[EXO Fanfiction] Cold Rain Series – The First

`Cold Rain` Series : The First

A fanfiction by AYUSHAFIRAA―

`Starring Kim Yerim x Luhan feat. Sehun`

|| Drama, Romance, Violence ||

// PG17 // Oneshot //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

〖PLAYLIST〗

[Irene x Chanyeol] All I Do || [Seulgi x Chen] A Regret || [Wendy x Lay] The Wrong Person || [Joy x Suho] Stop It! || [Yeri x Luhan] The First

© AYUSHAFIRAA, 2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

.

.

.


Tears are falling, flowing down my cheeks.

What do I do with the scars in my heart, all by myself?

Now, I don’t think I can love ever again, again, again…

―♫―

Kim Yerim terkenal sebagai sosok mahasiswi cantik paling populer di kalangan mahasiswa kampusnya. Karena kecantikannya itu, banyak sekali lelaki yang mengantri ingin menjadi kekasihnya. Mungkin karena ingin disebut ‘adil’, Yerim sering bergonta-ganti pacar dalam waktu singkat. Kalau dirasa sudah bosan, Yerim akan memutuskan lelaki itu dan menerima cinta lelaki lain dengan mudahnya. Semua dilakukan Yerim atas dasar mencari kesenangan saja, tidak ada yang namanya cinta. Ia berpikir, kecantikannya bisa dimanfaatkan untuk memanfaatkan balik para lelaki yang ―dengan bodoh― mencintainya.

“Yerim-ah! Yerim-ah!” seru teman-teman se-geng-nya, heboh.

“Aish! Ada apa? Kalian berisik sekali!” balas Yerim acuh. Ia sibuk berbalas pesan dengan kekasih barunya yang merupakan seorang anak investor terkaya di kampus itu.

“Akan ada mahasiswa baru di kelas kita! dia tak hanya tampan, tapi juga kaya raya! Kau harus bisa mendapatkannya, Kim Yerim!”

Saat itu juga, Yerim tertarik. Penasaran seperti apa tampang mahasiswa baru itu. Bagi Kim Yerim, meluluhkan hati setiap lelaki sama mudahnya dengan membalikkan telapak tangan.

Xi Luhan namanya. Pemuda tampan yang ternyata memang berasal dari keluarga yang sangat berada. Orang tuanya memiliki perusahaan yang sangat berkembang di beberapa negara sekaligus. Tak hanya itu, Xi Luhan juga memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Yerim merapikan rambut panjang bergelombang berwarna pirangnya dan mulai mendekat dengan penuh percaya diri ke arah Luhan yang tengah duduk sendirian di perpustakaan sambil membaca sebuah buku tebal.

“Hai, Luhan-ssi.” Sapa Yerim.

Luhan berpaling padanya sekilas, sebelum kembali fokus pada buku yang dibacanya.

“Hai.”

“Namaku Kim Yerim, kau sudah tahu kan? Aku ini lumayan terkenal lho! Pasti sudah banyak temanmu yang bercerita tentangku, aku benar kan?”

“Oh.” Jawab Luhan singkat, membuat Yerim seketika mendengus kesal.

Tak seperti kebanyakan lelaki yang bisa langsung jatuh cinta sejak pandangan pertama pada seorang Kim Yerim, Xi Luhan sedikit berbeda. Sikap acuh Luhan ini tak lantas membuat Yerim menyerah, justru Yerim semakin merasa tertantang untuk mendapatkannya.

Beribu cara Yerim lakukan untuk mendekati Luhan. Namun setiap ia mendekati Luhan, Luhan justru semakin menjauhinya.

“Luhan-ssi! Luhan-ssi! Tunggu sebentar!” gadis itu berlari mengejar Luhan yang berjalan cepat menghindarinya.

BRUK!

“Awh, Luhan-ssi…”

Luhan berpaling mendengar rintihan gadis di belakangnya, Yerim terjatuh dan kakinya terkilir hingga membiru.

“Yerim-ssi, kau tidak apa-apa?”

Gadis itu tersenyum sambil menahan sakit, menyadari raut khawatir Luhan yang mempedulikannya. Lelaki itu memijat pelan kakinya yang terkilir, membuat dirinya meringis dan menitikkan airmata.

“Masih sakit?” tanya Luhan memastikan.

“Eoh? hebat sekali! Sudah tidak terasa sakit!” jawab Yerim takjub.

Luhan menyeka airmata Yerim, “Lain kali, hati-hati.” Ucap Luhan yang memancarkan sejuta pesona.

Deg! Deg! Deg!

Oh tidak! Yerim tidak bisa mengontrol detak jantung dan rona pipinya yang memerah. Tunggu! Apa ia sekarang benar-benar jatuh cinta pada Xi Luhan?

“Kau ini kenapa sih mengejarku terus? Sampai-sampai aku merasa kau memenuhi seluruh duniaku.” Untuk pertama kalinya, Xi Luhan mau berbicara sedikit lebih panjang dari biasanya pada Yerim.

“Ya… aku kan suka padamu.”

“Ye?”

“Ah, maksudku…” Yerim menggaruk tengkuknya, kikuk. “Aku ingin pulang bersamamu.”

Hari itu kemudian berakhir dengan Luhan yang mengantar Yerim pulang. Gadis itu senang bukan main. Tinggal selangkah lagi, ia pasti bisa menaklukan hati lelaki tampan itu.

Besok kujemput ya? anggap saja sebagai permintaan maafku. Sampai kakimu sembuh, pokoknya kau tanggung jawabku. Mengerti?

Yerim guling-gulingan sendiri di atas kasurnya setelah dirinya mendapat pesan dari nomor kontak Luhan. Gadis itu mulai tersadar akan satu hal; ia baru saja jatuh cinta, yang benar-benar cinta.

.

.

.

Satu kampus lagi-lagi heboh akibat ulah Kim Yerim. Bagaimana tidak? Hubungannya yang baru berjalan satu minggu saja bersama anak investor di kampus itu tiba-tiba putus. Dan esoknya, Yerim berpacaran dengan Xi Luhan. Si lelaki yang awalnya seolah sangat sulit untuk didapatkan akhirnya jatuh juga ke tangannya.

Namun kepuasan hati Yerim tak berlangsung lama. kenyataannya, Xi Luhan tidak pernah bisa ditebak. Terkadang Luhan bisa benar-benar lembut, dan lebih sering cenderung bersikap kasar. Bahkan hanya karena masalah sepele, Luhan bisa marah besar dan  menyiksa Yerim tanpa ampun.

“Yerim-ah, kau tampak tidak sehat. Apa kau baik-baik saja?” tanya Sehun, mantan Yerim, khawatir.

Yerim memang tampak pucat sekali hari ini, tak aneh bila beberapa di antara mantan-mantannya mengkhawatirkan kondisi kesehatannya.

Gadis itu lantas tersenyum lemah di hadapan Sehun, “Aku baik-baik saja, Sehun-ah.”

“Di mana kekasihmu? Bisa-bisanya dia meninggalkanmu sendirian dalam kondisi seperti ini.”

Sehun membantu gadis itu untuk berjalan dengan benar, namun baru saja beberapa langkah, gadis itu jatuh pingsan di pelukannya.

“Yerim-ah! Yerim-ah, sadarlah!”

“Menjauhlah dari gadisku.” Tatapan dingin Luhan menusuk ke arah Sehun. ia lantas mengambil alih tubuh Yerim secara paksa dari lelaki yang ia ketahui juga termasuk dalam daftar mantan gadis itu.

Luhan membawa tubuh lemah Yerim ke apartemennya. Bukannya membaringkan sang kekasih di atas ranjang dan mengompres keningnya yang panas, Luhan malah mendudukkan tubuh gadis itu di lantai kamar mandi yang dingin di bawah pemancar air yang kemudian sengaja ia nyalakan.

“Yak! Bangun! Bangun, Kim Yerim!” Luhan menendang-nendang tubuh basah Yerim pelan, memaksa Yerim untuk tersadar dari pingsannya.

Karena rasa dingin dari air yang terus memancar membasahi tubuhnya, gadis itu perlahan membuka mata. Fokusnya langsung mengarah pada sosok Xi Luhan yang menatapnya penuh kemarahan.

“Kau ingin menarik perhatian si Oh Sehun lagi dengan berpura-pura pingsan seperti tadi?! Kenapa? Kau masih mencintainya, huh?!”

Gadis itu menggeleng lemah, “Aku tidak mengerti apa maksudmu.”

“Oh, jadi kau ingin aku berpikir kau benar-benar sakit? oh ayolah, Kim Yerim! Kau ini gadis yang memiliki berbagai macam cara untuk mendekati lelaki, kau pikir aku tak tahu itu?! bilang saja kau ingin kembali bersama lelaki itu?!” Luhan jelas cemburu, tapi tidak seharusnya dengan cara seperti ini.

“Aku benar-benar sakit, Luhan-ah.” Lirih Yerim. Ia juga bisa sakit seperti ini tak lain karena Luhan terus menyiksanya kemarin hanya karena Yerim tidak membalas pesan dan mengangkat telepon darinya.

“Kumohon matikan airnya, dingin sekali…”

Luhan menggeleng, “Kalau kau memang ingin, coba matikan saja sendiri. Kau kan masih punya tangan.” Ucapnya sebelum melangkah keluar dari kamar mandi, meninggalkan Yerim sendiri di ruangan lembab nan dingin itu.

“Luhan-ah… jangan tinggalkan aku sendirian… dingin sekali di sini.”

Trek! Tak hanya meninggalkan, Luhan juga mematikan lampu kamar mandi dari luar hingga Yerim merasa gelap gulita dan tidak bisa melihat objek apapun di sekelilingnya. Dengan tubuh gemetar, Yerim mencoba berdiri, bertumpu pada kedua kakinya yang bergemetar hebat. Alih-alih bisa memutar keran pemancar air untuk mematikannya, Yerim justru jatuh terpeleset karena lantai kamar mandi yang licin. Kepalanya membentur dinding bath tube dan tergeletak tak berdaya dengan luka parah di kepalanya.

Airmata mengalir dari sudut mata Yerim. Rasa sakit menemui ajal akhirnya membuat ia berpikir bahwa mungkinkah ini karma untuknya? Ketika ia benar-benar telah jatuh cinta pada satu lelaki, lelaki itu justru menyakiti jiwa dan raganya. Apa mungkin dosanya terlalu besar hingga ia pantas mendapat akhir menyedihkan seperti ini? ditinggalkan dan mati, seperti itukah takdirnya sejak ia dilahirkan?

Lelaki itu menjadi lelaki pertama yang mampu membuat jantungnya berdegup kencang,  namun sekaligus juga menjadi lelaki yang memberikan luka terparah dihatinya. Ya, dialah yang pertama.

“Luhan-ah… aku mencintaimu.”
The First –End.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s