Death-fic, EXO Fanfiction, Hurt/Comfort, Marriage Life, Oneshot, Psychology, R, Romance, Series, Special

[EXO Fanfiction] Special Lay’s Birthday – DANGDUT SERIES : MELANGGAR HUKUM

‘Tapi harus bagaimana? Aku terlanjur cinta.’

`Melanggar Hukum`

 

A part of `Dangdut Series` by AYUSHAFIRAA

`Starring EXO’s Lay x F(X)’s Krystal`

|| Hurt/Comfort, Marriage-life, Psychology, Romance ||

// PG-17 // Vignette //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata. Inspired by ‘Mozza Kirana – Melanggar Hukum’.


Dangdut Playlist :

[Chen Gotik – Tarik Selimut] ― NOW PLAYING ♫ [Lay Kirana – Melanggar Hukum]  [ Coming Soon ]


© AYUSHAFIRAA, 2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

 

Keterlibatan keduanya dalam satu proyek film yang sama membuat benih-benih cinta itu tumbuh dalam hati masing-masing. Cinta lokasi, begitu akrabnya rasa itu disebut. Siapa yang tak mengenal aktor tampan bernama Lay dan aktris cantik bernama Krystal? Wajah mereka biasa terpampang di mana-mana, muncul di iklan televisi, juga menghiasi banyak film layar lebar.

Arloji silver di pergelangan tangan kurus Krystal menunjukkan pukul dua belas, matahari yang hari itu bersinar di langit cerah tak berawan berada tepat di atas kepalanya. Kaki jenjangnya lantas melangkah penuh percaya diri, masuk ke dalam sebuah hotel berbintang di mana Lay sudah menunggunya di sana.

“Krystal! Sebelah sini!”

Seruan itu mengalihkan pandangan Krystal ke asal suara. Senyum yang semula mengembang di wajah ayu gadis itu menghilang tatkala lelaki yang akan ditemuinya ternyata tak menunggu seorang diri.

Ah, ada satu hal yang belum dijelaskan di sini. Lay adalah seorang pria yang sudah beristri.

Ya, salahnya, Krystal telah jatuh, terlalu dalam, ke dalam pesona ‘suami orang lain’.

“Hai! Apa kabar?” basa-basi tentu saja diperlukan dalam sebuah pertemuan, tak peduli pertemuan itu menyenangkan ataupun memuakkan. Setidaknya, Krystal harus terlihat ‘ramah’ di depan wanita yang akan segera menjadi janda itu.

Bentuk perut wanita di samping Lay yang terlihat sedikit membuncit menarik perhatian Krystal untuk menatapnya dingin. Istri pria itu sedang hamil, tapi pria itu malah mendekat padanya? Kasihan sekali.

Setelah bercakap-cakap ringan, ketiganya larut dalam suasana makan siang yang hangat. Tak tergambar raut kecurigaan sedikitpun di wajah istri Lay akan makan siang tak biasa mereka kali ini. Lay beralasan ingin memperkenalkan rekan kerjanya yang baru, dan tentu saja itu hanyalah sebagian kecil dari taktik liciknya semata.

“Euhm.” Krystal yang sedaritadi duduk berhadapan dengan Lay sedikit melenguh saat dirasanya kaki pria itu bergerak nakal –bermain-main menyentuh betis putih mulusnya yang terekspos di bawah meja sana.

“Aku permisi ke toilet dulu sebentar.” Ucap gadis itu untuk menghindar dari aksi nakal Lay selanjutnya. Tidak mungkin jugakan ia mendesah begitu saja di depan istri Lay yang tidak tahu apa-apa tentang perbuatan nista suaminya itu.

“Sayang, aku juga ke toilet dulu ya?” tanya Lay yang langsung dibalas anggukan tanpa ragu sang istri.

Lay melangkah menuju ke arah toilet, namun tepat sebelum ia sampai di depan pintu toilet pria, langkahnya berhenti di depan sebuah lift. Bukannya masuk ke dalam toilet, lelaki itu malah melangkahkan kakinya ke dalam lift dan menekan tombol angka 5.

Ting!

Sesampainya di lantai yang lelaki itu tuju, pintu lift kembali terbuka, menampakkan sosok Krystal yang kemudian tersenyum lebar ke arahnya.

Tak… tak… tak… suara derapan sepatu hak tinggi dari si gadis berambut cokelat terdengar saat langkah kakinya memasuki lift yang sama dengan Lay.

“Jadi,” Krystal mengalungkan tangannya ke leher lelaki itu. “-kapan kau akan menceraikan istrimu?”

Tak butuh waktu lama bagi pintu lift untuk tertutup kembali. Ranum merah milik Krystal sudah menggoda Lay seperti meminta segera dicicipi. Namun, bibir gadis itu ternyata bergerak lebih dulu mengecup bibirnya secara lembut. Lay yang tak mau kalah agresif akhirnya balas mencium bibir gadisnya itu kasar. Krystal hanya tersenyum sembari menyambut bibir Lay, seperti tahu respon inilah yang akan diterimanya jika berani mencoba menggoda Lay duluan.

Ting!

Oppa?”

Lay spontan mendorong tubuh Krystal hingga membentur dinding lift saat tatapan tak percaya sang istri menyasar ke arahnya. Ada rasa jijik dan benci di balik sorotan tajam penuh airmata wanita yang sedang mengandung 6 bulan itu setelah menyaksikan sendiri perselingkuhan yang dilakukan sang suami.

Sebaik-baiknya kau menyembunyikan bangkai, akhirnya akan tercium juga. Begitu pula dengan hubungan terlarang yang telah Krystal dan Lay coba tutup-tutupi selama ini, pada akhirnya itu semua terkuak sampai ke akarnya.

Kini, bukan lagi pujian yang dilontarkan khalayak ramai pada keduanya, melainkan hujatan penuh kebencian yang datang dari mana-mana. Tanpa perlu menunggu lama, Lay digugat cerai sang istri. Impian yang semula terlihat indah bagi Krystal untuk memiliki Lay, malah terasa tak berarti lagi setelah semua ini terjadi.

Kebahagiaan semu Krystal dapat dengan mudah sirna begitu saja ketika satu pertanyaan terus mengganjal jauh di lubuk hatinya. Apa yang harus ia banggakan dari status perempuan perebut suami orang?

.

.

.

“AAAAAH!”

Wajah pucat Krystal yang tiba-tiba bangkit dari tidurnya basah oleh keringat dingin. Tubuhnya gemetar dengan bola mata yang hampir loncat dari tempatnya. Untuk kesekian kalinya sejak ia resmi menyingkirkan dan menggantikan posisi istri Lay, ia bermimpi buruk lagi.

Jika Krystal sudah begini di setiap malamnya, Lay akan menenangkan istrinya itu dalam sebuah pelukan. Namun rupanya sekarang, entah sudah merasa lelah atau apa, Lay tak lagi memberi Krystal pelukan penenang. Lelaki itu malah terlihat risih dan terganggu sekali.

“Kenapa kau tak pernah bisa berhenti mengganggu tidurku?! Tak bisakah kau membiarkan aku tidur dengan tenang sekali saja, huh?!” bentak Lay.

Tubuh Krystal yang kurus itu kian bergemetar hebat setelah mendengar Lay membentaknya untuk pertama kali. Ia sedang ketakutan saat ini, tapi sang suami yang diharapkannya akan memberinya ketenangan malah membuatnya semakin tertekan.

Krystal meremas rambutnya sendiri, frustasi. “Maaf! Kumohon maafkan aku, Oppa!”

Baru saja Lay ingin memaklumi kondisi istrinya, Lay dikejutkan oleh tingkah istrinya yang tiba-tiba saja berteriak keras sambil menekuk kedua lutut dan menangis. Jelas sekali, Krystal berteriak memohon agar seseorang mau berhenti menerornya.

“CUKUP, KRYSTAL!”

Oppa? Oppa kau mau ke mana?! Jangan pergi! Seseorang di luar sana akan menembak kita jika kita keluar! Kita berdua bisa dibunuh, Oppa!” Krystal menahan pergerakan kaki Lay yang hendak berlalu pergi meninggalkannya. Wanita itu terus memegangi kaki sang suami agar tak melangkah keluar dari apartemen mereka.

Lay memandangi wajah Krystal yang tampak begitu menderita dengan tatapan kasihan. Seumur hidupnya, Lay baru pertama kali ini melihat sisi menyedihkan dari seseorang yang mengidap depresi berat.

“Kau benar-benar sudah gila, Sayang.”

Wanita itu terdiam dengan bulir airmata yang terus mengalir di pipinya saat mendengar ucapan terakhir dari sang suami yang kemudian meninggalkannya sendirian. Akalnya yang masih sedikit berjalan seolah tak dapat menerima kenyataan bahwa suaminya sendiri kini menganggapnya gila.

Langkah gontay itu lantas menuntunnya berjalan menuju balkon. Rentetan foto mesra yang memotret kebersamaannya dengan sang suami di setiap inchi dinding ia lewati begitu saja. Dinginnya udara malam yang berhembus seolah menyambutnya yang telah sampai di dinding pembatas balkon apartemennya. Tatapan kosong itu begitu menunjukkan keputus-asaan.

Ia berdosa, tentu saja. Kehadirannya telah menghancurkan rumah tangga seseorang. Kehadirannya, telah membuat wanita lain menjadi janda dan bahkan telah membuat seorang bayi tak mengenal siapa ayahnya.

Dengan tak lagi menggunakan akal sehat untuk berpikir, Krystal mantap menghempaskan tubuhnya demi menjemput ajalnya sesegera mungkin untuk menyudahi kebahagiaan yang ia dapatkan selama ini dari penderitaan orang lain.

.

.

.

BRUK!

.

.

.

‘Diduga depresi, aktris cantik ini nekat melompat dari lantai 59’

‘Tak kuat dihantui rasa bersalah jadi alasan aktris cantik ini bunuh diri’

 

 

Sekian.

Maafkan saya yang begitu tega menistakan Lay Krystal di sini huhuhu 😥

Selamat ulang tahun, Icing! Keep poloz yhaaa, ailopyu :”)

PicsArt_03-25-01.05.27

Iklan

4 tanggapan untuk “[EXO Fanfiction] Special Lay’s Birthday – DANGDUT SERIES : MELANGGAR HUKUM”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s