menyaksikan persahabatan gadis-gadis itu, lucu sekali.

“Sudah, sudah! Aku dan Hana harus pulang sekarang. Kalian jangan membuat onar ya?” tangan Sehun bergerak mencubit gemas pipi gembul Hyunhae dan mengusap lembut puncak kepala Haejoo hingga keduanya tak sanggup berkata-kata lagi dengan pipi yang merona.

Hana memukul pelan dada Sehun, “Kau ini! Lihat apa yang telah kau perbuat pada mereka? Ish!”

“Kau cemburu eoh?”

“Mwo?! Tidak mungkin!” balas Hana percaya diri.

Hana dan Sehun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Hyunhae dan Haejoo yang terlihat menyedihkan. Foto ciuman mereka di koridor yang sempat menghebohkan satu sekolahan membuat para siswa-siswi lain saling berbisik memandang mereka dengan tatapan tak suka saat mereka lewat. Tapi, Hana sudah tak ambil pusing lagi akan semua itu.

“Seol Hana!” panggilan itu membuat Hana berpaling.

Sehun menghembuskan nafasnya kasar, lelaki itu lagi. ya, siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol?

“Mau apa lagi kau?” tanya Sehun sembari menarik Hana untuk diam di belakangnya.

“Minggir! Aku tak ada urusan denganmu!”

“Cih, apa kau lupa dengan perkataanku? Aku hanya akan membiarkan Hana bersama dengan orang yang tepat! Dan kupastikan, orang itu bukanlah dirimu!”

Chanyeol mencengkram kerah seragam Sehun, tatapan mata kedua lelaki itu saling beradu tajam penuh amarah. Sehun yang kesal karena Chanyeol selalu menyakiti hati Hana dan Chanyeol yang membenci keikutcampuran Sehun dalam hubungannya dengan Hana. Titik masalahnya hanya satu, Seol Hana.

“Hentikan!”

Hana melepas genggaman Oh Sehun dan berusaha memisahkan dua lelaki tampan itu dari sinyal perkelahian, sementara itu sahabat Chanyeol, Byun Baekhyun, sibuk mencegah siswa-siswi lain untuk mengambil video dari adegan itu.

“Ada apa, Oppa? Silakan bicara padaku saja.” ucap Hana sembari mencegah Sehun untuk ikut campur.

“Chanyeol sunbae, gwenchana?!” Heera menyentuh bahu Chanyeol, memandang Chanyeol dengan raut wajah khawatir.

Kenapa gadis sok suci itu harus muncul lagi? Hana benar-benar muak melihatnya.

“Maafkan aku. Aku tidak ingin kita berakhir seperti ini.”

Hana ingin menangis, tapi dengan sekuat tenaga gadis itu menahan airmatanya. Matanya jelas melihat tangan Heera melingkar di tangan kiri Chanyeol dan Chanyeol sama sekali tak berniat melepaskan lingkaran tangan Heera, tapi Chanyeol berkata tulus padanya.

“Bagaimana kita bisa berakhir kalau kita saja tak pernah memulainya?” tanya Hana. Memang benar kan? Hana dan Chanyeol belum pernah memulai suatu hubungan yang harus berakhir.

Chanyeol terdiam.

“Kuharap kau tidak lagi terjebak dalam perangkap serigala berbulu domba.” Ucap Hana sebelum akhirnya pergi dengan menggandeng tangan Sehun tepat di depan kedua mata seorang Park Chanyeol.

 

♥♥♥

Iklan

10 pemikiran pada “[EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 3 : The Third Person (1/2)

  1. hiks hikss….author bikin akoh baper lg nunggu kelanjutannya, hu hu hu… hehee… ttp semangt y author dn moga sehat selalu, aamiin…
    pembacamu selalu setia menunggu next chapter, oia pelisss author endingny hana sama ceye y aka chanyeol, pelissss, maksih sblmnya, mmuaahh muahh😁

    Suka

  2. Ping balik: [EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 3 : The Third Person (2/2) | AYUSHAFIRAA's Channel

  3. Ping balik: [EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 4 : The Fourth Reason (1/2) | AYUSHAFIRAA's Channel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s