Comedy, EXO Fanfiction, Family, Fluff, Marriage Life, Oneshot, PG-13, Romance, Series, Slice of Life, Special, T

[EXO Fanfiction] Special Kris’s Birthday – DANGDUT SERIES : MERIANG

PicsArt_09-02-07.50.55

‘Kuingin dirimu selalu di sisiku.’

`Meriang`

 

A part of `Dangdut Series` by AYUSHAFIRAA

`Starring Kris ex-EXO x Seohyun ex-SNSD`

|| Fluff, Marriage-life, Romance ||

// PG-15 // Vignette //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata. Inspired by ‘Cita Citata – Meriang’.


Dangdut Playlist :

[Chen Gotik – Tarik Selimut] [Lay Kirana – Melanggar Hukum]  NOW PLAYING ♫ [Kris Citata – Meriang] ― [Coming Soon ]


© AYUSHAFIRAA, 2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.


[Seoul, 2015]

Setelah 2 bulan mengurusi pekerjaan kantor di Paris, Kris akhirnya menginjakkan kakinya lagi di tanah kelahiran sang istri. Rasa rindu pasca meninggalkan istrinya, Seohyun, begitu lama hanya demi pekerjaan rasanya sudah menumpuk menyesakkan dada. Kris tak tahan lagi. Ia hanya ingin segera sampai di rumah dan memeluk sang istri erat-erat.

3 tahun sudah berlalu sejak Kris dan Seohyun saling mengucapkan ikrar suci untuk saling setia dan mencinta di saat suka maupun duka, di saat kaya maupun miskin, juga di saat sehat maupun sakit sampai maut memisahkan. Selama 3 tahun ini, Kris tak pernah meninggalkan istrinya untuk waktu lama. Jadi kepergiannya kemarin adalah kali pertama dan mungkin menjadi kali terakhirnya juga. Karena pada kenyataannya, Kris sangat membutuhkan Seohyun dan tak bisa jauh dari pesonanya sekejap saja.

Pria bersurai pirang itu kini berdiri tepat di depan pintu rumah bergaya minimalis, menyembunyikan sebuket bunga mawar merah untuk sang istri tercinta sembari tak lupa mengukir senyuman yang pastinya akan membuat siapapun meleleh jika melihatnya, tanpa terkecuali Seohyun Wu sendiri.

Ting tong!~ ting tong ting tong ting tong!~~~ Kris menekan bel rumahnya tak sabar.

“Iya sebentar!” suara yang sangat dirindukan oleh Kris akhirnya dapat terdengar juga secara langsung. Maklum saja, menurut Kris, suara Seohyun akan lebih terasa hangat jika didengar langsung daripada melalui sambungan telepon atau video call.

Seorang wanita cantik berpipi gembul menampakkan dirinya dari balik pintu tak lama setelah pintu rumah itu terbuka. Sebenarnya, waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, namun rupanya wanita itu masih betah mengenakan piyama kesayangannya yang bermotif kelinci merah muda. Mungkin karena perutnya yang sudah mulai membesar, membuat piyama yang 2 bulan lalu masih terlihat pas kini sudah tidak lagi di mata Kris. Kancing-kancing piyama yang wanita itu gunakan seolah sudah berteriak meminta dilepaskan saja.

Oppa! Aku merindukanmu!” ucap Seohyun berbinar saat menyadari tamu yang datang tak lain merupakan suaminya sendiri.

“Aish! Sayang, bukankah sudah kubilang jangan kenakan baju yang terlalu kecil lagi?! Kasihan bayi kita kalau kau terus mengenakan pakaian yang jelas-jelas menyiksa tubuhmu!” omel Kris spontan.

“Bukan baju ini yang terlalu kecil, tapi tubuhku saja yang kian besar. Aku gendut, itu kan maksudmu?”

Kris menyentuh dahinya yang tiba-tiba terasa pening. Melihat sang istri berkaca-kaca hampir menangis karena dirinya salah memilih kata-kata membuatnya tak tega juga. “Aku tidak bermaksud seperti itu. Maafkan aku.”

“Peluk~” pinta Seohyun dengan imutnya. Sementara itu bibir merah mudanya masih mengerucut manyun.

Kris tersenyum, mengerti. “Baiklah, kemarilah, Sayangku.” Ucap lelaki itu seraya bergerak memeluk tubuh wanitanya.

“Bunga untukku?” wajah si wanita dengan mudahnya bisa kembali ceria setelah melihat sang suami memegang sebuket bunga mawar.

“Tentu saja. Memangnya untuk siapa lagi kalau di hatiku saja hanya ada namamu seorang?”

Setelah lebih dari 2 tahun menunggu, Seohyun akhirnya dapat mengandung buah cintanya bersama Kris yang kini sudah tumbuh di dalam rahimnya selama 9 bulan. Saat Kris jauh, Seohyun sangat tahu betapa Kris sangat memikirkannya sepanjang waktu. Dalam satu hari, lebih-lebih dari aturan meminum obat, Kris mungkin bisa menghubungi Seohyun sampai 14 kali. Kris akan kalang kabut dan tiba-tiba memarahi wanita hamil itu jika sekali saja tak langsung mengangkat telepon darinya. Semua itu bukan karena Kris jahat, tapi karena Seohyun mengerti, Kris sangat mencintainya dan tak mau hal buruk terjadi padanya juga pada calon bayi mereka.

“Malam ini kita makan di luar saja ya?” saran Kris.

Kali ini, pasangan suami istri muda itu tengah menikmati waktu kebersamaan mereka dengan menonton film romantis dari pemutar DVD. Seohyun berbaring di atas sofa ruang tamu mereka dengan kepala yang terpangku di atas paha Kris. Di saat-saat seperti ini, Kris tak pernah lupa mengusap lembut kepala sang istri agar semakin merasa nyaman bersamanya.

“Kenapa harus makan di luar? Oppa tidak merindukan masakanku ya?”

Plak! Kris menepuk dahinya sendiri. Ia salah lagi. Manusiawi rasanya jika ia terkadang merasa kesal akan sikap wanita yang sulit sekali mengerti keinginan lelaki. Tapi ia harus mengerti, ia tidak akan menikahi Seohyun jika bukan karena mau menerima segala kekurangan wanita itu. Tambahan, Seohyun sedang mengandung anaknya, jadi tidaklah aneh jika Seohyun semakin hari semakin sensitif.

“Bukan begitu, Sayang.” Kris menghela nafas. “Aku hanya tidak mau kau kelelahan mengurusi masakan untukku. Ingatlah siapa yang ada di sini.” Lanjut Kris, memohon. Jemarinya yang semula mengelus kepala Seohyun kini berpindah mengelus perut bulat besar sang istri.

“Anak kita.” tangan lembut milik Seohyun kemudian menyentuh tangan Kris di perutnya. “Maafkan aku ya, Oppa? Aku selalu tak bisa mengerti maksud baikmu.”

“Aku tidak pernah menyalahkanmu, Sayang.”

.

.

.

Tanpa sepengetahuan Seohyun, Kris sudah menyiapkan segalanya. Makan malam romantis di sebuah restoran ala Italia. Musik klasik, lilin-lilin yang menyala dan kelopak bunga mawar yang bertaburan di lantai sangatlah menambah kesan keromantisan yang dipersiapkan Kris.

Dengan berbalut gaun merah sepaha yang jelas tidak terlalu ketat, Seohyun berjalan dalam gandengan mesra sang suami yang juga bersetelan jas hitam nan rapi malam ini. Keduanya terlihat begitu serasi tanpa cela apapun.

Karena tak ada orang lain lagi selain mereka, Seohyun sempat menyangka Kris membawanya ke restoran yang tak laku. Tapi pikiran seperti itu kemudian dibuangnya jauh-jauh setelah hawa-hawa makan malam istimewa tercium olehnya. Mungkin memang Kris tak mau ada orang lain yang mengganggu momen mereka.

“Makanan Italia, bunga mawar, romantis. Bukankah aku sangat khatam akan hal-hal yang kau sukai?” ucap Kris, berlagak sombong.

Seohyun menggeleng. “Aku tidak suka itu.”

“Hah? Ta-tapi bukannya-“

“Aku menyukaimu.” Lanjut Seohyun, tersenyum lebar, yang seketika dapat membuat Kris bernafas lega setelah sempat sangat gugup memikirkan Seohyun yang tak menyukai kejutan darinya.

“Haruskah kita makan sekarang?” tanya Kris. Seohyun tak langsung menyahut. Wanita itu tiba-tiba terdiam tak membalas sepatah katapun.

“Sayang?”

“Hm?” balas Seohyun dengan dada naik turun. Wanita itu mencoba menatap suaminya dan bersikap senormal mungkin.

Dahi Kris mengkerut, “Kau baik-baik saja?”

“A-aku… aku rasa…” wajah pucat wanita Kris itu perlahan tapi pasti dibanjiri oleh peluh. “Ke-ketubanku… baru saja pecah.”

“APA?!”

Tanpa berlama-lama lagi, Kris langsung menelepon ambulans untuk segera membawa Seohyun yang tampak syok dalam diam karena ini adalah kali pertamanya wanita itu merasakan kontraksi hebat, ke rumah sakit terdekat. Sepanjang perjalanan, di dalam ambulans, Kris terus mengajak Seohyun berbicara agar istrinya itu tak kehilangan kesadaran.

Sesampainya di ruang bersalin, dokter dan para perawat langsung menangani proses kelahiran penerus marga Wu tersebut. Tak mau melihat istrinya menderita sendirian, Kris pun memutuskan untuk mendampinginya.

“A-AHH! AKU TIDAK BISA! INI TERLALU SAKIT!” teriak Seohyun, seperti putus asa, di sela-sela perjuangannya melahirkan sang bayi Wu.

“KAU PASTI BISA, SAYANG! JANGAN MENYERAH!”

Seohyun menarik kerah kemeja putih Kris, membuat Kris merasa tercekik seketika. “DIAMLAH! AHHH KAU TIDAK AKAN TAHU BETAPA SAKITNYA-“

“EUNGHHH! HUH HUH AHH RASANYA SEPERTI MAU MATI!!!”

“Ohok! Ohok! Sayang, kalau kau… terus mencekikku bisa-bisa aku yang mati lebih dulu.” ucap Kris, wajahnya sudah hampir berwarna merah padam.

Seohyun menggeleng, tersiksa dengan kesakitan luar biasa yang menderanya seakan tanpa ampun. “AKU TIDAK PEDULI! AHHHH!”

“Ayo, Nyonya Wu! Dorong sedikit lagi! Kepalanya sudah terlihat!” seru si dokter.

Kris memberi tatapan tajam pada beberapa perawat yang tak mencegah Seohyun terus mencekiknya. Sementara itu para perawat hanya memberi senyuman kikuk berharap Kris mengerti kalau hal-hal seperti ini sangat mungkin terjadi saat seorang wanita sedang dalam proses persalinan.

“AHH EUGH EUNGGGH! KRIS WU!” Seohyun menatap Kris menyeramkan. “AYO KITA MATI BERSAMA!”

.

.

.

[Seoul, 2017]

Selamat ulang tahun yang ke-2, Italia Rose Wu

Pesta kecil-kecilan ulang tahun putri kecil Kris diadakan di sebuah hotel dengan mengundang beberapa anak balita rekan kerja Kris di kantor. Italia Rose Wu, itulah nama yang diberikan Kris untuk si putri kecil tercinta mengingat sang ibu sangat menyukai hal-hal berbau Italia dan bunga mawar. Perpaduan yang sempurna antara wajah Kris dan Seohyun membuat Italia menjadi putri tercantik yang pernah terlahir ke dunia.

“Hei, Tuan Wu!”

Kris berpaling ke arah seorang wanita bule, rekan kerjanya selama di Paris waktu itu. Wanita bule itu kemudian melangkah menghampiri Kris yang tengah menggendong Italia.

“Jadi puteri cantik ini yang bernama Italia? Wah, selamat ulang tahun, Sayang!” ucap wanita bule itu sambil bersalaman dengan tangan kecil Italia.

“Bilang ‘terimakasih auntie’.” Titah Kris pada Italia yang langsung menuruti kata-kata ayahnya, berterimakasih dengan logat khas anak seusianya.

“Ah! Menggemaskan sekali! Ingin rasanya anakmu kubawa pulang ke Paris!”

“Ehem! Uhuk! Ah, kurasa tenggorokanku sedikit bermasalah!”

Perhatian Kris dan si wanita bule langsung tertuju ke arah Seohyun. Istri Kris itu baru saja kembali dari toilet dan pemandangan pertama yang dilihatnya adalah Kris yang terlihat begitu akrab dengan wanita lain padahal lelaki itu jelas-jelas menggendong anak hasil perjuangannya selama 9 bulan lamanya.

“Ah, dia istriku yang pernah kuceritakan waktu itu.”

Seohyun menggaet lengan Kris dan memaksakan senyumannya ke si wanita bule di hadapannya. “Aku Seohyun Wu, istri sah se-sah-sahnya Kris Wu.” Ucapnya memperkenalkan diri dengan penuh penekanan di kalimat terakhir.

Wanita bule itu mengangguk, mengerti kecemburuan Seohyun. “Iya, aku tahu. Kris banyak menceritakan tentangmu saat kami menjadi rekan kerja di Paris. Aku Janice William.”

Wanita bule yang memperkenalkan diri sebagai Janice itu kemudian memberi isyarat pada seorang pria bule yang juga sedang menggendong seorang balita laki-laki untuk ikut bergabung bersama mereka.

“Ini suamiku, Jason William. Dan ini anak kami, Jacob Janson William. Usianya sudah 4 tahun sekarang.”

“Oh, hai. Salam kenal.”

Kris menertawakan sikap konyol Seohyun. Wanita itu tetap saja menjadi istri pencemburu yang menggemaskan. Untunglah kecemburuannya masih dalam batas wajar, sehingga siapapun bisa mengerti dirinya.

Setelah acara ulang tahun Italia selesai, Kris dan Seohyun langsung pulang ke rumah mereka, menidurkan Italia yang sepertinya kelelahan menyambut tamu dan bermain seharian bersama anak-anak lainnya.

“Selamat tidur, Tuan Puteri.” Seohyun dan Kris mengecup kening putri mereka secara bergantian sebelum akhirnya membiarkannya tertidur pulas di atas tempat tidur bayi.

“Sekarang giliran aku yang dikecup.” Pinta Seohyun manja.

“Tidak mau.” Tolak Kris yang langsung membanting diri ke tempat tidur.

“Aiii~ kenapa tidak mau?” wanita itu merengut.

Kris bersandar pada tumpukan bantal dengan selimut hangat yang menutupi sebagian tubuhnya, menatap istrinya seolah tak mempedulikan permintaan kecup-mengecup itu. “Aku tidak mau mengecup wanita yang masih tak percaya kalau aku hanya akan mencintai dirinya seumur hidupku.”

Seohyun masuk ke dalam selimut, lalu memunculkan kepalanya dengan raut super imut. “Iya iya~ Seohyun percaya Kris kok~ Kris mau ya cium kening Seohyun?”

Pria itu tertawa kecil, tak tahan lagi melihat tingkah sang istri. Ia lantas mendekatkan wajahnya pada wajah Seohyun. “Kau hamil lagi ya?”

“Hah? Kenapa bertanya seperti itu?”

“Ya, habisnya kau manja sekali sama seperti saat Italia masih di dalam perut.”

PUK! Seohyun memukul dada Kris pelan. “Memangnya aku harus hamil dulu kalau ingin bermanja-manja padamu?!”

Ting! Lampu bohlam di otak Kris menyala, memunculkan ide cemerlang.

“Sayang…” panggil Kris lembut.

“Apa?!”

“Italia kan sudah 2 tahun, kurasa dia sudah bisa menerima kehadiran seorang adik.”

“Ma-maksud, Oppa?” Seohyun berkedip, sedikit gugup.

Kris bergerak cepat menarik Seohyun ke pangkuannya. Dengan senyuman lebar yang tak kunjung hilang dari wajah tampannya, lelaki itu mengecup bibir sang istri berkali-kali.

“Aku siap menghadapi sikap super manjamu saat hamil kedua, ketiga, bahkan sampai ke-sepuluh sekalipun.” Ucap Kris.

Pipi Seohyun merona sempurna.

“Aku mencintaimu.”

Dan malam itu akhirnya berakhir dengan keputusan mantap keduanya untuk memberikan banyak adik lucu untuk menemani hari-hari si kecil Italia.

Selesai. Lalala yeyeye~ lalalala yeyeyeye /plak XD

Okay, ini cukup menggelikan :v maafkan saya yang bikin Kris jadi nakal-nakal gemesin di akhir XD

Selamat ulang tahun, Kris!^^ ya walaupun kamu udah jadi mantan terindah, tapi aku selalu inget kamu kok, baik kan aku? /plisyuplis😂🔪/ di mana dan bersama siapapun kamu, semoga bahagia selalu ya :*

Iklan

3 tanggapan untuk “[EXO Fanfiction] Special Kris’s Birthday – DANGDUT SERIES : MERIANG”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s