[EXO Fanfiction] HIGH SCHOOL LOVE STORY

Warna-warni cerita cinta remaja di masa SMA.

`HIGH SCHOOL LOVE STORY`

A fanfiction by AYUSHAFIRAA

`Starring EXO’s member Chanyeol, Sehun, Kai, Xiumin, and Lay, feat. OC’s Kim Jungyeon, Kwon Youngsoo, Jung Aehyun, and Kim Youngtae`

|| Hurt/Comfort, Romance, School-life ||

// Teen // Oneshot //

Disclaimer

The casts belongs to God, I just own the plot. Based on true story with some modification(?) xD

© AYUSHAFIRAA, 2016. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

.

.

.


― XOXO High School ―


Banyak yang bilang, masa SMA itu masa-masa yang paling indah selama hidup kita. Masa-masanya lemah, letih, lesu, lunglai sama apalagi ya kalo lagi ngadepin ospek? Hihi. Terus masa-masanya adek kelas naksir diem-diem sama kakak kelas, kakak kelas mulai ngecengin adek kelas biar dikata populer, dan yang gak pernah dilupa… kalau ada ibu guru atau bapak guru kece bin seksi pasti juga ikut dikecengin! Haha.

Gak jauh beda sih keadaannya sama di sekolah yang satu ini. Ada kapten tim basket yang kece abis dan jadi pujaan cewek-cewek, namanya Kim Minseok. Ada juga kakak kelas yang blasteran(?) china gitu, ketua ekskul band yang suka bikin lagu-lagu romantis buat fans-fansnya, namanya Zhang Yixing. Dua orang itu doang sih yang kece di kelas 3, yang lainnya kelelep semua sama popularitas mereka.

Kalau di kelas 2, yang paling ngehits itu sih couple Chanyeol–Aehyun, entahlah asalnya dari mana ada rumor mereka jadian. Emangnya mereka siapa sih? Sampe ngehits gitu kabar jadiannya juga? Tenang, gue udah siapin faktanya. Chanyeol, siswa kelas 2 yang panjang, eh maksudnya tinggi, terus segalanya mancung(?), jelas kecenya, suka ngeband dan ngerapp juga. Sedangkan si Aehyun ini nih, siswi tercantik dan terseksi di sekolah, primadonanyalah, padahal dia itu lebih suka nunjukin sisi cutenya kalo deket cowok, entahlah dasar cowok kali yak nganggepnya suka beda gitu hihi-_- tapi belum ada konfirmasi resmi sih dari merekanya, alias masih gosip tentang jadian itu.

Sekarang, kita ke kelas 1nya, alias anak baru yang baru lulus dari semua penderitaan jaman ospek, hihi. Yang paling terkenal kecenya diantara anak-anak baru itu ada dua, cowok dua-duanya. YEAY! HUH! YESSS! Teriak cewek pasti gitu tuh kalau denger ada cowok kece, padahal belum tentu cowok kece itu klepek-klepek juga liat mereka HAHA! Cus, balik ke dua anak baru yang tak kalah kece dengan kakak kelasnya, ada Kim Jongin sama Oh Sehun. Mereka jelas gak kembar ya, yang satu item-item kopi torabika yang bisa langsung bikin mata melek gitu *eh, dan yang satu putih-putih manis kayak susu bendera yang enaknya hingga tetes terakhir *eh. Pokoknya mereka kece beudlah, kalo kata anak g4hOeL mah wkwk.

Mau tau kelanjutan kisah mereka gimana?

Cus ah beb!


 

Jungyeon langsung meng-klik tanda [x] merah di ujung kanan jendela mozilla firefoxnya saat adik kelas yang selalu membuatnya tersenyum serasa hampir mati itu terlihat melangkah menghampirinya dengan membawa dua buah es krim. Ya Tuhan, demi apapun! Jungyeon berterimakasih pada angin yang telah berhembus menerpa rambut hitam adik kelasnya itu, karena berkat angin, ia hampir saja tak bisa mengontrol air liurnya. Sehun seksi sekali!

“Jungyeon-ah, ini untukmu.”

Sehun memberikan satu es krim rasa cokelat pada gadis berambut panjang yang sempat mengospeknya saat MOS 3 bulan lalu. Kalau dipikir-pikir, Sehun memang tidak sopan. Seharusnya Sehun memanggil Jungyeon dengan panggilan ‘Nuna’ atau ‘Sunbae’ mengingat Jungyeon adalah siswi senior kelas 3 yang harus Sehun hormati. Tapi, Sehun tak pernah berpikir seperti itu, Jungyeon juga tak pernah mempermasalahkannya.

“Aku ingin yang vanila.” Ucap Jungyeon yang langsung mendapat gelengan kepala dari Sehun.

“Yang vanila hampir mencair, jadi untukku saja. kau makan saja yang itu dan jangan banyak bicara.”

Mati kau, Kim Jungyeon!

Jungyeon berusaha menikmati es krimnya, tapi sepertinya pemandangan di sebelahnya lebih menarik ketimbang es krim cokelat itu. Sehun yang memakan es krim yang hampir mencair itu… ah! Itu! es krimnya liur ke dagu tajam(?) Sehun, terus turun ke leher, ke jakun… sial!

“Yak! Oh Sehun!” Jungyeon mengambil beberapa lembar tisu dan bergerak cepat mengelap bibir, dagu, serta leher lelaki itu. “Kau ini seperti anak kecil saja!”

Sehun mendelik, “Sudah marah-marahnya?”

“Kau juga seperti anak kecil.”

Gadis itu tak sanggup berkata apa-apa lagi saat melihat Sehun mengelap tangannya yang lengket terkena lelehan es krim cokelat yang belum sempat ia habiskan.

Pabboya!” Sehun mencubit gemas pipi Jungyeon hingga kedua pipi bakpau itu merona.

Sehun kembali memfokuskan pandangannya pada seorang siswi yang sedang duduk sendirian di seberang kantin sana. Rambutnya yang panjang terurai sedikit menutupi wajah cantiknya saat menunduk seperti itu.

“Jungyeon-ah… kau tahu siapa nama gadis itu?”

Jungyeon salah fokus, “Ye?! Masa kau tak tahu ibu beruang itu?!”

PUK! Sehun memukul bahu Jungyeon yang salah melihat objek yang dipandangnya, gadis itu malah melihat ibu guru berbadan gemuk yang ditakuti karena terkenal sebagai guru killer.

“Bukan ibu beruang! tapi gadis yang itu!” Sehun kini menggunakan telunjuknya untuk menunjuk gadis yang ia maksud.

“Ah, yang itu… molla! Sepertinya dia bukan siswi yang populer.”

Sehun mendesah, “Padahal kalau sedang bernyanyi, suaranya bagus sekali.”

“Wae? kau menyukainya eoh?” tanya Jungyeon iseng.

“Oh, Kim Jungyeon!” lelaki itu merangkulnya erat, “Kau memang selalu bisa menebak isi hatiku! Jangan bicara pada siapa-siapa kalau aku menyukai gadis itu, eoh? kau janji?”

Kau salah, Sehun. Jungyeon tidak bisa menebak isi hatimu. Itulah kenapa Jungyeon bisa jatuh cinta pada orang yang tak mencintainya sama sekali. Karena dia tak bisa menebak isi hati siapapun itu.

Arasseo, aku janji.” Ucap Jungyeon mengiyakan permintaan Sehun dengan senyuman palsu di bibirnya.

♥♥♥

Siswi ber-name tag ‘Kwon Young Soo’ itu masih menunduk di meja kantin. Sesekali, pandangannya tertuju ke arah ruangan sebelah baratnya yang tak lain adalah ruang latihan senam tempat biasa siswa baru bernama Jongin yang ia sukai diam diam itu menari dengan segala kelenturan tubuhnya sesuai irama musik.

Tapi hari ini, Jongin selalu terlihat bersama-sama dengan siswi paling populer di sekolah itu. siapa lagi kalau bukan Aehyun? Itulah yang cukup membuat Youngsoo murung hampir seharian ini. Mengingat Aehyun yang cantik dengan segala kelebihannya menggoda murid lelaki, Youngsoo hanya bisa tersenyum kecut. Ia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan primadona XOXO High School itu.

Youngsoo beranjak dari duduknya, melangkah menuju ruangan tempat ia biasa berlatih vokal untuk ekskul paduan suara. Syukurlah tidak ada kegiatan latihan paduan suara hari ini, jadi ia bisa bernyanyi sendirian tanpa malu dilihat banyak orang.

♫ Geureon sulppeunppyojeong haji marayo

nan ppoki haji anhayo

Geudaedo urideulei manname huheineopgettjo

Eoryeobgo ddo heomhankireul keoreodo

naneun geudaereul saranghaeyo… ♫

BRUK!

“Eoh?” Youngsoo terkejut saat mendapati seorang siswa tinggi berkulit putih terjatuh masuk ke dalam ruangan vokalnya. Gadis itu langsung menundukkan kepalanya malu jika bertatapan terlalu lama dengan laki-laki.

Nanado saranghaeyo…” ucap siswa yang tak lain adalah Sehun dengan cengiran khasnya.

Daripada meladeni ocehan asal siswa yang tak dikenalnya itu, Youngsoo lebih memilih berlari pergi. Sehun hanya bisa tercengang melihat penolakan tidak langsung yang diterimanya dari gadis yang menurutnya memiliki sisi berbeda dari gadis lainnya itu.

Youngsoo berhenti berlari tepat di depan Jongin dan Aehyun yang hampir saja ditabraknya. Melihat Jongin sedekat itu membuat Youngsoo ingin sekali mati rasanya. Dengan tubuh yang masih gemetar, gadis itu kemudian menarik nafas panjang-panjang, mengumpulkan keberaniannya.

“AKU MENCINTAIMU, KIM JONGIN!” ah! Apa yang baru saja dikatakannya?! Wajahnya pasti sudah seperti kepiting rebus yang baru diangkat sekarang!

Aehyun melirik ke arah Jongin dan menatap Youngsoo dengan tatapan merendahkan,

“Sepertinya kau baru saja mendapat pernyataan cinta, Jongin-ah. Gadis yang lucu sekali, wajahnya lebih merah dari bibirku.”

Nuna! Tunggu aku!”

Jongin berlari mengejar Aehyun tanpa mempedulikan pernyataan cinta Youngsoo. Lagi-lagi, Youngsoo merasa seperti seorang gadis bodoh. Mana mungkin lelaki setampan Kai mau dengan mudah menerima pernyataan cinta dari gadis aneh seperti dirinya? Kecuali jika ia berubah menjadi secantik Aehyun, mungkin Jongin akan berpikir ulang. Sayangnya, ia tidak akan pernah bisa menjadi seperti orang lain yang diinginkan Kim Jongin.

Tes! Airmata Youngsoo menetes begitu saja.

“Bodohnya diriku.”

♥♥♥

Nuna! Nuna!” Jongin menahan lengan Aehyun.

“Ada apa lagi, Jongin-ah?” gadis cantik itu memain-mainkan ujung rambutnya, malas menghadapi adik kelas yang menurutnya sangat mengganggu itu.

“Tolong jangan salah paham, aku dan Youngsoo Nuna tidak ada hubungan apa apa selain teman.” Jelas Jongin.

Aehyun menahan tawanya,

“Memangnya apa peduliku tentang hubungan kalian?”

Lelaki berkulit tan itu terdiam seribu bahasa. Tak menyangka gadis yang ia sukai selama ini dan selama ini ia pikir juga menyukainya berkata seperti itu. lalu, waktu yang selama ini ia habiskan bersama gadis itu, apa artinya?

Nuna… kau tahu, kan? Aku mencintaimu.”

Aehyun mengangguk, cukup paham tentang Jongin yang mencintainya. Jongin mungkin lelaki yang entah keberapa ratus yang menyatakan cinta padanya.

“Lalu? Apa maumu?” tanya Aehyun. Jongin semakin tak habis pikir.

“Tas, sepatu, pakaian, alat make up, dan lain-lainnya, semua itu kuberikan padamu, Nuna. Aku pikir kau mengerti apa mauku.”

“Ah!” Aehyun mengangguk lagi tanpa merasa berdosa, “Kau mau aku mengembalikan semua pemberianmu itu? tenang saja, akan kukembalikan!”

Lelaki itu menunduk dan tersenyum pahit, “Aku pikir… selama ini kau mencintaiku juga.”

Ye? Mencintaimu? Yang benar saja, Kim Jongin!” Aehyun tertawa lepas, merasa lucu dengan pemikiran Jongin yang sangat dangkal.

Jari lentik gadis itu mengangkat dagu Jongin agar menatapnya,

You are not my type. Aku tidak suka lelaki yang lebih muda dariku.”

Cukup jelas, Jongin sudah mengerti sekarang. Aehyun tak pernah menghargai cintanya dan tak pernah berniat untuk menjadi kekasihnya. Pantas saja, selama 3 bulan ini, Jongin tidak pernah mendengar Aehyun mencintainya. Seharusnya Jongin menyadarinya sejak awal.

“Itu baru tipeku…” Aehyun merapikan rambutnya dan langsung mengejar Minseok yang baru saja lewat. Siapa juga yang tak kenal Kim Minseok? seniornya yang seorang kapten tim basket yang sudah tak diragukan lagi ke-keren-annya.

Jongin tersenyum tipis, “Youngsoo pasti lebih baik daripada gadis itu. setidaknya, Youngsoo mau mencintaiku.”

♥♥♥

Aehyun tanpa malu langsung menggandeng tangan kapten tim basket sekolah itu, Minseok. Walaupun sebenarnya Minseok sedikit risih dengan kehadiran Aehyun, tapi sudahlah, Minseok tak mau ambil pusing.

Kebersamaan mereka tentu langsung menjadi pembicaraan hangat di antara siswa-siswi lain. Sebagian mulai menganggap kabar kedekatan Aehyun dengan Chanyeol hanyalah gosip semata dan mengiyakan fakta kedekatan Aehyun dengan Minseok. Aehyun tidak terlalu buruk, tapi Minseok tidak suka dengan gadis yang terlalu ‘over’ seperti Aehyun.

Oppa, kita mau ke mana?” tanya Aehyun dengan wajah imutnya. Tidak mendapat balasan, Aehyun tentu tak kehabisan akal. Jurus ini pasti akan sangat ampuh!

Oppa~ kau~ mau~ membawaku~ ke mana?~” tanya gadis itu lagi, kini dengan suara dan aegyo andalannya.

“Aku mau ke kelas Youngtae.” Yes! Benar saja! senjata aegyo memang sangat ampuh! Tapi… tunggu dulu!

Mwo? Youngtae… Kim Youngtae?!”

Minseok mengangguk.

Huh! Yang benar saja! Kim Youngtae adalah rival garis keras Aehyun dalam lomba bernyanyi tahun lalu dan Jung Aehyun tidak mungkin bisa melupakan kejadian di mana Youngtae mengalahkannya dalam lomba bernyanyi itu.

“Untuk apa kita ke sana?” tanya Aehyun sinis.

Wae? kau bermasalah dengan itu? aku kan tidak mengajakmu.” Cih! Benar juga-_-

“Kenapa kita tidak ke kantin saja? kau kan sudah lelah bermain basket, pasti butuh yang segar-segar. Akan kutraktir! Bagaimana?”

“Youngtae-ya!” Minseok melepas gandengan Aehyun dan berlari menghampiri siswi berambut ikal sebahu yang sedang berdiri di ambang pintu kelas 2-5 yang tak lain adalah Kim Youngtae.

“Eoh? Minseok Oppa… ada apa?” tanya Youngtae dengan senyuman manisnya yang malah membuat Aehyun ingin muntah melihatnya.

Oppa, kajja!” Aehyun lagi-lagi menggandeng tangan Minseok dan mulai menunjukkan sisi manjanya.

Youngtae yang melihat itu hanya bisa tersenyum geli sekaligus tak percaya Kim Minseok akan kuat mengencani seorang Jung Aehyun.

“Ah, sekarang kau bersama Aehyun?”

Aniyo!” tolak Minseok cepat sambil terus berusaha melepaskan gandengan Aehyun.

Oppa! Kau ini apa-apaan! Masa tidak mau mengakuiku?”

“Abaikan saja dia!” ucap Minseok menahan malu. “Kau belum ke kantin? Pasti menungguku ya? Maaf aku terlambat.”

Youngtae terlihat berpikir sejenak, lalu menggeleng. Minseok garuk-garuk kepala setelah mendapat gelengan gadis itu yang tampak lebih dewasa dari Aehyun.

“Lalu siapa yang kau tunggu?”

“Youngtae-ya!” pandangan Youngtae, Minseok dan tak terkecuali Aehyun tertuju pada Yixing, murid blasteran china yang dikenal sebagai ketua ekskul band di sekolah mereka.

Oppa!” Youngtae terlihat semangat melambaikan tangannya pada Yixing. Minseok memutar bola matanya malas, yang benar saja! masa iya, ia dikalahkan oleh seorang ketua ekskul band? Jelas-jelas dirinya lebih keren!

Hello, Minseok-ah! Apa yang sedang kau bicarakan dengan kekasihku? Kelihatannya seru sekali.” Tanya Yixing sembari merangkul mesra Youngtae.

Minseok melongo. Ke-ke-kekasih?

“Aehyun-ah, apa aku tidak salah dengar?” bisik Minseok pada Aehyun, memastikan untuk sekali lagi.

“Apa? Youngtae yang menjadi kekasih Yixing Oppa? Tentu saja kau tidak salah dengar!” jawab Aehyun sambil tertawa lebar yang sama sekali tak menghibur Minseok.

Yixing tersenyum memperlihatkan kempot di pipinya,

“Kami memang baru berkencan sekitar seminggu yang lalu.”

Ye?!” Minseok semakin tak menyangka. Jadi selama seminggu ini, ia mendekati kekasih orang?

Waeyo, Minseok-ah? Tidak usah berlebihan seperti itu!”

“Kalau begitu, Minseok Oppa, Aehyun-ah, kami duluan ke kantin ya? Ppai!”

Minseok memandangi kepergian sepasang kekasih itu masih dengan raut wajah tak percaya. Di sisi lain, Aehyun tersenyum bahagia dan langsung bergelayut manja di lengan Minseok.

“Karena Youngtae sudah bersama Yixing Oppa, bagaimana kalau Oppa dan aku cepat menyusul mereka berkencan? Aku siap mengatakan ‘Ya’ sekarang juga!”

Lelaki itu menepis tangan Aehyun dari lengannya,

“Teruslah bermimpi, Jung Aehyun!”

“YAK! KIM MINSEOK! KAU MAU KE MANA?! KIM MINSEOK! AKAN KUPASTIKAN KAU MENYESAL TELAH MENOLAKKU! YAK!”

♥♥♥

Lelaki yang sedang duduk bersantai di lantai atap gedung sekolah sambil mendengarkan musik lewat earphonenya itu perlahan tapi pasti mulai terganggu dengan suara tangisan seorang gadis yang menurutnya sangat horor sekali. Bulu kuduknya sempat berdiri tatkala suara tangisan itu semakin lama terdengar semakin pelan. ‘katanya’ hantu seperti itu akan semakin dekat jika suaranya semakin jauh.

FIX! IA BENCI HANTU!

“Ye?!” Lelaki itu mulai memasang wajah malas saat ia sudah berlelah-lelah mengeluarkan tenaga untuk bangkit dan siap mengeluarkan tenaga untuk berlari secepat kilat, ternyata yang menangis itu bukanlah hantu. sialan-_-

“Yak! Sejak kapan kau berdiri di sana?!” teriak Jungyeon yang mendapati Park Chanyeol menangkap basah dirinya yang sedang menangis sendirian di atap sekolah. Gadis itu menghapus airmatanya, malu.

“Cih! Pasti menangis karena laki-laki!” Chanyeol, lelaki itu melepas earphonenya dan menarik kakak kelasnya itu untuk lebih mendekat. “Jangan mau menangis seperti ini lagi! memalukan!”

Ketimbang hantu, Chanyeol lebih benci seorang lelaki yang tega menyakiti hati wanita.

Jungyeon masih terseguk-seguk, namun Chanyeol bisa-bisanya menenangkan hati gadis itu dengan lagu ciptaannya yang ia putar dan ia dengarkan via earphone ke telinga sebelah kiri Jungyeon.

“Apa maksudnya ini?” tanya Jungyeon mengerutkan kening, tak mengerti. Entah benar-benar tak mengerti atau pura-pura tak mengerti. Padahal lirik dalam lagu itu jelas sekali mengarah ke arah sana(?).

“Oh, ayolah! Aku tahu kau ini pintar, Kim Jungyeon Nuna!” ungkap Chanyeol. “Nilai akademikmu di atas rata-rata semua, masa yang begini saja kau tidak mengerti?!”

Uuuh, sepertinya Chanyeol benar-benar penggemar berat Jungyeon, hihi.

“…” gadis itu masih menunjukkan wajah polosnya.

Saranghae!”

“….” Tahan! Tahan, Jungyeon-ah! Jangan biarkan pipimu memerah!

Aigoo, jinjja!” Chanyeol mengacak rambutnya frustasi.

“Kalau kau tidak mengerti ‘saranghae’, kalau begitu, I LOVE YOU! I LOVE YOU! I-LOVE-YOU!” lanjut lelaki itu memperjelas artikulasi bahasa inggrisnya.

Tak kuat lagi berakting, Jungyeon pun tertawa geli, membuat Chanyeol seketika menahan malunya dengan senyuman tertahan.

“Hihi, aku mengerti. Aku hanya sedang mengetesmu saja tadi.”

“Kim Jungyeon Agassi, kau benar-benar dalam masalah besar!” ucap Chanyeol dengan seringaian setannya.

“Yak! Apa yang akan kau lakukan?! Yak! Park Chanyeol!” gadis itu terus melangkah mundur seiring dengan Chanyeol yang terus melangkah mendekatinya. Saat itu, Jungyeon menyadari, kalau seringaian Park Chanyeol lebih mematikan dari rambut Oh Sehun yang terkena angin.

Tuhan! Selamatkan hatiku!

BREG!

Punggung Jungyeon menyentuh dinding tembok dan tangan Chanyeol mengunci pergerakannya. Jarak diantara mereka hanya beberapa senti, ya tuhan! Kalau author jadi Jungyeon mungkin author udah pingsan duluan gakuat liat Chanyeol yang seksinya ganahan-_-

“Aku sudah menguncimu. Kalau kau ingin kunci ini terbuka, ucapkan passwordnya!”

Sial! Seringaian Chanyeol belum hilang juga! Dan sekarang, Chanyeol malah terlihat seperti pembawa acara kuis ramadhan di tv-tv, passwordnya apa bu?!-_-

“Aku ingin sekali berkata ‘I LOVE YOU TOObut, aku baru saja menangis karena seorang lelaki. Rasanya aneh jika tiba-tiba aku mengaku jatuh cinta pada lelaki lain secepat itu.”

Chanyeol tersenyum, menghilangkan seringaiannya. Alhamdulillah! :”

“Bukan Park Chanyeol namanya kalau tidak bisa membuatmu jatuh cinta dan melupakan yang lama-lama.”

I LOVE YOU TOO, CHANYEOL-AH.”

Sret! Tangan Chanyeol mungkin melepas kunciannya, tapi tidak dengan bibir lelaki itu yang langsung mengunci bibir Jungyeon. Mendengar kalimat itu langsung dari Jungyeon saja sudah cukup untuknya merasa bahagia.

♥♥♥

“Minseok kelihatannya tampan sekali, bukan?” tanya Yixing memancing reaksi kekasihnya, Youngtae.

Gadis itu memainkan rambutnya yang ikal, “Lalu kenapa? Oppa jatuh cinta pada Minseok Oppa eoh?”

Mwoya!” Yixing mencubit gemas pipi kekasihnya. “Aku hanya penasaran apa kau tidak tergoda oleh ketampanan Minseok? Dibandingkan denganku, Minseok jauh lebih tampan bukan?”

Oppa, sekarang kau meragukanku?” Youngtae mendelik.

“Tampan itu relatif. Dan aku tidak suka menilai orang dari yang relatif. Aku jatuh cinta padamu, karena kau adalah Zhang Yixing. Lelaki yang mungkin akan selamanya aku cintai.”

“Mungkin?”

Youngtae mengangguk, “Kecuali jika kau menikahiku, mungkin aku akan memperpanjang masa aktif cintaku menjadi selamanya untukmu.” Cielah~ provider keles masa aktif-_-

Yixing menggenggam kedua tangan Youngtae, menatapnya, dan mengecup tangan lembut kekasihnya itu dengan penuh kasih sayang.

“Aku mencintaimu karena kau memilihku.” Sekarang, Yixing kayak syahrini-_- kau yang telah memilih aku~~

♥♥♥

Youngsoo berjalan malas ke kelasnya. Setelah menangis di toilet, sepertinya energinya terkuras habis. Namun, langkahnya harus terhenti di depan ruang latihan senam. Di pintu ruangan tersebut, tertempel secarik kertas yang bertuliskan ‘HANYA KWON YOUNGSOO YANG BOLEH MASUK. KAU KWON YOUNGSOO? MASUKLAH. AKU MENUNGGUMU. –KJI’.

“Akhirnya kau masuk juga, Nuna.” Senyuman Jongin seketika membuat Youngsoo meleleh. Rasa sakit hati yang semula dirasakan Youngsoo sirnalah sudah.

Waewaeyo?” demi apapun, Youngsoo gugup kalau harus berhadapan dengan lelaki. Apalagi lelaki di hadapannya sekarang, Kim Jongin.

“Maafkan aku tentang kejadian yang tadi. Aku terkejut, ternyata kau malah jatuh cinta padaku. Sebenarnya, aku berniat membantu Sehun untuk bisa mendekatimu. Tapi malah aku sendiri yang pada akhirnya jatuh dalam pesonamu.”

Apa maksud Jongin? bukannya Jongin jatuh cinta pada Aehyun?

Jongin terus tersenyum, “Aku tahu apa yang mungkin sedang kau pikirkan sekarang. Aku memang mencintai Jung Aehyun, tapi di sisi lain, aku juga menyukaimu. Sehun sahabatku, dan dia juga menyukaimu. Kalau begitu, aku tidak bisa merusak harapan sahabatku kan? Jadi aku lebih memilih untuk tetap mempertahankan Aehyun selama 3 bulan ini tanpa membantu Sehun untuk mengetahui namamu. Kim Jongin benar-benar egois.”

“Lalu? A-apa yang sebenarnya ingin kau katakan?”

Jongin mendekap erat tubuh gemetar Youngsoo.

“Terimakasih sudah mencintaiku, Nuna. Maaf karena aku sempat mencintai gadis lain. Bolehkah aku mengambil kesempatan keduaku?”

Youngsoo mengangguk, “Kau selalu memiliki kesempatan itu, Jongin-ah.”

♥♥♥

Chanyeol membelai lembut rambut Jungyeon yang menidurkan kepala di pahanya. Lelaki itu masih tidak percaya kalau saat ini, kakak kelas yang diincarnya sejak lama kini telah menjadi kekasihnya. Mengingat Jungyeon pernah menangis tersedu karena laki-laki, membuat Chanyeol berjanji pada dirinya sendiri, ia takkan pernah membuat Jungyeon menangis seperti itu lagi.

“Kenapa kau jatuh cinta padaku? Bukannya kau dekat dengan Aehyun ya?” tanya Jungyeon penasaran.

“Kau bertanya alasannya?”

Gadis itu mengangguk. Chanyeol mencubit hidung mancung gadisnya.

“Aku mencintaimu tanpa alasan.”

Cinta ya cinta saja. kalau si A sudah jatuh cinta dengan si B, mau bagaimana lagi? Chanyeol terlalu sibuk mencintai Jungyeon hingga tak mempersiapkan alasan yang tepat jika sewaktu-waktu gadis itu bertanya seperti sekarang ini.

“Sebenarnya, aku baru akan menyatakan perasaanku dua minggu lagi, tapi karena kau datang di saat aku sedang tidak sabaran, jadi beginilah…” Lelaki itu tertawa sendiri.

“Bagaimana kau bisa percaya diri sekali?” Jungyeon bangkit dari posisinya. “Bagaimana kalau ternyata setelah kau menunggu selama dua minggu, aku sudah menjadi kekasih orang lain?”

“Itu tidak mungkin!”

“Kenapa tidak mungkin?! Begini-begini, aku tidak kalah populer dengan Jung Aehyun di kalangan murid laki-laki!” bibir gadis itu mengerucut, manyun.

“Itu tidak mungkin karena…”

Chanyeol menangkup kedua pipi Jungyeon,

“Kau sudah ditakdirkan hanya akan menjadi milikku. Begitu pula aku, yang hanya akan menjadi milikmu.”


― Warna-warni cerita cinta remaja di masa SMA ―

 

Aku Kim Jungyeon. Siswi kelas 3 SMA yang sudah merasakan warna-warni cerita cinta di masa SMA. Tidak semua warna itu cerah bukan? Ada juga warna yang gelap. Di saat cerita cinta kita diuji dan mendatangkan kesedihan, warna yang kita rasakan adalah warna gelap. Tapi, warna yang cerah juga akan datang pada saatnya. Saat kita merasakan kebahagiaan cinta sederhana yang luar biasa.

Karena Oh Sehun, aku sempat merasakan gelap. Tapi kemudian, Park Chanyeol datang memberi warna cerah di perjalanan cintaku. Aku bahagia bersamanya. Sampai saat ini, kami masih pacaran loh! Hihi 😀

Eoh? apa diantara kalian ada yang mengenalku? Kalau kalian mengenalku, jangan adukan aku pada Guru Lee ya? Jebal~ Bisa-bisa aku terkena semprotnya karena mengencani adik kelas.

Aigoo! Aku baru saja mendapat pesan dari kekasihku! Kami akan berkencan malam ini sebelum aku sibuk dengan ujian sekolahku 😀

Sudah dulu ya?

Bye bye!


Sign out,

―hellokimmy (nama samaran Jungyeon di blog pribadinya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s