[EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 5 : The Fifth Semester (1/2) A

STRAWBERRY KISS

A fanfiction by AYUSHAFIRAA

`Starring Oh Sehun, Kim Yoojung as Seol HanaPark Chanyeol.`

`Supported by Ryu Sujeong as Shin HeeraByun Baekhyun, Kang Mina as Choi Hyunhae, Kim Dahyun as Lee Haejoo.`

|| Hurt/Comfort, Romance, School-life ||

// Teen // Chaptered //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Judul terinspirasi dari salah satu merek permen :v Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

© AYUSHAFIRAA, 2016. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

|| Playlist : First Kiss (1/2)First Kiss (2/2)Second Chance (1/2)Second Chance (2/2)The Third Person (1/2)The Third Person (2/2)The Fourth Reason (1/2), The Fourth Reason (2/2) ||

Now Playing

Episode 5 : The Fifth Semester (1/2) A

♥♥♥

Lelaki itu terus memandang langit-langit kamarnya. Kilas balik kejadian siang tadi telah memberi sumbangsih ketidaktenangan pada dirinya.

“Aku memiliki empat alasan untuk bertahan di sisimu.”

“Pertama, aku harus melindungimu. Kedua, aku tidak mau melihatmu tersakiti. Ketiga, karena kau adalah sahabatku, dan alasan keempat…”

“-karena aku mencintaimu.”

Sehun benar-benar merasa bodoh. Hatinya tidak karuan sejak mengutarakan perasaannya pada Hana di sekolah siang tadi. Akibat kebodohannya yang mengutarakan perasaan di waktu yang tidak tepat, Hana kentara sekali memberi jarak di antara mereka. Bahkan hingga malam ini, Sehun masih tidak bisa melupakan tatapan kecewa Hana padanya.

Hana membacanya. Hana membaca semua pesan yang Sehun kirim tanpa ada niatan untuk membalasnya. Sehun tersenyum pahit. Mungkin Hana sudah benar-benar kecewa hingga tak mau berkomunikasi lagi dengannya.

“Padahal aku hanya ingin kau tahu, Hana-ya…” Sehun menggenggam erat ponselnya, “Kau adalah yang pertama, selalu dan selamanya.”

“Stephen, ini Ayah. Bolehkah Ayah masuk?”

Sehun bangkit dari posisi tidurnya setelah mendengar panggilan dari sang ayah yang sepertinya sudah berdiri tepat di depan pintu kamarnya. “Masuklah, Ayah.”

Setelah mendapat ijin dari sang putra, pria paruh baya berwajah bule dan memiliki tubuh seproporsional anak semata wayangnya itu pun melangkah masuk. Melihat wajah muram putranya, pria itu hanya menggeleng.

“Karena Hana lagi?”

Pertanyaan dari sang ayah membuat Sehun berpaling menatap ayahnya, ayahnya itu sudah seperti peramal saja mampu mengetahui segala yang ada di pikirannya.

“Stephen, Ayah pikir kita harus kembali ke Amerika.”

Bola mata Sehun membesar saat itu juga, “Kenapa? Kenapa kita harus kembali lagi ke sana?”

“Pengobatanmu harus dilanjutkan, Nak.”

Sehun membisu sesaat. Benar juga. Seumur hidup Sehun, Sehun tidak pernah benar-benar sehat. Tapi selama di Korea, tidak, selama Sehun berada di dekat Hana, Sehun bahkan melupakan fakta kalau dirinya sakit. Hanalah sumber kekuatannya.

“Aku baik-baik saja kok.” Tolak Sehun halus. Ia sudah pernah berpisah dengan Hana selama 10 tahun lamanya. Kali ini saja, ia tidak mau meninggalkan Hana lagi.

Ayah Sehun menatap sang putra yang memalingkan wajah darinya. Ayah Sehun cukup paham akan penolakan itu.

“Aku tahu Ayah sangat mengkhawatirkanku, tapi untuk membuatku kembali berpisah dengan Hana…”

“Maaf, Ayah. Aku tidak setuju.”

.

♥♥♥

.

Tidak mau Hana terus menerus menjauhinya, Sehun mulai mengambil inisiatif. Sehun merupakan fanboy garis keras Girls’ Generation, tak heran ia begitu ahli dalam membeli tiket konser secara online. Hana tidak suka Girls’ Generation dan Sehun tidak suka EXO, jadi konser SMTOWN kali ini adalah paket lengkap yang mampu menyatukan mereka kembali. Sehun yakin 100% akan hal itu.

Tiba saatnya jam makan siang, Sehun mencegah Hana pergi ke kantin dengan mengeluarkan jurus aegyo yang sebenarnya terlihat menjijikkan. Namun lain di mata Haejoo dan Hyunhae yang ikutan melihat tingkah Sehun, mereka menganggap makhluk abnormal itu semakin menggemaskan seperti meminta mereka untuk menciumnya secara tidak langsung.

“Kau ini kenapa sih, Oh Sehun? Kau tidak malu pada yang lainnya?” tanya Hana yang merasa tak nyaman dengan sikap Sehun. tapi Sehun mana peduli.

“Aku punya 4 tiket menganggur nih, mau pergi menonton SMTOWN bersamaku?”

HEOL, DAEBAK! YAK, SEOL HANA KAU HARUS MENGAMBILNYA! INI KESEMPATAN EMAS BAGI KITA UNTUK MELIHAT SI EXO DANCING MACHINE KAI LAGI! KITA KAN GAGAL MENDAPAT TIKETNYA!” ucap Hyunhae heboh.

“IYA! BENAR SEKALI, HANA-YA! KUDENGAR ABS KAI SEMAKIN SEKSI, KITA TIDAK AKAN DIBUAT KECEWA OLEH KESEKSIANNYA!” pipi Haejoo memerah seiring pikiran kotornya yang mulai berjalan.

Sementara Sehun terus mengipas-ngipaskan 4 tiket konser SMTOWN, Hana berusaha sekuat tenaga untuk menjaga imejnya yang sedang marah pada lelaki itu. Tapi bagaimanapun, jiwa seorang fangirl Kai meruntuhkan segalanya. Hana merebut 3 tiket konser SMTOWN dari tangan Sehun dan membagikan tiket tersebut pada Hyunhae dan Haejoo yang langsung berjingkrak kegirangan.

“HAEJOO-YA! KITA JADI MELIHAT KAI! ASTAGA! MIMPI APA AKU SEMALAM?!” ucap Hyunhae sembari mengguncang tubuh Haejoo sekuat tenaganya.

“HYUNHAE-YA! SAAT KAI NANTI ADA DI HADAPANKU, AKU AKAN BERTERIAK PADANYA KALAU AKU TELAH HAMIL ANAKNYA!”

MWOYA?! AISH, JINJJA!”

Haejoo pun berakhir meringis setelah Choi Hyunhae berhasil menggeplak kepalanya.

“Terimakasih tiketnya.” Ucap Hana. Raut wajahnya masih tetap ditekuk, seperti tidak ikhlas mengucapkannya.

Sehun mengacak-acak rambut dan mencubit gemas pipi Hana, “Sama-sama.”

“Jangan menjauh dariku lagi ya?” tanya lelaki itu yang lebih terdengar seperti permohonan.

Hana perlahan mengukir sebuah simpul di bibirnya, “Baiklah.”

.

♥♥♥

.

Matahari sudah tak terlalu terik sore itu. Puluh ribu orang rela berdesak-desakan demi menonton konser dari artis-artis favorit mereka yang berada dalam satu agensi yang sama, SM Entertainment.

Di antara puluhan ribu orang itu, Sehun dan geng tiga telur termasuk dalam hitungannya. Dengan atribut lengkap khas konser, tiga telur terlihat lebih heboh daripada gadis-gadis seumuran mereka lainnya. Sehun sih hanya tersenyum sok tampan saja, karena beberapa di antara fangirl yang datang ke konser sore ini selalu terlihat berbisik seru saat melihatnya.

Tampan? Mungkin iya. Tapi alasan yang lebih meyakinkan kenapa Sehun menjadi pusat perhatian sore ini adalah karena pakaian yang melekat di tubuhnya serba berwarna merah muda khas fandom SONE, tak lupa juga ia memegang lightstick serta memakai bando bertuliskan nama leader mungil yang ia gilai. Ya, namanya juga lelaki tinggi, sukanya sama yang mungil-mungil biar nyaman dipeluk―Hana contohnya.

Saat sedang asik berswafoto bersama kedua sahabatnya, manik Hana menangkap sosok Chanyeol yang juga sedang mengantri untuk menonton konser. Tak seperti Sehun yang terlihat begitu tergila-gila pada Girls’ Generation dan leadernya, Chanyeol justru terlihat mengenakan jaket hitam dan celana jeans biasa dengan sebuah tas di punggungnya. Mungkin bagi Chanyeol, menonton konser itu seperti menonton film bioskop atau bahkan layar tancap-_-

Oppa! Chanyeol Oppa!” panggil Hana lantang. Chanyeol yang melihat keberadaan gadis itu pun kemudian tersenyum dengan lebarnya seraya melambaikan tangan.

Hyunhae dan Haejoo kompak menyentuh dadanya, “Apa aku akan mati? Chanyeol Sunbae tampan sekali saat tersenyum!” pipi masing-masing dari mereka sudah seperti kepiting rebus sekarang.

“Aish! Di antara sekian banyak senior di sekolah kita, kenapa harus bertemu senior itu lagi sih?! Seperti tidak ada orang lain saja! Menyebalkan sekali!” Gumam Sehun, kesal sendiri.

“Ya ampun! Apa pangeranku ini merasa diabaikan? Ya sudah, aku janji tidak akan peduli pada lelaki lain lagi.” ucap Hyunhae sambil memeluk lengan Sehun erat-erat.

“Eoh?” Hana mengulum senyumannya saat dilihatnya sang lelaki pujaan hati rela meninggalkan antrian dan malah menghampirinya yang mengantri lumayan jauh di belakang.

“Baekhyun Sunbae juga ikut ternyata!” Haejoo benar-benar merasa luar biasa. Sehun, Chanyeol, dan Baekhyun, hidupnya ternyata dikelilingi oleh lelaki tampan.

“Ya, aku yang memaksanya untuk ikut, Lee Haejoo. Sebenarnya dia tidak pernah tertarik dengan konser-konser seperti ini.” jelas Chanyeol. Sementara si lelaki yang dibicarakan mereka mulai bertingkah sok cool dengan membenarkan posisi kacamata hitamnya.

Oppa sepertinya tidak sefanatik Sehun ya? Ya, Sehun memang suka berlebihan menyangkut girlband favoritnya.” Seketika itu juga Hana mendapat lirikan tajam dari Oh Sehun.

Chanyeol tertawa, tapi Baekhyun tertawa lebih keras.

“Kau tidak tahu saja, Seol Han-apft! Umh!” sayangnya, tangan Chanyeol sedikit lebih cepat membekap mulut Byun Baekhyun yang hampir saja seperti ember bocor.

“Kalian akan menonton di bagian mana?” tanya Chanyeol kemudian.

Ya, mungkin memang sudah takdirnya mereka berenam harus bersama-sama. Chanyeol dan Baekhyun kebetulan sekali duduk di tempat duduk yang bersebelahan dengan geng Hana dan Sehun. Sebuah anugerah untuk tiga telur dan kesialan bagi Oh Sehun. Di antara sekian banyak pembeli tiket, sekali lagi, kenapa harus Park Chanyeol?!

Pencahayaan mulai meredup perlahan, konser yang mereka tunggu-tunggu akhirnya dimulai. Ketika yang lain begitu antusias, Baekhyun malah terus menguap lebar. Atas nama ‘terpaksa’ ia menonton konser ini, padahal seharusnya sore ini ia diam di rumah tanpa melakukan apapun. Bagi Byun Baekhyun, itu lebih menyenangkan ketimbang menonton konser.

♫♫…Naega jom seonggyeogi geuphae

Geudak onsunhaji mothae (Neol miwohaesseo)

Hajiman neoreul wonhae

That’s right, my type…♫♫

“SEBENTAR LAGI BAGIAN KAI! KAI! YA AMPUN KENAPA KAU SEMAKIN SEKSI SAJA SIH?!” heboh tiga telur yang saling berteriak. Tidak suka EXO membuat Sehun dan Chanyeol bertingkah seperti Baekhyun, pura-pura menguap dan tidak ikut menyanyi.

DON’T BE AFRAID LOVE IS THE WAY SHAWTY I GOT IT YOU CAN CALL ME MONSTER! I’M CREEPING IN YOUR HEART, BABE! DWIJIPGO MUNEOTEURIGO SAMKYEO~” tiga telur kompak bernyanyi sekeras mungkin sambil mengayunkan lightstick versi terbaru yang mereka miliki dengan begitu semangat.

“YAK, KAI! JANGAN TERLALU SEKSI! BISA-BISA NANTI AKU HAMIL KARENAMU!” teriakan Haejoo seketika mampu membuat trio pemuda tampan di dekat mereka yang awalnya pura-pura mengantuk tiba-tiba melotot. Sementara itu, Hana dan Hyunhae hanya melayangkan jitakan mereka pada kepala Haejoo berbarengan hingga siempunya kepala merengut manja.

♫♫ Nae saenggage mami apa bameul sae?

Nega nal geokjeonghae?

Wow cheoeum deutneun yaegi…♫♫

“HUWAAA KIM TAEYEON! SARANGHAE! I LOVE YOU! KIM TAEYEON JJANG!~” teriak Sehun yang mengalahkan kehebohan tiga telur tadi. Padahal ia hanya seorang diri. Baekhyun dan Chanyeol masih dalam mode sunyi, sedangkan tiga telur lebih memilih untuk membiarkan Oh Sehun seperti orang gila.

GANJIKHARYEO HAETDEON HWARYEOHAETDEON CHUEOK DA, NEONEUN BAETEO MEOTDAERO BAETEO CHAGAPGE BAETEO OH OH OH WOAH!~ YOU THINK YA REAL COOL! YA THINK YA REAL COO-O-OL!~fanboy leader Girls’ Generation itu terus bernyanyi dengan tak lupa menyalakan lampu LED di bandonya dan juga mengayunkan semua lightstick girlgroup kesukaannya itu dari masa ke masa.

Saat EXO dan Girls’ Generation sudah tak tampil lagi, semangat Sehun dan tiga telur menurun. Mereka kini hanya terduduk lemas di bangku mereka seperti robot yang kehabisan baterai. Apalagi Byun Baekhyun, lelaki itu sudah lebih dulu pergi ke alam mimpi.

Wajah Chanyeol harap-harap cemas. Berulangkali ia menghentak-hentakkan kaki entah kesal karena apa. Namun ketika intro lagu yang begitu familiar di telinganya terputar, ia tak kuasa lagi menahan senyumannya.

“Sehun-ah, siapa yang tampil sekarang?” tanya Hana dengan mulut yang terbuka lebar, menguap.

Girlgroup baru itu lho, kurasa namanya Red Velvet?”

“Oh.”

♫♫…Neo ttaeme haru jongil gominhajiman

Neol eotteokhaeya joheulji jal moreugesseo nan oh

Baby baby baby baby baby you

Play me play me play me play me play me…♫♫

“Irene…” gumam Chanyeol tertahan. Baekhyun berusaha mengontrol tawanya, kedua matanya masih terpejam rapat-rapat.

Manik Chanyeol melirik ke arah Hana. Ia sedikit bisa bernafas lega karena saat ini Hana tampak memejamkan mata, tertidur mungkin. Jiwa fanboy yang sudah tak bisa ia tahan lagi akhirnya melahirkan Park Chanyeol si fanboy garis keras Red Velvet terutama leader mungilnya yang tampil bak dewi hari ini, Irene.

Masa bodoh ia akan terlihat seperti apa di mata Hana nanti. Yang terpenting saat ini adalah ia harus memuaskan hasrat ke-fanboy-annya sekarang juga sebelum lagu favoritnya itu berakhir.

MANEKING INHYEONGCHEOREOM, HANABUTEO YEOLKKAJI DA EOSAEKHAJI! PYEONGSOGATI HAMYEON DOENEUNDE, TTO NEOMAN BOMYEON SIJAKDOENEUN BABO GATEUN CHUM!” teriak Chanyeol yang mulai ikut bernyanyi. Urat malunya sudah terlanjur putus. Dirinya tak peduli lagi dengan Hana, Hyunhae, Haejoo, dan Sehun yang kini menatapnya dengan tatapan horor saking tidak percaya seorang Park Chanyeol yang awalnya bertingkah sok cool bisa menjadi gila juga bahkan lebih-lebih dari mereka.

Chanyeol melepas jaket hitamnya, menampakkan sebuah kaos putih bergambar wajah leader Red Velvet yang ternyata melekat di tubuhnya sedaritadi. Lelaki bertelinga lebar itu juga mengeluarkan poster besar Red Velvet dari tasnya dan melanjutkan kegilaan dengan menaiki bangkunya sambil bernyanyi keras-keras.

YOU NEED TO BEAT IT, THAT BOY MICHAEL JACKSON BAD! NAN NEOUI BILLIE JEANI ANYA DON’T YOU LEAVE ME ALONE! HAJIMAN AEMAEHAN BANEUNG NAN WONHAE BLACK OR WHITE! POGI MOTHAE NAUI MAN IN THE MIRROR!”

FIX! Ternyata Chanyeol Sunbae lebih fanatik dari Sehun!” ucap Hyunhae dan Haejoo yang kemudian bergeleng ria, tak habis pikir. Sementara itu di saat Baekhyun tertawa terbahak-bahak karena satu kelemahan sahabatnya akhirnya terbongkar juga, Hana dan Sehun justru kehabisan kata-kata.

“IRENE-AH! MENIKAHLAH DENGANKU! AKU MENCINTAIMU! BAE IRENE KENAPA KAU CANTIK SEKALI?! KAU TIDAK BISA MELAKUKAN INI PADAKU AHHHH!”

.

♥♥♥

.

Konser telah usai. 3 mobil milik Sehun, Chanyeol, dan Baekhyun tampak terparkir di pinggir jalan dengan maksud mengistirahatkan tubuh mereka dulu sebentar di dalam mobil sebelum lanjut menyetir ke rumah masing-masing. Atas dasar kertas gunting batu, Hyunhae berhasil menumpang mobil Sehun, Hana menumpang mobil Chanyeol, dan Haejoo menumpang mobil Baekhyun.

“Ugh… Huek… Huek…” Haejoo bersandar di jok mobil. Wajahnya pucat disertai keringat dingin yang bercucuran. “HUWAAA SUNBAE!”

WAEYO WAEYO WAEYO?!” tanya Baekhyun terkejut setengah mati karena teriakan tiba-tiba gadis di sebelahnya.

“Jangan-jangan, aku hamil gara-gara Kai tampil seksi sekali tadi?!”

“YAK, KAU INI TIDAK PERNAH IKUT KELAS BIOLOGI YA?! MANA MUNGKIN KAU BISA HAMIL HANYA KARENA HAL ITU?”

Haejoo menggigiti kuku tangannya dan mengangguk polos. Saat pelajaran biologi khususnya saat bab reproduksi dimulai, Hana dan Hyunhae selalu menyuruhnya untuk tertidur sambil mendengarkan lagu EXO. Mungkin dua temannya itu takut pikirannya menjadi lebih liar lagi dari sebelum-sebelumnya.

Baekhyun mengacak-acak rambutnya sendiri, frustasi. “Dengarkan aku! Kau ini hanya masuk angin! Masuk angin! Kau mengerti?!”

“Akan kubelikan minuman hangat untukmu. Tunggu di sini!” BLAM! Baekhyun meninggalkan sang adik kelas yang kemudian tak kuasa menahan rasa senangnya karena telah diberi perhatian.

Di mobil lain, Hana masih tidak bisa melupakan tingkah kocak Park Chanyeol setelah berubah menjadi fanboy Red Velvet di konser tadi. Gadis itu terus menertawai Chanyeol hingga wajah tampan lelaki itu memerah menahan malu.

“Hana-ya, berhentilah!” pinta Chanyeol putus asa.

“Irene-ah! Menikahlah denganku! Aku mencintaimu! Bae Irene kenapa kau cantik sekali?! Kau tidak bisa melakukan ini padaku ahhhh!” ucap Hana mengolok-olok Chanyeol dengan menirukan kata-kata yang sempat lelaki itu teriakkan selama girlgroup kesukaannya tampil.

“Yak, Seol Hana! Berhenti menertawakanku atau kau kucium!”

Hana terdiam saat itu juga. Mencoba mencerna tiap kata yang diucapkan Chanyeol barusan. Melihat rona pipi Hana yang memerah setelah menyadari kata-katanya, Chanyeol ikut-ikutan merasa canggung.

“Oh tidak!” bola mata Hana hampir keluar ketika ia melihat pantulan wajahnya di kaca spion mobil Chanyeol. Fokusnya mengarah pada ranum merah mudanya yang terlihat tak lembab dan tak berkilau lagi. Bagaimana bisa ia berciuman dengan Chanyeol kalau bibirnya kering seperti itu?

“Ada apa, Hana-ya?”

Hana memperlihatkan cengiran khasnya, “Aku akan keluar dulu sebentar, Oppa. Sebentar saja kok! Tunggu ya!” BLAM!

Sementara itu di mobil Sehun, Hyunhae tak tampak seperti biasanya. Selama duduk di dalam mobil Sehun berdua saja, Hyunhae lebih banyak menutup mulutnya dengan mata yang tak berhenti mencuri-curi pandang ke arah lelaki abnormal di sebelahnya yang sedaritadi tampak memejamkan mata.

“Yak, Choi Hyunhae…” Sehun berpaling menatap manik gadis imut yang kini tampak gugup setelah tertangkap basah melirik-lirik ke arahnya. “Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku? Tidurku terganggu karena tak biasanya kau diam seperti ini saat bersamaku.”

“Sehun-ah…”

“Hm?”

Hyunhae meremas ujung rok seragamnya, “Aku menyukaimu.”

Sehun mengangguk-anggukan kepalanya, tak terkejut sama sekali. Melihat reaksi Sehun, Hyunhae menggeleng cepat. “Ini tidak sama seperti yang kau pikirkan, Sehun-ah. Kali ini aku tidak main-main ataupun sekedar mengajakmu bercanda, kali ini aku serius tentang perasaanku. Aku… jatuh cinta padamu.”

Lelaki itu terdiam tanpa menatap Hyunhae. Jika dipikir berulang kali pun, Sehun tetap menyadari kalau perbincangannya dengan Choi Hyunhae tak pernah seserius ini sebelumnya.

“Apa saat ini… kau sedang memikirkan cara bagaimana menolakku secara halus?” tanya gadis itu. Suaranya terdengar sedikit bergetar.

Sehun tersenyum, “Tidak kok! Kau ini sok tahu sekali!”

“Aku akan kembali membawakan minuman dan beberapa makanan ringan untukmu. Tunggu sebentar, okay?” setelah mendapat anggukan ragu-ragu dari Hyunhae, Sehun pun keluar dari mobilnya.

“Eoh? Baekhyun Sunbae? Hana? Sedang apa kalian di sini?”

Pertanyaan bodoh itu Sehun lontarkan saat maniknya menangkap sosok Hana bersama sahabat Park Chanyeol sedang mengobrol di depan rak obat-obatan sebuah minimarket yang terdekat dengan mobil mereka yang terparkir.

“Kau tidak lihat ya kami sedang memilih-milih obat masuk angin?” ucap Hana malas.

“Memangnya siapa yang masuk angin?”

“Lee Haejoo.” Jawab Baekhyun singkat.

Paham kehadirannya tak begitu diharapkan, Sehun melanjutkan langkahnya ke niat awal membelikan beberapa makanan ringan dan minuman hangat untuk Choi Hyunhae. Tak butuh waktu lama bagi Oh Sehun untuk mengambil apa-apa yang harus dibelinya dan langsung mengantri di kasir bersama Hana dan Baekhyun. Hana yang melihat lelaki di belakangnya berbelanja banyak cemilan kemudian memberi jurus aegyonya.

“Tehun-ah… Otehun… Ciki juseyongg~”

“Hana-ya, Sehun-ah, aku duluan ya? kasihan teman kalian si Haejoo.” Ucap Baekhyun pamit. Hana dan Sehun kompak mengangguk, mempersilakan.

“Tehun-ah~ Hana mau ciki~” rengek Hana lagi, manja.

“Bayar dulu belanjaanmu!” ucap Sehun tertawa geli seraya menoyor kepala gadis itu.

Bibir gadis itu pun mengerucut, “Hanya selusin lipbalm stroberi kok! Kau tidak mau membayarkannya untukku?!”

“Bayar saja sendiri!”

“Ish!” BRAK! Hana menggebrak meja kasir, meninggalkan beberapa kertas won di atasnya, “Ambil saja kembaliannya!”

“Yak! Yak! Hana-ya! Seol Hana! Hei, aku hanya bercanda!” Sehun lebih memilih meninggalkan semua barang belanjaannya ketimbang membiarkan Hana yang tampaknya sudah terlanjur kesal pergi begitu saja.

“Hana-ya!”

“APA SIH?!”

KRING KRING!~ KRING KRING!~

Netra Sehun membulat sempurna tatkala sebuah sepeda melaju kencang di atas trotoar yang mereka pijaki dan siap menghantam tubuh kecil gadis yang teramat sangat ia cintai.

“AWAS!”

BRUK! BRUK!

Pengendara sepeda itu terjatuh setelah membanting stangnya. Dengan berjalan tertatih, pengendara itu menghampiri Hana yang jatuh menindih tubuh Sehun setelah Sehun menarik tangannya.

“Ya Tuhan! Saya benar-benar minta maaf! Apa kalian terluka?”

“Hana-ya!” Chanyeol, Baekhyun, Hyunhae, dan Haejoo spontan keluar dari mobil. Masing-masing dari mereka menunjukkan raut khawatir yang sama.

Di bawah tubuh Hana, Sehun merintih kesakitan. Tubuh Sehun paling tidak bisa terbentur barang sedikit saja, penyakit hemofilia-nya lah yang menuntutnya seperti itu. Apa lagi kecelakaan kecil barusan telah membuat punggungnya berbenturan keras dengan jalanan trotoar.

“Sehun-ah…” gadis yang baru saja diselamatkan itu menatap kedua manik penyelamatnya. Jiwanya masih terguncang setengah mati. “Apa kau-“

“Apa kau baik-baik saja?” pertanyaan itu mungkin seharusnya keluar dari mulut Seol Hana, namun Oh Sehun ternyata sedikit lebih cepat memotong kata-kata gadis itu.

“Jangan bodoh! Aku tidak akan pernah merasa ‘baik-baik saja’ jika melihatmu ‘tidak baik-baik saja’, Oh Sehun!”

.

♥♥♥

.

Lelaki berkulit putih susu itu terbaring tengkurap di sebuah ranjang VIP rumah sakit. Benturan keras pada punggungnya berhasil membuatnya mengalami pendarahan dalam hingga melukis beberapa memar yang cukup besar. Meski sudah memberikan senyuman terbaiknya tanda ia baik-baik saja pada Seol Hana, Seol Hana tetap menatapnya penuh rasa bersalah.

Tak jauh dari sisi sebelah kanan Sehun, Choi Hyunhae, Lee Haejoo, Park Chanyeol, dan Byun Baekhyun masih setia memasang ekspresi khawatir mereka. Terlebih Hyunhae yang baru saja menyatakan cintanya pada lelaki itu.

“Kenapa kau malah menyelamatkanku sih? Kenapa tak kau biarkan saja aku tertabrak sepeda itu? lagipula lukaku jika ditabrak sepeda tidak akan seburuk lukamu sekarang, Sehun-ah. Kau jelas tahu itu! tapi, kenapa?”

“Apa kau masih ingat empat alasan yang membuatku mampu bertahan di sisimu?” tangan kiri Sehun yang tertusuk jarum infus meraih tangan Hana.

“Aku memiliki empat alasan untuk bertahan di sisimu.”

“Pertama, aku harus melindungimu. Kedua, aku tidak mau melihatmu tersakiti. Ketiga, karena kau adalah sahabatku, dan alasan keempat…”

“-karena aku mencintaimu.”

 “Aku takkan pernah membiarkanmu terluka, bahkan jika aku harus terluka sendirian.” Genggaman Sehun berubah menjadi lebih erat. “Sudah kukatakan sebelumnya, aku mencintaimu, Seol Hana.”

DEG!

Rasa sesak yang begitu berlawanan dengan rasa bahagia yang dirasakan Seol Hana kini menumpuk mendera batin Choi Hyunhae. Tanpa perlu mendengar langsung jawaban penolakan Oh Sehun atas perasaannya pun, Hyunhae sudah cukup mengerti. Bahwa putri yang ada di hati pangeran tampannya adalah Seol Hana, bukan dirinya. Gadis berperawakan sedikit lebih berisi dari temannya yang lain itupun memilih melangkah mundur secara teratur untuk melarikan diri dari kenyataan pahit yang begitu menyiksa batinnya dengan berlinang airmata tanpa diketahui Sehun maupun Hana.

Rasa terluka yang sama pun kini dirasakan Park Chanyeol. Lelaki tinggi itu terluka setelah indera pendengarannya tak mampu menangkap kata-kata penolakan Hana terhadap perasaan Oh Sehun. Yang tampak jelas di indera penglihatannya saat ini adalah senyuman bahagia Hana dan tangan Hana yang membalas eratnya genggaman tangan Sehun. Daripada semakin terluka melihat pemandangan menyakitkan itu, Chanyeol juga memilih balik kanan meninggalkan ruangan tersebut.

“HUWAAA KENAPA KAU TIBA-TIBA MENJADI PUITIS SEPERTI ITU, OH SEHUN?! HIKS! AKU JADI TERHARU MENDENGARNYA!” teriak Haejoo, mengundang tawa lepas Hana dan Sehun, serta tawa tertahan dari lelaki di sampingnya, Byun Baekhyun.

“Eoh? Baekhyun Sunbae, Chanyeol Oppa pergi ke mana?” tanya Hana bingung.

Kedua bahu Baekhyun terangkat bersamaan, “Kurasa ia hanya pergi untuk… ‘menenangkan diri’? Kau dan Sehun kan kelihatannya sudah… ‘unch’ begitulah.”

Ting!

.

♥♥♥

.

To be continued…

Iklan

3 pemikiran pada “[EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 5 : The Fifth Semester (1/2) A

  1. Ping balik: [EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 5 : The Fifth Semester (1/2) B | AYUSHAFIRAA's Channel

  2. Ping balik: [EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 5 : The Fifth Semester (1/2) C | AYUSHAFIRAA's Channel

  3. Ping balik: [EXO Fanfiction] STRAWBERRY KISS -Episode 5 : The Fifth Semester (1/2) D | AYUSHAFIRAA's Channel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s