[IMAGINE] BECAUSE YOU ARE MINE 💕

ddaa661945aec8fe3bbaaa806358e21b

`BECAUSE YOU ARE MINE`

An Imagine by AYUSHAFIRAA

`Starring Oh Sehun x You`

|| FluffRomance ||

// PG-15 // Ficlet //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

© AYUSHAFIRAA, 2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

.

.

.

EXO baru saja mengakhiri tur konser ke-3nya di hadapan ribuan para penggemar mereka. Kau jelas tahu itu mengingat salah seorang personil boygroup tersebut tak lain adalah kekasihmu, Oh Sehun. Semua jadwal kegiatan diberikan Sehun kepadamu secara cuma-cuma. Namun, kau tidak ikut menonton konser itu. Entahlah, mungkin kau juga sudah terlalu khatam dengan lagu-lagu mereka, penampilan mereka, dan juga wajah-wajah tampan mereka. Toh tanpa perlu berdesak-desakan dengan penggemar lain pun, kau bisa menemui mereka sesuka hatimu saat mereka punya waktu luang.

Ponselmu sepi seperti kuburan. Memang sih ponselmu itu selalu dalam mode sunyi, tapi mengesalkan sekali rasanya saat kau menyadari tak ada satupun panggilan atau pesan atas nama Sehun tertera di notifikasi ponselmu. Baiklah. Mungkin kau baru saja dilupakannya. Daripada menanti-nanti yang tak pasti, lebih baik kau gosok gigi dan pergi tidur saja bukan?

Saat kau baru kembali dari kamar mandi, kau melihat ponselmu menyala. Secepat kilat kau melesat menyambar ponselmu dan membanting tubuhmu di atas kasur.

‘Kuota internet sudah habis. Segera isi kuota Anda…’

SIAL.

Apa Sehun mengganti nomornya dengan nomor provider langgananmu? Providermu saja perhatian sekali padamu, masa kekasihmu sendiri tidak?

Ponsel itu hampir saja terlepas dari genggamanmu dengan sengaja, namun saat kontak lelaki menyebalkan yang sedaritadi kau tunggu-tunggu tiba-tiba muncul di layar, kau genggam kuat lagi ponselmu.

Hallo?” sapamu pura-pura tak bersemangat setelah menyentuh ikon gagang telepon berwarna hijau. Padahal jauh di lubuk hatimu, kau senang bukan main karena akhirnya mendapat telepon dari Sehun.

“Kenapa suaranya lemes gitu? Gak seneng apa dapet telepon dari aku?”

Ya senenglah, ogeb!

“Biasa aja. Kenapa baru telepon pas aku mau tidur?” tanyamu menahan senyum setengah mati.

“Aku di depan rumah. Keluar dong, Yang.”

Kau sampai grasak-grusuk(?) bangkit dan berlari mengamati dari jendela kamar di lantai dua rumahmu. Mobil hitam Sehun ada di sana.

“Harus banget aku keluar? Mau ngasih apa emangnya?”

“Harus dong. Emang kamu mau liat aku mati kangen? Nanti aku kasih peluk deh.”

Kau melirik pantulan dirimu di cermin. Tidak terlalu buruk untuk menemui si Oh Sehun dengan hanya mengenakan piyama merah muda tanpa sedikitpun make up.

“Ya udah, iya. Aku keluar nih, tunggu ya.”

Saat melihatmu keluar, Sehun menurunkan kaca jendela mobilnya. Lelaki itu tersenyum lebar padamu tanpa sedikitpun merasa bersalah. Memang dasarnya ketampanan kekasihmu itu luar biasa, sampai niatmu yang ingin marah padanya pun tak jadi kau tunjukkan. The power of ketampanan Sehun.

“Sini masuk!”

Kau masuk ke dalam mobil Sehun, rasanya hangat dibandingkan udara malam di luar sana.

“Uhhh kangen deh.” Ucapnya beraegyo ria.

Kau memanyunkan bibirmu, kesal. “Kalo kangen kenapa gak ngasih kabar seharian tadi?”

“Apa sih?” Sehun mencubit hidungmu, gemas. “Dikiranya aku koran apa bisa kasih kabar ke kamu tiap hari?”

“Sini ah aku peluk,” Kau menghambur ke pelukan Sehun. Sementara si lelaki mentransfer kehangatan tubuhnya padamu, kau iseng menyentuh-nyentuh dada lelakimu dengan jari telunjuk. “Udah ngantuk ya? udah pake piyama gini.”

“Bukan ngantuk ih ogeb siah!” bantahmu cepat, “Bosen nungguin kamu, jadi mending tidur aja.”

“Ciyeee nungguin aku ciyeee~” goda Sehun. “Terus kalo udah di depan mata gini gak kamu apa-apain gitu akunya?”

Kau menyeringai lebar, siap melancarkan aksimu.

CUBIT!

“Aw!”

CUBIT!

“Aw sakit!”

CUBIT!

“Sakit, Yang! Ih!”

Kau tertawa puas setelah mencubiti perut kekasihmu. Kau bahkan sampai terpingkal-pingkal melupakan kesan kemayumu sebagai perempuan tulen. Tiba-tiba, tawamu terhenti. Ada hal tak biasa yang baru saja kau sadari. Biasanya perut Sehun itu susah dicubit karena kotak-kotaknya yang keras. Tapi, sekarang kok?!

“Kamu gendutan ya, Yang?” tanyamu menahan senyum. Lelaki itu bersiul, pura-pura tak dengar.

“SINI AKU LIAT!” tanpa tahu malu kau menyingkap paksa kaos hitam lelaki itu sampai dada, dan alhasil…

“WAKAKAK! IH KOK LUCU SIH?! YA AMPUN, PACARKU BALIK LAGI JADI DEDE GEMES! GEMBUL, WAKS!” teriakmu, ngakak mantap. Saat kau melihat perut Sehun, absnya masih ada kok, ya samar-samar gitu deh.

Sehun memegang tengkorak kepalamu dan membenturkan dahimu ke dahinya hingga kau meringis kesakitan. “Sakit ih, onyon!”

“Ya lagian! Gimana aku gak gendut? Tiap ketemu, kamu ngasih makan banyak terus!” kini giliran Sehun yang manyun-manyun manja di hadapanmu.

“Unchhh sayanggg~” kau memeluk Sehun erat-erat. Kau mendongak, menatap wajah Sehun yang masih saja cemberut. “Kan aku gak mau liat kamu kurus. Nanti kalo kurus gampang sakit, kalo gampang sakit nanti gak bisa ketemu aku lagi gimana?” jelasmu selanjutnya.

“Iya deh, iya deh. Bisa aja bikin aku bilang ‘iya’.” Balas Sehun pasrah.

Kau kembali tertawa, “Makanya jangan suka buka-buka baju di depan cewek lain! Ceweknya banyak lagi tiap konser. Sekarang tahu rasa kan, gak bisa sok-sokan seksi lagi, gak bisa basah-basahan di panggung lagi!”

“Puas banget sih kamu, Yang? Aneh deh, kalo aku seksi kan ke kamunya juga enak.”

“Hah? Enak apaan?” pipimu memerah, salah tingkah.

“Gak jadi.”

“Dih,” kau bersandar lagi di dada Sehun, tempat ternyamanmu. “Kenapa coba aku gak mau kamu sok seksi lagi di depan cewek lain?”

“Kenapa?”

“Karena kamu kan cuma punya aku.”

Uuuuhhh, Sehun menahan senyumnya sampai pipinya memerah bak kepiting rebus yang baru diangkat. Untung kau tidak melihatnya, jadi Sehun tak harus malu  ditertawakan olehmu.

“Kalo gitu, kamu juga jangan genit-genit lagi sama cowok lain ya?”

“Gak akan genit kok, paling lirik-lirik doang.”

“TUHKAN! TUHKAN! MULAI DEH!”

-END.

BONUS :

1496371059534

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s