EXO Fanfiction, Hurt/Comfort, Oneshot, PG-13, Romance, School Life, Series, T

[EXO Fanfiction] THE WAR Series – CHILL

​`​THE WAR`

| A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

| Starring EXO’s Chanyeol x PRISTIN’s Kyulkyung |

| Hurt/Comfort, Romance, School-life |

| Teen || Vignette |

Clip List :

 [Kai – Diamond] — [Baekhyun – Forever] — NOW PLAYING ♪ [Chanyeol – Chill] — [Sehun – The Eve] — [Suho – What U Do?] — [Xiumin – Touch It] — [Chen – Going Crazy] — [D.O – Walk On Memories] — [All – Ko Ko Bop]

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.


♪ Jangan tertawa padaku seperti itu. Ketika aku melihatmu, sepertinya pikiranku telah dibaca ♪


AYUSHAFIRAA©2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

♬♪♬

*Isi cerita bisa jadi tidak sesuai dengan arti/maksud lagu*

 

Seperti hari-hari biasa sejak siswi cantik bernama Kyulkyung masuk ke sekolah itu 3 tahun lalu, para murid laki-laki masih saja tergila-gila pada pesonanya. Seringkali Kyulkyung harus dihadapkan pada kenyataan kalau kecantikannya malah membuat siswa-siswa satu sekolahan terlibat masalah karena tak mau kalah dalam memperebutkannya.

Bagi Kyulkyung, bergonta-ganti pacar adalah hal biasa. Tapi meski begitu, Kyulkyung tak pernah sembarang memilih siapa lelaki yang akan ia pacari. Sebut saja Baekhyun, siswa tampan ketua ekskul musik paling hits itu adalah satu contoh dari puluhan barisan para mantan high quality Kyulkyung.

Sejak ditempelnya poster pesta perpisahan, para pemuja Kyulkyung semakin menggila. Mereka berebut ingin menjadi pasangan Kyulkyung di pesta perpisahan hingga berani memberi gadis itu apa saja. Coklat dan bunga? Itu sudah mainstream! Lelaki-lelaki itu lebih sering memberi Kyulkyung ponsel baru, perhiasan, bahkan ada pula yang menjanjikan liburan keluar negeri. Mungkin kelihatannya seperti enak sekali hidup sebagai gadis cantik macam Kyulkyung yang digilai para kaum adam, padahal kenyataan yang dirasa Kyulkyung tidak sepenuhnya seperti itu. Hari-harinya tak setenang gadis-gadis lain, pasti ada saja lelaki yang menggodanya dengan sedikit memaksa. Memang ya, jelek bisa jadi ujian, cantik pun bisa jadi cobaan.

“Kyulkyung! Mau ya pergi ke pesta perpisahan bersamaku?”

“Maaf! Tapi aku sedang tidak mood membicarakan itu, lain kali saja ya!” Jawab Kyulkyung penuh senyuman manis yang diakhiri dengan flying kiss dari bibir seksinya. Namun sedetik kemudian, raut Kyulkyung berubah 180 derajat.

Jujur saja ia ingin sekali cepat-cepat mengakhiri masa SMA-nya ini, dan berhenti menjadi gadis populer. Cukup 3 tahun masa SMA ini saja ia dibuat lelah menghadapi lelaki-lelaki gila itu, jangan lagi!

“Hai, Kyulkyung!” Sapa teman lelaki satu kelasnya, Chanyeol, sesaat setelah ia duduk di bangkunya. Entah kebetulan atau apa, lelaki culun satu itu memang selalu memilih tempat duduk tepat di belakang Kyulkyung sejak mereka kelas 1.

Seperti murid culun kebanyakan, Chanyeol juga tak pernah banyak bicara. Satu hal yang pasti dilakukan Chanyeol saat pandangannya beradu dengan pandangan Kyulkyung adalah menyapanya, dan gadis itu pun tak pernah keberatan membalas sapaannya dengan sapaan balik atau sekedar lambaian tangan yang disertai senyuman lebar.

“Hai juga, Chan.”

Melihat keringat membanjiri wajah gadis itu, Chanyeol berinisiatif mengambil beberapa lembar tisu dari dalam tasnya. Lelaki itu beranjak, mendekat ke hadapan Kyulkyung dan berjongkok untuk menyetarakan tinggi badannya dengan Kyulkyung yang sudah terduduk lesu di bangkunya.

“Terimakasih, Chan. Kau baik sekali.” Ucap Kyulkyung, tangan Chanyeol masih bergerak mengelap keringat di wajahnya.

Chanyeol tersenyum, canggung. “Sama-sama.”

Ting! Lampu pijar di otak Kyulkyung seolah menyala. Sebuah ide cerdas terbesit kemudian.

Kyulkyung membalikkan tubuhnya, duduk menghadap Chanyeol yang duduk di belakangnya. Dengan wajah dan tatapan yang menggoda, gadis itu menatap wajah Chanyeol lekat-lekat tanpa berkedip yang seketika membuat siempunya wajah salah tingkah.

“Ke-kenapa… Kau menatapku seperti itu?”

“Aku penasaran.”

“Pe-penasaran?” Kening Chanyeol berkerut, bingung.

Kyulkyung mengangguk manja, “Ya, penasaran. Aku penasaran apa kau menyukaiku, Chan?”

GLEK!

Chanyeol meneguk air liurnya sendiri, gugup dan tak tahu harus menjawab apa.

“Kau tidak mau mengaku? Padahal itu sudah jelas lho!” Kyulkyung menunjukkan wajah sedikit kecewa. Ia bangkit dari duduknya untuk mengalungkan tangan di leher Chanyeol dari belakang, sementara itu, bulu kuduk Chanyeol berdiri semua. “Tapi tidak apa-apa, aku tahu kau masih malu untuk mengungkapkannya kan?”

“Jadilah kekasihku, Chan.” Bisik Kyulkyung, Chanyeol bergidik merinding.

 

♪♬♪

 

Dengan menggandeng Chanyeol, Kyulkyung berjalan penuh percaya diri saat jam istirahat dimulai. Berlawanan dengan Kyulkyung, Chanyeol justru tampak kikuk. Ada rasa was-was di dalam diri Chanyeol mengingat banyak siswa lain menyukai gadis di sampingnya itu dengan begitu fanatiknya.

“Hei, kau anak culun! Menyingkir dari gadisku!”

Kyulkyung mempererat gandengan tangannya, sesekali ia juga tampak bergelayut manja di lengan sedikit kekar milik Chanyeol.

“Kenapa dia harus menyingkir? Sekarang kan dia kekasihku!” Ucap Kyulkyung.

Siswa-siswa lain yang berada di kantin seketika hening, namun sedetik kemudian keheningan itu berubah menjadi tawa yang pecah.

“Dia? Anak culun itu? Kekasihmu? Jangan bercanda, Kyulkyung!”

“Kau berharap kami percaya begitu saja? Dia kan sama sekali bukan tipemu! Jadi itu sangat tidak mungkin!”

“Kau itu hanya cocok bersamaku, Kyulkyung!”

Kyulkyung melipat kedua tangannya di dada, berpikir keras tentang bagaimana caranya agar lelaki-lelaki itu percaya kalau Chanyeol adalah kekasih barunya agar mereka semua berhenti mengganggunya.

“Jadi kalian tidak percaya kalau dia benar-benar kekasihku? Perhatikan baik-baik! Akan kutunjukkan pada kalian kalau kami memang sudah berkencan!” Ucap Kyulkyung.

Gadis itu merubah posisinya menghadap tubuh tinggi Chanyeol. Tatapan tajamnya berusaha meyakinkan Chanyeol kalau lelaki itu harus mau menerima apa saja yang akan ia lakukan terhadap dirinya.

Kyulkyung berjinjit, menautkan bibirnya ke bibir Chanyeol. Adegan ciuman mereka sontak saja membuat seisi kantin terkejut, tak terkecuali Chanyeol yang masih membelalakan matanya tak percaya.

 

♬♪♬

 

“Duduklah!”

Kyulkyung mendorong Chanyeol hingga terduduk di kursi sebuah salon pria & wanita langganannya. Satu kali tepukan tangannya membuat pegawai salon langsung mengerti dan menghampiri sang pelanggan.

“Aku minta kalian mengubah gayanya menjadi lebih tampan! Aku tidak mau melihat dia berpenampilan culun lagi!” Titah Kyulkyung.

Gadis cantik itu duduk bertumpang kaki di sofa sembari sesekali terlihat memijat keningnya. Tentu saja para lelaki yang menggilainya di sekolah tak akan pernah percaya Chanyeol adalah kekasih barunya kalau penampilan lelaki tinggi itu tak seperti penampilan mantan-mantannya yang keren. Untuk itu, Kyulkyung rela melakukan apa saja demi merombak penampilan Chanyeol. Ini semua demi kebebasannya, ya itu saja kok.

“Kyulkyung, kekasihmu sudah tampan nih!”

Gadis itu menoleh saat pegawai salon memanggilnya, melihat sesosok lelaki tampan yang tak pernah dilihatnya selama 3 tahun di SMA. Tapi sosok itu bukanlah lelaki lain. Dialah Chanyeol, si culun yang selalu menempati tempat duduk di belakangnya yang kini sudah bertransformasi menjadi si tampan nan kharismatik, calon kekasihnya yang baru.

“Kyulkyung?” Chanyeol mengibaskan tangannya di depan wajah Kyulkyung, menyadarkan gadis itu dari lamunan sesaatnya.

“Ah?” Kyulkyung buru-buru bangkit, berusaha keras melupakan lamunannya tadi.

“Nah, kalau begini kan kau kelihatan sangat tampan! Kalau sudah begini, jangan malu-malu lagi jalan berdampingan denganku! Percaya diri saja, oke?”

“Kyulkyung, boleh aku bertanya sesuatu?”

Gadis itu mengangguk, “Tentu, tanya saja!”

“Kenapa kau harus melakukan semua ini padaku? Aku ini… apa buatmu?” Tanya Chanyeol, menatap kedua manik mata gadis di depannya.

Tenggorokan Kyulkyung tercekat, tak bisa menjawab langsung pertanyaan itu.

“Maafkan aku, Chan. Tapi kumohon, bantulah aku.”

“Memangnya apa yang harus kubantu? Apa yang bisa seorang lelaki culun ini berikan untuk dirimu yang sempurna, Kyulkyung?” Mata Chanyeol pun berkaca-kaca, mungkin kecewa karena merasa Kyulkyung telah memanfaatkan kebodohannya.

“Chan… Hanya kau yang bisa membantuku. Aku mohon.” Kyulkyung mengikis jarak antara dirinya dengan Chanyeol, tangannya meraih tubuh Chanyeol dan perlahan tapi pasti memeluknya dengan berurai airmata.

“Untuk sebentar saja… Aku ingin bebas dari lelaki-lelaki yang terus mengejarku. Aku sudah lelah, Chan. Aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan untuk kembali hidup normal seperti gadis lainnya yang merasakan ketenangan dalam hidup. Kumohon dengan sangat, Chan…”

Chanyeol membalas pelukan Kyulkyung yang masih menangis di dadanya. Selama ini dirinya tak pernah tahu bahwasannya gadis yang selalu tampak ceria itu nyatanya bisa terlihat rapuh juga.

“-jadilah kekasihku sampai malam perpisahan. Setelah itu, kalau kau memang tak menyukaiku, kau bisa pergi.”

 

To be continued…

wp-1502389176008.png

Iklan

20 tanggapan untuk “[EXO Fanfiction] THE WAR Series – CHILL”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s