EXO Fanfiction, Fluff, Oneshot, PG-13, Romance, School Life, Series, T

[EXO Fanfiction] THE WAR Series – DIAMOND

​`​THE WAR`

| A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

| Starring EXO’s Kai x BLACKPINK’s Lisa |

| Fluff, Romance, School-life |

| Teen || Vignette |

Clip List :

NOW PLAYING ♪ [Kai – Diamond] — [Baekhyun – Forever] — [Chanyeol – Chill] — [Sehun – The Eve] — [Suho – What U Do?] — [Xiumin – Touch It] — [Chen – Going Crazy] — [D.O – Walk On Memories] — [All – Ko Ko Bop]

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.


♪ Kalau kau menginginkannya, Sayang, Aku akan buktikan diriku padamu ♪


AYUSHAFIRAA©2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

♬♪♬

*Isi cerita bisa jadi tidak sesuai dengan arti/maksud lagu*

 

Lagi, entah untuk yang keberapa kalinya, Lisa menemukan sebuah amplop merah yang lucu di lokernya. Siswi cantik berdarah Thailand berperawakan tinggi langsing dengan rambut pirang yang bebas terurai itu mendengus, sebal, karena sampai saat ini ia tak pernah tahu siapa pula lelaki yang hampir setiap hari menyimpan amplop merah berisi surat cinta itu di lokernya. Helloooooo! Ini sudah 2017! Apa masih jaman ia menerima surat cinta seperti itu dari seorang pengagum rahasia? Rasanya tidak, sama sekali.

‘Teruntuk permataku yang indah, Lisa.’

Huwek! Membaca kalimat pembuka surat  itu saja, Lisa ingin muntah rasanya. Antara geli dan jijik, keduanya bercampur aduk menjadi satu. Jujur saja, Lisa bukan tipikal seorang gadis yang dengan mudahnya luluh karena hal-hal romantis macam ini. Jadi, siapapun itu, tolong berhentilah sebelum Lisa benar-benar muak!

BRAK!

Suara tas yang dilempar pemiliknya jatuh tepat ke atas meja di samping meja gadis itu. Tanpa mau melihat wajah si pemilik tas, Lisa buru-buru memasang earphonenya untuk mendengarkan musik.

“Selamat pagi, Lisa-ku yang cantik!”

Kai. Siapa lagi yang menyapanya dengan penuh rayuan kalau bukan dia?

“Aku tidak dengar, aku sedang memakai earphone.” Ucap Lisa tanpa mempedulikan kehadiran Kai yang sudah duduk manis di sebelahnya.

Kai tertawa, sedetik kemudian ibu jari dan telunjuknya mencubit pipi Lisa gemas hingga siempunya pipi kesakitan dibuatnya.

“Sebentar lagi kita sudah mau berpisah lho! Masa kau masih tidak mau kencan denganku?”

Ya, memang. Kai sudah menyukai Lisa sejak pertama kali gadis itu memperkenalkan diri sebagai siswi baru pindahan dari Thailand, dan 2 tahun sudah Kai menunggu Lisa membalas perasaannya. Kini, mereka hanya tinggal menunggu pesta perpisahan, setelah itu, 3 tahun masa SMA mereka akan berakhir.

“Berhenti menggodaku, Kai! Kalau kita berpisah, ya sudah. Aku malah akan sangat bersyukur karena tak akan ada lagi lelaki pengganggu yang duduk di sebelahku.”

“Oh? Itu tidak mungkin, Lisa! Kau pasti akan sangat merindukanku kalau sampai kita berpisah nanti kau belum menerima tawaran kencanku!” Balas Kai penuh percaya diri diakhiri tawa renyahnya.

“Terserahlah.”

 

♪♬♪

 

Poster pesta perpisahan yang akan diadakan malam minggu nanti tertempel di beberapa majalah dinding dan menarik perhatian Lisa sepulang sekolah. Kalimat ‘Datanglah bersama pasanganmu!‘ dan juga ‘Pesta ini bukan untuk jomblo.‘ tampak jelas dipertebal untuk menambah penekanan.

Lisa berdecih kesal, “Siapa juga yang membuat aturan seperti itu!”

Tak mau ambil pusing, Lisa memilih untuk melanjutkan langkahnya. Namun belum sampai ia keluar gerbang, langkahnya terhenti.

“Sepertinya… ada yang tertinggal. Tapi, apa ya?”

Gadis itu melihat-lihat lagi isi tasnya dan meraba-raba setiap saku yang ada di seragamnya untuk memastikan tak ada satupun barangnya yang tertinggal. Ternyata benar saja, ponselnya belum ia ambil di loker setelah pelajaran terakhir tadi usai. Mau tak mau, ia harus kembali lagi ke kelasnya yang ada di lantai 3.

Nafas Lisa masih tersengal, menaiki anak tangga dengan terburu-buru dirasa cukup untuk membuatnya kekurangan asupan oksigen. Lantai 3 rupanya sudah tampak sepi. Lagi-lagi, gadis itu memberhentikan langkahnya, namun kali ini dengan sedikit bersembunyi di balik dinding. Lisa menajamkan indera penglihatannya tatkala sepasang netranya itu menangkap tampak belakang punggung seorang siswa yang sepertinya tak asing lagi. Siswa itu terlihat berdiri di depan lokernya, entah sedang apa. Namun rasa penasaran Lisa selama ini akhirnya terjawab saat lelaki bertubuh proporsional itu mengeluarkan sebuah amplop merah dari sakunya dan menyimpannya di loker Lisa.

Jantung Lisa berdetak tak normal, lebih cepat dari biasanya. Lisa merutuk dalam hati, bagaimana bisa tak pernah terpikirkan olehnya kalau Kai-lah yang selama ini mengirim semua surat-surat cinta padanya? Padahal kentara sekali hanya lelaki itulah satu-satunya orang yang mau menghabiskan waktunya dengan percuma hanya untuk mengganggunya setiap hari.

 

♬♪♬

 

“LISA! LISA! LISA!” Teriak Kai heboh sesaat setelah dirinya masuk ke kelas. Seperti biasa, Lisa hanya menanggapinya dengan raut malas.

“Apa lagi? Apa yang membuatmu sampai berteriak sekeras itu? Apa kau berpikir telingaku mulai tuli?”

“Tidak! Bukan seperti itu, Lisa-ku sayang!”

Kai duduk di kursinya menghadap Lisa dengan tatapan serius, “Kau sudah melihat poster pesta perpisahan?! Di sana tertulis pesta itu tidak diperuntukkan untuk jomblo!”

Sebenarnya, Lisa ingin sekali menertawakan ekspresi wajah Kai sekarang ini, tapi demi menjaga imej, ia tahan keinginannya itu sekuat tenaga.

“Lalu?”

“‘Lalu?’ Kau sungguh bertanya ‘lalu?’ padaku? Ya ampun, Lisa!” Jika dilihat-lihat, Kai lebih mirip ibu-ibu sosialita yang baru saja menemukan bahan untuk bergosip. “Kalau kita tidak segera berkencan, kita akan termasuk golongan para jomblo! Dan jomblo tidak boleh mengikuti pesta perpisahan! Anak hits seperti kita masa tidak ikut pesta perpisahan? Huh, tidak bisa! Pokoknya kita berdua harus ikut!” Jelas Kai, panjang x lebar.

“Kita berdua ya?”

“Tentu saja!”

Lisa tersenyum paksa, “Kalau begitu biar aku pergi dengan lelaki lain dan kau pergi dengan gadis lain saja, kita berdua bisa tetap pergi ke pesta, selesai kan?”

“Yaaaaaaa,” Kai merajuk sedikit manja, “Tidak bisa begitu dong! Kau harus pergi ke pesta bersamaku! Menjadi pasanganku!”

“Akan kupikirkan baik-baik jika kau bisa menunjukkan usaha yang lebih dari sekedar merajuk padaku!”

“Sungguh?!”

Lisa mengangguk, meyakinkan Kai.

 

♪♬♪

 

Siswi berambut pirang itu baru saja kembali dari kantin, namun keadaan kelas  yang tiba-tiba kosong tanpa seorang siswa pun membuatnya keheranan bukan main. Ke mana hilangnya teman-teman sekelasnya?

“Menyedihkan sekali. Memang sepertinya tanpa Kai aku tidak punya siapa-siapa lagi.”

Lisa terduduk lesu di kursinya. Suasana kelas yang sepi membuatnya memilih untuk menidurkan kepalanya, menunggu teman sekelasnya yang lain datang.

Tap… Tap… Tap… Suara derapan sepatu yang masuk ke kelas Lisa membuat Lisa bangun dari posisinya, menyaksikan Kai berdiri di depan kelas seorang diri dengan ponsel yang terhubung ke bluetooth speaker miliknya.

Gadis itu hampir saja membuka mulut, tapi musik yang diputar Kai ternyata lebih dulu mengalun lembut diiringi dengan gerakan lentur nan indah dari tubuh lelaki itu yang akhirnya mengisi kesendirian Lisa. Kai menari, menunjukkan kemampuannya secara maksimal untuk merayu sang pujaan hati agar mau menerima tawarannya pergi ke pesta perpisahan sebagai pasangan.

Tidak. Lisa tidak suka hal-hal romantis. Itu sudah jelas.

Ya, seharusnya Lisa memang menjadi tipikal gadis yang tak menyukai apapun yang berbau romantis. Namun kali ini, Lisa seperti bukan dirinya semula. Lisa suka, sangat menyukai penampilan spesial Kai yang sengaja hanya diperuntukkan untuknya seorang. Lisa suka, dan dia tidak bisa lagi membohongi dirinya sendiri.

“Lisa, maukah kau pergi ke pesta perpisahan bersamaku?” Tanya Kai di akhir penampilannya.

Lisa masih terdiam.

“Lisa? Apa… Kau sedang menolakku? Apa… Penampilanku tadi kurang menarik hatimu?” Tanya Kai lagi, cemas.

Kini, gadis itu menggeleng.

“Aku sedang menunggumu bertanya ‘maukah kau berkencan denganku?’.”

Manik Kai seketika saja melebar, berbinar. “Apa kau akan mengatakan ‘ya’ jika aku menanyakan lagi untuk yang ke-seribu kalinya?”

“Seribu kali? Memangnya sebanyak itu kau pernah menyatakan perasaanmu?” Rasanya sulit bagi Lisa untuk percaya.

“Ya ampun, ya ampun!” Kai melangkah mendekati meja Lisa yang ada di barisan belakang. “Setiap hari pun, aku tidak pernah lupa untuk mengajakmu berkencan! Kau saja yang selalu menolak!”

Lisa tertawa lebar, tanpa paksaan.

“Maafkan aku! Suruh siapa wajahmu itu tampak seperti wajah-wajah seorang playboy? Aku kan jadi tak yakin!”

Kai mengulum senyumannya, mengangguk-angguk tak jelas.

“Apa-apaan reaksi itu?!” Lisa memukul bahu Kai, sementara siempunya bahu masih saja menunjukkan reaksi yang sama.

Kai menarik kursinya lebih dekat menghadap Lisa. Tak hanya kursi, lelaki itu juga mengikis jarak antara wajahnya dengan wajah Lisa sampai-sampai pipi gadis itu merah merona.

“Jadi, sebenarnya selama ini pun, kau mau menjadi kekasihku ya?”

 

To be continued…

Iklan

22 tanggapan untuk “[EXO Fanfiction] THE WAR Series – DIAMOND”

  1. Eaaa ea another great story from ay nih haha
    awal liat cast nya kai bareng lisa wuhuu kayanya bakal epic 😁 ga nyangka sih karakter kai disini ga kaya biasanya yg playboy+hentai, suka banget *jadi inget,hampir mirip kaya real story gw btw #jiah curhat 😁
    jadi baper sendiri pas kai ngedance depan lisa, bikin senyum2 dah 😂
    author ay memang dnskakxnekakaldnejdbe 😆

    Suka

    1. jangan gitu ah, idung aku jadi terbang nih /plak😂/ but makasih karena selalu dukung karya aku lewat komenan2 kamu hehe😘
      Kalo Kai emang aku pikir cuma cocok dipasangin sama member blackpink xD dan kebetulan aku suka lisa yaudahlah jadi 😅
      Biar gak bosan sih, makanya karakternya kuubah😆 toh sebenernya dia gak terlalu bangsat kok malah kiyut2 gimana gitu xD /kayatauajaluyu😂
      Ciyatciyatciyat, ciyee yang ceritanya hampir mirip kek gini ciyeee witwiw ah 😍😍😍
      Lisa yg diliatin dance, kamu yg baper yaaa wkwk 😂
      Memang apa coba wkwk😂 makasyih makasyih😘

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s